Chapter 1082 - Eighth Supreme Rule
Semua murid Purple Firmament Palace sudah pergi.
Yang tersisa…
hanya dua makhluk legendaris.
Pangu.
Dan Hong Jun.
Pendiri Heavenly Dao dan pewarisnya—
akhirnya berhadapan.
Suasana?
Tegang.
Tapi Hong Jun tetap santai.
Gak kaget.
Gak panik.
Pangu berhenti kurang dari seratus kaki darinya.
“Kamu harusnya tahu kenapa aku datang.”
Hong Jun menjawab tenang,
“Aku tahu apa yang kamu cari.”
“Tapi benda itu bukan di tanganku.”
“Kalau ada, aku gak mungkin meninggalkan Heavenly Dao.”
Tatapan Pangu menjadi tajam.
“Kalau begitu… Jade Slip of Creation?”
“Itu pasti menyerap Transcendent Rule Heavenly Dao.”
“Tanpa itu… Heavenly Dao gak mungkin punya kesadaran.”
“Dan satu-satunya yang bisa mengambilnya…”
“adalah kamu.”
Hong Jun menggeleng.
“Selama aku Dao Integration dulu…”
“Heavenly Dao sering diserang Chaos.”
“Rusak berkali-kali.”
“Waktu itu… kultivasiku belum cukup.”
“Aku bahkan gak tahu soal Transcendent Rule.”
Pangu menatapnya.
Killing intent mulai menyebar.
Bahkan api lilin…
berhenti bergerak.
Atmosfer membeku.
Hong Jun tetap santai.
Dia malah ganti topik.
“Jalan Great Dao World… sudah terbukti gagal.”
“Transcendent, Consciousnessless, Shi Tian…”
“Semua sudah dimakan Chaos.”
“Kita harus cari jalan lain.”
Pangu menyipitkan mata.
“Jalan lain?”
Hong Jun menatapnya.
Dalam.
“Rebut karma dari bencana.”
“Dan ciptakan creation milik Chaos.”
Pangu mengernyit.
Hong Jun berdiri.
“Selama ini kita bertarung soal aturan dan masa kini.”
“Tapi dunia ini… bukan cuma itu.”
Dia melanjutkan,
“Kamu adalah leluhur Heavenly Dao.”
“Aku adalah Dao Ancestor.”
“Kalau kita kerja sama…”
“kita punya peluang hidup.”
“Kalau aku muncul dengan tubuh asliku sekarang?”
“Aku akan dibunuh Dao Creator.”
“Percuma kamu ambil Transcendent Rule.”
Pangu bertanya,
“Kamu mau jalan Chaos?”
Hong Jun langsung menolak.
“Tidak.”
“Chaos itu tentang kesempurnaan aturan.”
“Kalau mau menggantikan Chaos…”
“kita butuh lebih banyak creation.”
Dia mulai menjelaskan—
teorinya.
“Dulu Heavenly Dao hampir menggantikan Chaos.”
“Tapi ketahuan.”
“Kenapa Heavenly Dao bisa berkembang?”
“Karena Heavenly Dao Race.”
“Di Chaos?”
“Tidak ada ras seperti itu.”
“Chaos terlihat makmur karena banyak ras…”
“tapi justru itu masalahnya.”
“Setiap ras jadi kuat…”
“akan dihancurkan iblis jahat.”
“Kembali ke nol.”
“Siklus stagnan.”
Hong Jun menatap tajam.
“Keseimbangan ini…”
harus dihancurkan.”
Dia melanjutkan dengan suara rendah:
“Kita ciptakan satu ras.”
“Ras yang menyatukan segalanya.”
“Menyerap providence Chaos.”
“Membalik semuanya.”
“Kalau berhasil…”
“Chaos gak akan bisa menghentikannya.”
Pangu terdiam.
Perlahan—
ekspresinya berubah.
Mulai tertarik.
Dia bertanya,
“Kalau begitu… gimana ras itu bisa tumbuh tanpa dihancurkan?”
