Chapter 1014 - Ultimate Killing Star
Para Sage generasi lama saling berdebat.
Tidak ada yang mau mengalah.
Seiring waktu—
Para Sage baru juga mulai memilih kubu.
Suasana makin panas.
Heavenly Venerate Xuan Du hanya bisa menghela napas.
Pusing.
Dia tiba-tiba merindukan masa lalu.
Saat Divine Might Heavenly Sage masih memimpin Heavenly Dao.
Waktu itu?
Siapa berani ribut?
Satu tatapan saja—
Semua langsung diam.
Namun sekarang…
Aneh.
Semakin lama—
Bayangan Han Jue di pikirannya justru makin kabur.
Bahkan—
Dia tidak bisa mengingat nama aslinya.
Akhirnya, Xuan Du mengambil keputusan.
“Biarkan Sect Master Flying Heaven Sect dan kepala Han Family bertemu di puncak Buzhou Divine Mountain.”
“Sage Han Yu, kamu harus hadir secara langsung.”
“Pastikan tidak terjadi kekacauan.”
Han Yu mengangguk.
Dalam hatinya—
Dia juga agak canggung.
Secara generasi—
Kepala Han Family selevel dengannya.
Tapi secara kekuatan?
Jauh banget.
Bahkan belum pernah bertemu.
Para Sage saling pandang.
Mereka merasa Xuan Du sedikit memihak Han Family.
Namun—
Tidak ada yang berani bicara.
Kenapa?
Karena Han Yu.
Dan lebih tepatnya—
Karena muridnya.
Qin Ling.
Temperamennya?
Meledak-ledak.
Pernah ada Sage yang ngomong jelek tentang Han Yu.
Begitu Qin Ling tahu—
Langsung diburu.
Nyaris mati kalau bukan karena Sage senior turun tangan.
Setelah itu—
Tidak ada yang berani macam-macam.
Setelah masalah ini selesai—
Topik lain muncul.
Universal Hall memang seperti ini.
Sekali kumpul—
Diskusi bisa lama banget.
Sementara itu—
Di dunia luar.
Pegunungan bergelombang.
Matahari merah menggantung.
Han Jue dan Han Ling berjalan santai di hutan.
Banyak kultivator lalu lalang.
Semua menuju satu arah.
Han Ling mengernyit.
“Father, aura di depan lemah banget.”
“Bahkan kalah dari orang-orang di jalan.”
“Ini scam, ya?”
Han Jue tertawa kecil.
“Memangnya urusan kita?”
“Anggap saja ikut meramaikan.”
“Mari.”
Mereka naik gunung.
Berhenti di sebuah paviliun batu.
Dari sana—
Terlihat sebuah Daoist temple di lereng gunung.
Di depannya—
Puluhan kultivator duduk.
Di sekitar—
Lebih banyak lagi.
Pemandangan ramai.
Han Jue menunggu.
Sekalian—
Mengaktifkan Creation Heaven’s Chosen.
Sudah menumpuk dua kali.
Saatnya dipakai satu.
[Mengaktifkan Creation Heaven’s Chosen. Sebuah Great Creation akan muncul di antara keturunanmu.]
[Keturunanmu Han Ye telah membangkitkan Innate Great Creation — Ultimate Killing Star]
Han Jue mengangkat alis.
Ultimate Killing Star?
Menarik.
Dia langsung melakukan deduksi.
Han Ye—
Bukan keturunan Han Yunjin.
Tapi garis Han Yu.
Sudah ribuan generasi.
Nyaris cabang liar.
Lahir di desa biasa.
Orang tua petani.
Tidak tahu asal-usulnya.
Sekarang—
Baru dua tahun.
Dan sedang mengalami perubahan besar.
Han Jue bertanya dalam hati,
“Ultimate Killing Star vs Primordial Emperor Star, mana lebih kuat?”
[Sulit dibandingkan antar Innate Great Creation.]
Han Jue tersenyum.
Menarik.
Dia memutuskan—
Akan mengunjungi anak ini.
Beberapa tahun lagi.
Bagi Han Jue?
Beberapa tahun…
Seperti beberapa detik.
—
Beberapa tahun kemudian.
Di sebuah hutan liar.
Seorang bocah berlari cepat.
Alis tajam.
Mata terang.
Di depannya—
Seekor babi hutan raksasa.
