Chapter 1017 – Karma of the Great Calamity
Gelombang memori para “pewaris sistem” terus mengalir dalam pikiran Han Jue.
Tak terhitung jumlahnya.
Dan semuanya…
berakhir tragis.
Han Jue merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan—
takut.
Karena dia sadar:
Dia pernah berada di titik yang sama seperti mereka.
• Godaan kekuatan
• Rasa invincible
• Keinginan bertindak bebas
Bedanya?
Dia selalu menahan diri.
Selalu ada batas.
Selalu bertanya:
“Apakah ini aman?”
“Apakah ini berisiko?”
“Perlu nggak?”
Namun ada satu hal yang membuatnya semakin waspada.
“Yang lain cuma digoda dari luar…”
“Sedangkan aku…”
“Sistem itu sendiri yang menggoda aku setiap saat.”
Pilihan demi pilihan.
Reward demi reward.
Seolah—
mendorongnya.
Han Jue dalam hati:
“Anjing…”
—
Suara Creation Will kembali terdengar.
“Tidak.”
“Kamu mewakili sesuatu yang tidak diketahui.”
“Dan yang tidak diketahui… adalah harapan.”
“Aku sudah tidak benar-benar ada.”
“Yang kamu hadapi hanyalah sisa kehendakku.”
“Aku tidak akan membatasi.”
“Aku tidak akan ikut campur.”
“Aku hanya ingin melihat—”
“kamu akan menjadi apa.”
Han Jue tidak langsung percaya.
Dia bertanya lagi:
“Kenapa aku?”
Jawabannya sederhana.
“Itu keberuntunganmu.”
“Semua pewaris juga bertanya hal yang sama.”
“Dan tidak ada jawaban.”
Han Jue tidak puas.
Dia lanjut.
“Kenapa Dao Field-ku lebih kuat dari cultivation-ku?”
“Kenapa tidak ada pewaris sebelumnya yang seperti ini?”
Jawaban itu…
cukup masuk akal.
“Seiring waktu, sistem terus berkembang.”
“Semakin banyak pewaris—semakin kuat sistem.”
“Jika kamu mati—”
“pewaris berikutnya akan mendapat bantuan lebih besar.”
Pause.
Lalu lanjut:
“Aku memilihmu karena satu hal.”
“Kamu mengorbankan hampir seperlima umur manusia—”
“hanya untuk mendapatkan providence.”
“Belum pernah ada yang seperti itu.”
Han Jue santai:
“Terima kasih atas pujiannya.”
Jawaban dingin datang:
“Itu bukan pujian.”
…Oke, ini agak nyindir.
Han Jue lanjut bertanya:
“Kamu bisa mengontrol sistem?”
“Tidak.”
“Aku hanya sisa kehendak.”
“Aku tidak bisa memengaruhi apapun secara nyata.”
Han Jue mengangguk.
Terakhir—
“Kalau begitu, ada pesan untukku?”
Sunyi.
Lama.
Matahari raksasa di kejauhan bergetar.
Seolah—
realitasnya sendiri tidak stabil.
Akhirnya suara itu kembali.
Pelan.
Dalam.
“Seperti Heavenly Dao…”
“Meski memiliki kehendak…”
“ia tetap memiliki eksistensinya sendiri.”
“Selalu ada sesuatu—”
“yang membatasi perkembangan segalanya.”
“Aku tidak tahu apa itu.”
“Bahkan aku tidak bisa membayangkan…”
“apa yang ada di luar semua ini.”
“Kenapa aku lahir?”
“Untuk apa?”
Hening.
Lalu kalimat terakhir:
“Mungkin…”
“Kamu akan tahu jawabannya—”
“ketika mencapai Creator Lord Realm.”
CRACK—
Ilusi pecah.
Sebelum hilang sepenuhnya—
satu pesan terakhir:
“Ingat.”
“Yang terkuat tidak pernah abadi.”
“Jika kamu berhenti—”
“kamu akan dilampaui.”
“Banyak yang pernah menjadi yang terkuat…”
“dan jatuh karena itu.”
“Jangan lupa—”
“bagaimana kamu sampai di sini.”
—
Han Jue kembali ke dunia nyata.
Buzhou Mountain masih ramai.
Perdebatan masih berlangsung.
Tapi—
dia sudah tidak tertarik.
Semua ini terasa…
remeh.