Hong Jun menjawab,
“Kita butuh Supreme Treasure.”
“Yang bisa memanipulasi karma dan providence.”
“Ras itu akan menyamar sebagai ras Chaos.”
“Lalu tumbuh diam-diam.”
“Sampai gak bisa dihentikan lagi.”
Dia menambahkan,
“Aku sudah mencari harta itu.”
“Kamu?”
“Periksa Heavenly Dao Race.”
“Pilih kandidat.”
Pangu berpikir sejenak.
Lalu mengangguk.
Dua monster…
akhirnya sepakat.
…
Sepuluh juta tahun kemudian—
Han Jue, sekarang berusia 250 juta tahun…
membuka mata.
Dan langsung—
menghilang.
Dia muncul di Ultimate Origin World.
Dunia itu terus berkembang.
Semakin kuat—
semakin cepat mendekati Chaos.
Untungnya…
jaraknya masih aman.
Bahkan Purity Great Dao World saja belum bertabrakan.
Han Jue berdiri di puncak.
Melihat ke bawah.
Di sana—
tujuh Supreme Rule menguasai tiga ribu Great Dao.
Dan sekarang—
sebuah yang baru…
akan lahir.
Han Jue tertarik.
Biasanya—
hanya ada tujuh:
Karma
Providence
Slaughter
Creation
Destiny
Reincarnation
Space-Time
Sekarang?
Rule ke-8.
Dia menunggu.
Dan akhirnya—
lahir.
Devour Rule.
Han Jue langsung mengangkat alis.
Mirip Great Dao miliknya.
Tapi…
lebih tinggi.
Lebih “absolut”.
Rule ini—
bisa membuat Ultimate Origin World…
memakan Great Dao World lain.
Han Jue langsung berpikir.
“Jangan-jangan…”
Chaos juga punya Rule ini?
Makanya bisa menyerap dunia lain?
Kalau begitu—
Ultimate Origin World…
sedang mengejar Chaos.
Tapi—
kenapa masih mendekati Chaos?
Berarti—
Chaos masih lebih kuat.
Han Jue mengamati sebentar.
Setelah stabil—
dia pergi.
Tapi—
bukan ke Dao Field.
Dia berjalan di blank domain.
Tiba-tiba—
dia berhenti.
“Keluar.”
Sosok muncul di belakangnya.
Han Jue menoleh.
Tidak dikenal.
Tapi—
auranya jelas.
Dao Creator.
Dia langsung cek:
Yin-Yang Purity Nirvana Deity.
Mid-stage Dao Creator.
Chaotic Deity.
Guardian blank domain.
Han Jue langsung ngerti.
“Oh… ini dia.”
Dia bertanya santai,
“Ada urusan?”
Makhluk itu tersenyum tipis.
“Aku ingin lihat… seberapa kuat kamu.”
“Katanya… kamu nomor dua.”
Han Jue langsung mikir:
“Ini bukan pujian…”
ini provokasi.
Dia bertanya santai,
“Siapa yang bilang?”
Jawaban:
“Ninth Chaos.”
Han Jue diam.
Jelas.
Ini adu domba.
Yin-Yang Purity Nirvana Deity lanjut,
“Mau spar?”
Han Jue santai.
“Tunjukkan tempatnya.”
Toh—
Dao Creator gak bisa saling bunuh.
Paling cuma sparring.
(…untuk sekarang.)
Kalau nanti dia jadi Creator Lord?
Itu cerita lain.
Mereka pergi.
Begitu mereka hilang—
tiga Dao Creator lain muncul:
Chaotic Consciousness
Formless Transcendent Deity
Immeasurable Destruction Venerable
Mereka langsung bergosip.
“Wah… jadi juga mereka berantem.”
“Siapa yang menang?”
“Susah. Purity Nirvana itu monster lama.”
“Tapi Divine Might juga gak bisa dibaca…”
Kesimpulannya:
Gak ada yang yakin.
Dan itu yang bikin pertarungan ini…
jadi makin menarik.