Lebih besar dari manusia dewasa.
“Dasar! Berani masuk kebunku!”
“Lari ke mana kau?!”
Bocah itu melompat.
Mendarat di punggungnya.
Mengangkat tinju kecilnya—
BOOM!!!
Babi hutan langsung jatuh.
Kepalanya menghantam tanah.
Tulangnya retak.
Darah muncrat.
Tapi bocah itu belum puas.
Dia terus memukul.
Sampai—
Mati.
Dia berdiri.
Tersenyum lebar.
Lalu—
Mengangkat babi itu.
Membawanya pulang.
Ukuran tubuhnya kecil.
Tapi membawa bangkai raksasa.
Visualnya…
Gila.
Di desa—
Semua orang langsung heboh.
“Han Ye luar biasa!”
“Anak 9 tahun, kekuatannya kayak iblis turun!”
“Hahaha! Bagi daging dong!”
“Kemarin bunuh monster, sekarang babi sebesar ini!”
Han Ye berdiri dengan tangan di pinggang.
Tertawa bangga.
“Ambil saja! Kirim paha kanan ke rumahku!”
Lalu—
Dia langsung lari lagi.
Menuju gunung.
Seperti monyet liar.
Cepat.
Sampai ke sebuah lembah tersembunyi.
Tertutup semak dan tanaman.
Sulit ditemukan.
Dia masuk.
Di dalam—
Ada rumah kayu kecil.
Dan danau tenang.
Di depan danau—
Dua orang.
Seorang pria.
Seorang wanita.
Aura mereka—
Seperti Immortal sejati.
Itu Han Jue dan Han Ling.
Han Ye berlari mendekat.
“Immortal Master! Aku bunuh babi besar hari ini!”
“Sebesar rumah ini!”
“Cuma tiga pukulan!”
Han Jue melirik.
Tersenyum.
“Kekuatanmu meningkat?”
Han Ye mengangguk cepat.
“Iya! Teknik yang Anda ajarkan luar biasa!”
“Setiap membunuh… aku jadi lebih kuat!”
Han Ling mengernyit.
Tapi diam.
Han Jue bertanya santai,
“Datang cuma buat bilang itu?”
Han Ye menggaruk kepala.
“Hehe… aku mau bunuh lebih banyak.”
“Tapi di sekitar sini sudah habis.”
“Gimana caranya jadi lebih kuat lagi?”
Han Ling langsung menegur,
“Kerjaannya cuma bunuh!”
“Masih kecil sudah seganas ini!”
Han Ye langsung ciut.
Dia paling takut Han Ling.
Tatapannya tajam.
Han Ye menatap Han Jue dengan wajah memelas.
Han Jue tersenyum.
“Aku ajarkan teknik tinju.”
“Kamu tidak perlu membunuh untuk jadi kuat.”
“Latih dulu beberapa bulan.”
“Nanti kembali lagi.”
Dia mengangkat tangan.
Menunjuk.
Han Ye langsung kaku.
Masuk kondisi trance.
Saat sadar—
Dia sudah di rumah.
Di pikirannya—
Sudah ada teknik baru.
Dia langsung makin kagum.
“Immortal Master benar-benar hebat!”
—
Di lembah.
Han Ling bertanya,
“Father… kenapa Anda tertarik sekali sama dia?”
Han Jue tersenyum.
“Tidak boleh?”
Han Ling menggeleng.
“Dia memang keturunan kita…”
“Tapi sudah jauh sekali.”
“Hampir seperti orang asing.”
“Dan dia…”
“Terlalu brutal.”
“Aku tidak melihat sesuatu yang istimewa.”
Han Jue hanya tersenyum.
Dalam hati—
“Memang kamu tidak bisa melihatnya.”
Chosen seperti mereka…
Tidak bisa saling mendeteksi.
Han Ling bisa merasakan Jiang Jueshi—
Karena Primordial Emperor Star lebih tinggi.
Han Jue berkata pelan,
“Dia memang suka membunuh.”
“Tapi dia juga peduli pada desanya.”
“Dalam kultivasi…”
“Membunuh itu tidak bisa dihindari.”
“Kamu belum merasakannya.”
“Itu karena aku selalu melindungimu.”
“Kalau tidak…”
“Kamu juga harus bertarung demi tempat kultivasi.”