Sunong lalu menggelengkan kepala dan berkata, "Maaf, tapi kau hanya diizinkan membuat satu."
"Begitu."
"Kurasa kau jadi bingung. Senjata mana yang lebih kau butuhkan?"
Yeo-woon berpikir sejenak dan memilih pedang. Untuk sekarang dia ingin senjata yang bisa dia pakai dengan Sword Force of the Sky Demon.
'Pedangku retak saat aku memakai jurus itu sebelumnya, jadi ini harus didahulukan.'
Dia tidak menyadarinya sebelumnya, tapi setelah bertarung melawan penyerang saat ujian ketiga, Yeo-woon memeriksa pedangnya dan melihat semuanya retak. Dengan kerusakan seperti itu, pedangnya kemungkinan besar akan hancur kalau dia melanjutkan ke formasi kedua.
"Begitu, ide bagus. Sebenarnya aku lebih mengkhususkan diri membuat pedang daripada golok."
"Terima kasih."
"Ya. Sebelum kita mulai, bisakah kau menunjukkan jurus pedangmu?"
"Hah?"
Yeo-woon bingung karena Sunong ingin melihatnya menggunakan pedang.
"Kalau aku harus membuat pedang yang cocok untukmu, aku perlu melihatmu menggunakannya supaya bisa menganalisis apa yang harus kulakukan."
"Ohh! Baik, aku mengerti."
Yeo-woon mengangguk dan mencabut pedang dari punggungnya. Itu hanya pedang biasa dari akademi. Yeo-woon bersiap dengan pedang di tangan.
Meski dia belum melakukan apa pun, suasana berubah dan Sunong terkesiap kagum. Yeo-woon lalu bergerak melepaskan formasi pertama Sword Force of the Sky Demon di udara.
Dua puluh empat gerakan pedang meninggalkan jejak di udara saat menembus angin. Formasinya segera berakhir, tapi energi yang tersisa menciptakan angin yang berembus keluar.
"Selesai."
Saat Yeo-woon selesai, Sunong terbangun dari ekspresi terpana. Dia lalu menoleh ke Yeo-woon dengan pandangan kosong dan Yeo-woon bertanya, "Apakah itu cukup?"
"Eh..." Sunong mengerutkan kening dan menjawab, "Aku tidak tahu harus berkata apa... Aku tidak bisa membuat pedang itu."
"Hah? Maksudmu apa?"
"Bisa kau tunjukkan pedang itu?"
Sunong menerima pedang yang baru saja dipakai Yeo-woon dan mengeluarkan palu dari kantongnya. Dia lalu menghantamkannya ke bilah pedang.
"Apa?!"
Bilah itu langsung hancur tepat setelah dihantam palu. Seluruh bilahnya, bukan hanya bagian yang terpukul. Pedang itu tidak bisa menahan gerakan yang baru saja dilakukan Yeo-woon.
"Tidak ada pedang biasa yang bisa menahan gerakan pedang sekuat itu."
Itulah sebabnya Sunong begitu terkejut. Kekuatan dalam gerakan itu begitu besar sampai tidak ada pedang normal yang bisa bertahan.
"Kalau begitu, kalau kau bisa membuatnya lebih kuat..."
"Kalau itu bisa dilakukan, sudah kubilang aku mampu."
"Lalu?"
"Kalau kita harus membuat pedang yang mampu menahan jurus pedang seperti itu, aku butuh besi dingin."
"Besi dingin!"
Yeo-woon ingat Crazy Blade milik Submeng juga dibuat dari besi dingin. Itu logam yang ditambang di wilayah laut utara dan jauh lebih kuat daripada besi biasa. Sumbernya langka dan mahal sehingga hanya diberikan kepada seratus pendekar teratas sekte yang berada di tingkat pemimpin klan.
"Ah..."
Yeo-woon ingin pedang, tapi sepertinya itu tidak mungkin untuk saat ini. Dia tahu Sword Force itu mungkin, tapi dia tidak menyangka akan sekuat ini. Kalau ingin mendapatkan pedangnya, dia harus lulus ujian kelima dan mencapai tingkat pemimpin klan.
"Hmph."
"Maaf. Aku sangat bersemangat saat melihat gerakan pedangmu yang luar biasa, tapi..."
Sunong merasa lega dan Yeo-woon lalu meminta dibuatkan golok. Sunong bilang setidaknya dia bisa membuat golok yang cocok untuk Butterfly Blade Dance.
"Dengan gagang seperti ini... dan kau ingin bilah yang sempit dan ringan?"
Sunong benar-benar ahli dalam bidangnya dan menemukan bentuk terbaik yang dibutuhkan untuk memakai jurus itu. Bentuknya sangat mirip dengan Crazy Blade milik Submeng.
Yeo-woon tidak bisa mendapatkan pedang, tapi setidaknya dia harus puas dengan golok.
"Kembalilah dua minggu lagi."
"Terima kasih."
"Kuharap harinya tiba saat aku bisa membuatkan pedangmu."
Yang dimaksud Sunong adalah dia berharap Yeo-woon lulus ujian kelima. Setelah selesai mengunjungi pandai besi, Yeo-woon pindah ke ruang latihan. Apa yang akan dilakukan berikutnya sudah dipilih. Saat dia masuk ke gedung, dia merasa ada lebih banyak orang di dalam.
'Banyak kadet yang sudah mencapai tingkat master.'
Gedung ini terbuka untuk kadet tingkat master. Beberapa hari lalu hanya ada sekitar sepuluh kadet yang memakai gedung ini, tapi sekarang jumlahnya lebih dari lima belas. Dan dengan orang seperti Ko Wanghur menjadi pendekar tingkat master, kemungkinan jumlah orang yang ingin masuk ruang latihan akan bertambah. Namun, tujuan Yeo-woon berbeda dari orang-orang ini.
'Aku harus menjadi pendekar tingkat unggul.'
Dia perlu memenuhi syarat dasar untuk mengikuti ujian kelima. Yeo-woon lalu masuk ke ruangan dan duduk bermeditasi. Lalu dia mengeluarkan dua kotak kayu. Itu Black Dragon Ball yang dia dapatkan saat lulus ujian ketiga dan keempat.
"Ugh."
Bau tidak sedap keluar dan Yeo-woon jadi ragu.
"Haruskah kumakan keduanya sekaligus? Apa bisa bersamaan?"
Yeo-woon belum pernah berada dalam situasi seperti ini dan dia jadi ragu. Tapi kalau dia mengonsumsinya satu per satu, itu berarti memerlukan waktu lebih lama.
"...Yasudahlah."
Yeo-woon lalu melempar kedua bola itu ke mulutnya. Satu saja sudah cukup menyakitkan, tapi dengan dua, Yeo-woon tidak bisa menyembunyikan rasa pahit yang muncul di wajahnya. Yeo-woon lalu menelan bola-bola yang sudah dikunyah. Yeo-woon kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mulai menjalani Sword Force of the Sky Demon untuk mengatur napas sebelum dia memerintahkan, 'Nano, bantu aku menyerap bola naga itu.'
Suara Nano menyebar di kepalanya.
[Terdeteksi sejumlah besar zat yang memicu aliran energi kuat. Kecepatan peningkatan energi sangat cepat. Menghentikan energi agar tidak hilang dan meningkatkan metabolisme akan memerlukan pelebaran titik darah, yang akan menyebabkan rasa sakit hebat.]
Baik sekali Nano sudah memperingatkannya.