Dia bergumam dalam hati:
“Jadi aku bukan reinkarnasi Primordial Fiendcelestial…”
“Hanya salah satu dari banyak eksperimen…”
Dia dulu sempat berpikir:
• Mungkin dia adalah dirinya di masa depan
• Mungkin dia menciptakan sistem sendiri
• Atau reinkarnasi makhluk tertinggi
Ternyata?
Tidak.
Hanya—
pilihan.
Dan itu justru lebih berbahaya.
Han Jue menyipitkan mata.
“Creation Will…”
“Kalau benar tidak punya keinginan…”
“kenapa meninggalkan jejak?”
Dia tidak percaya sepenuhnya.
Dan dia juga—
tidak bertanya ke sistem.
Karena satu hal:
Dia tidak tahu—
siapa yang sebenarnya “mendengar”.
Kesimpulannya sederhana:
➡ Jangan percaya siapa pun
➡ Jangan berhenti kultivasi
➡ Jangan pernah merasa aman
Target?
Bukan cuma Dao Creator.
Bukan cuma Creator Lord.
Tapi—
di atas semuanya.
Selalu satu langkah lebih tinggi.
Selalu di luar jangkauan.
—
Han Ling tiba-tiba tertawa.
“Father, mereka ini kayak manusia biasa ya.”
“Ribut, debat, ego…”
Han Jue melihat ke bawah.
Masalah Han Family dan Flying Heaven Sect…
akhirnya “damai”.
Dengan kompensasi.
Tapi—
dia sudah tahu.
Ini belum selesai.
Karma mereka sudah terlalu dalam.
Cepat atau lambat—
akan meledak.
Dan menariknya…
Ini akan melibatkan:
• Han Ye
• Han Yao
Terutama Han Ye.
Flying Heaven Sect—
akan jadi batu loncatan dia.
Menuju Dao.
Han Jue sedikit tersenyum.
“Menarik.”
Tapi—
dia tahu satu hal.
Saat dia keluar dari next seclusion—
semua ini mungkin sudah selesai.
—
Beberapa dekade kemudian.
Mereka kembali ke Third Dao Field.
Han Jue langsung bertindak.
Dia membawa Han Yao masuk.
Membuat clone.
Dan mulai mengajar.
Han Yao?
Tampan.
Aura mirip Han Jue.
Langsung jadi pusat perhatian.
Xing Hongxuan dan lainnya bahkan tertarik.
Awalnya Han Yao panik.
Setelah tahu kebenaran—
langsung sujud.
Ancestor!
Opportunity langsung datang.
Han Ling mengamati.
Penasaran.
Tapi—
setelah melihat…
“Biasa saja.”
Dia kehilangan minat.
Karena memang:
Conquest Heavenly Star—
butuh pertarungan.
Tanpa battle—
tidak berkembang.
Sama seperti Han Ye.
Potensi besar—
belum meledak.
—
10.000 tahun berlalu.
Han Yao dikirim kembali.
Dengan bekal—
yang tidak masuk akal.
Seorang monster baru lahir.
—
300.000 tahun kemudian.
Han Jue masih kultivasi.
Tiba-tiba—
notifikasi muncul.
[Evil Heavenly Emperor mengirim mimpi. Terima?]
Han Jue menerima.
Scene berubah.
Hutan kecil.
Dekat Jade Pure Sacred Sect.
Evil Heavenly Emperor langsung bicara:
“Aku butuh bantuanmu.”
Han Jue tersenyum.
“Apa itu?”
Sudah lama tidak bertemu.
Agak kangen juga.
Evil Heavenly Emperor tertawa.
“Langsung saja.”
“Aku mau Han Yao… dan Han Ye.”
Han Jue sedikit mengangkat alis.
“Dua-duanya?”
Evil Heavenly Emperor lanjut:
“Han Yao sudah jadi nomor satu jenius Heavenly Dao.”
“Yang itu jelas.”
“Tapi Han Ye…”
“Itu lebih gila.”
“Dia membunuh dari mortal…”
“naik ke Immortal…”
“lalu ke Chaos…”
“Seperti dewa pembantaian.”
Nada suaranya berubah serius.
“Dia cocok untuk memimpin jalan kebenaran.”
Lalu dia menatap Han Jue.
“Kamu sibuk kultivasi.”
“Tidak mungkin punya waktu mengurus mereka.”
“Serahkan ke aku.”