Ch 1105 - Great Creation-nya Han Jue

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 1105 - Great Creation-nya Han Jue


“Dark Forbidden Lord?”


Immeasurable Destruction Venerable bertanya dengan suara rendah, pura-pura tenang.


Padahal?


Panik maksimal.


Bahkan tubuh aslinya saja gentar menghadapi Dark Forbidden Lord—eksistensi yang pernah mengutuk Ninth Chaos sampai muncul mental demon.


Gimana nggak ciut?


Han Jue hanya berkata santai,


“Jawab pertanyaanku.”


Immeasurable Destruction Venerable terdiam.


Dia benar-benar nggak paham maksudnya.


Ini… lagi di-test? Atau dipermainkan?


Tatapan Han Jue tetap tenang.


Justru karena terlalu tenang…


makin bikin nggak pede.


Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.


Kabur?


Nggak mungkin.


Akhirnya dia menggertakkan gigi.


“Kamu menyelamatkan makhluk hidup di Shi Tian. Mereka seharusnya berterima kasih padamu.”


“Meskipun kamu berdosa… kontribusimu lebih besar dari kesalahanmu.”


Han Jue tersenyum tipis.


“Tulus?”


“…Ya.”


Jawaban itu keluar dengan berat.


Nggak ada pilihan lain selain menunduk.


Bahkan Dao Creator pun harus tahu diri kalau ketemu yang lebih kuat.


Mungkin mereka nggak bisa mati…


tapi Great Dao World mereka?


Bisa dihancurkan.


Han Jue hanya tertawa kecil.


Lalu menghilang.


Immeasurable Destruction Venerable makin tegang.


Dia buru-buru memeriksa Shi Tian…


takut Han Jue tiba-tiba menghancurkannya.


Namun semuanya tetap normal.


Han Jue benar-benar sudah pergi.


“Dark Forbidden Lord… sebenarnya apa maumu?”


Dia mengernyit.


Pertanyaan tadi…


sebenarnya apa maksudnya?


Setelah meninggalkan Shi Tian, Han Jue kembali mengembara di Chaos.


Apa yang dia lakukan sebelumnya?


Cuma eksperimen.


Melepaskan sisi gelap dan terang dalam dirinya.


Karena…


semua makhluk punya dua sisi itu.


Bagi mortal, “kebaikan” adalah aturan untuk bertahan hidup.


Tapi bagi yang sudah invincible?


Siapa yang menentukan baik dan jahat?


Itulah yang ingin dia pahami.


Setelah mencobanya…


dia malah kehilangan minat.


Membunuh?


Kosong.


Menyelamatkan semua makhluk?


Juga kosong.


Makhluk hidup tidak bisa memahami panjangnya waktu.


Mereka hanya hidup dalam satu fragmen kecil.


Yang mereka pedulikan?


Diri mereka sendiri.


Bahkan kalau tahu Virtuous Sage adalah Killing God…


apa akan berubah?


Tidak.


Selama mereka diuntungkan—


masa lalu bisa diabaikan.


Dari sudut pandang itu…


baik dan jahat hanya berlaku di level yang sama.


Kalau sudah beda level kekuatan?


Balik lagi ke hukum lama:


yang kuat berkuasa.


Han Jue terus berjalan sambil berpikir.


Sebagai eksistensi invincible…


dia harus memikirkan masa depan seluruh eksistensi.


Dia tidak ingin semuanya stagnan.


Kalau semuanya statis…


itu membosankan.


Menekan perkembangan?


Tidak efektif.


Seperti Ninth Chaos—


meskipun menekan Chaos, tetap tidak menjamin posisi selamanya.


Siapa tahu nanti muncul lagi “cheat” seperti system?


Nggak ada yang bisa memprediksi.


Han Jue memang bisa mengontrol segalanya.


Tapi kekuatan dasar blank domain…


setara dengannya.


Dan dari kekuatan itu…


bisa lahir penciptaan baru.


Saat Han Jue pergi dari Shi Tian…


perang antara Primordial Chaos dan Chaos kembali meledak.


Dan kali ini—


Han Huang turun tangan.


Dia langsung muncul di battlefield tertinggi.


Membalik keadaan.


Menekan Chaos secara brutal.


Semua yang di bawah Great Dao Sage…


mati.


Beberapa Great Dao Sage tahap awal dan tengah pun ikut hancur tubuh dan jiwanya.


Brutal.


Sebelumnya, para Great Dao Sage masih “main aman”.


Masih kasih jalan keluar.


Karena mereka menganggap Great Dao Immeasurable Calamity…


sebagai ujian.


Bukan perang hidup-mati.


Tapi Han Huang?


Langsung all-in.


“Hmph! Cukup main-mainnya!”


“Dua Great Dao World Lords, keluar!”


Han Huang berdiri seperti dewa perang.


Memandang Chaos dengan jijik.


Begitu dia berbicara—


dua sosok muncul di belakangnya:


Immeasurable Destruction Venerable dan Chaotic Consciousness.


“Kalian mundur.”


“Aku sendiri yang akan menghadapi mereka.”


Han Huang bahkan melirik dingin.


Sombong?


Banget.


Formless Transcendent Deity cuma tersenyum.


Menganggapnya anak kecil.


Yin-Yang Purity Nirvana Deity sebenarnya kesal…


tapi dia loyal ke Han Jue.


Jadi diam.


“Berani sekali!”


Immeasurable Destruction Venerable langsung marah.


Nggak bisa lawan Han Jue…


ya udah, lampiasin ke anaknya. 😅


Tiga sosok setengah langkah menuju Creation Realm—


langsung bentrok.


Chaos Space bergetar.


Tiga ribu Great Dao hancur satu per satu.


Bahkan Han Jue yang jauh di sisi lain Chaos…


bisa melihat ruang di sekitarnya robek.


Dia tidak bergerak.


Selama Ninth Chaos belum turun tangan—


dia santai.


Sekalian jadi latihan buat Han Huang.


Pertarungan berlangsung…


tahun demi tahun.


Dunia-dunia hancur.


Makhluk hidup jadi pengungsi di Chaos.


Era gelap dimulai.


Makhluk hidup tidak tahu apa yang terjadi di level Great Dao Sage.


Mereka hanya merasakan penderitaan.


Jutaan tahun berlalu.


Origin lifespan Han Jue mencapai 470 juta tahun.


Dan dia mendapatkan dua kesempatan lagi untuk menciptakan Creation Heaven’s Chosen.


Dia sebenarnya bisa menciptakan makhluk sendiri…


tapi tetap kalah dibanding Creation Heaven’s Chosen.


Karena mereka berasal dari Ultimate Origin World miliknya.


Semakin kuat Han Jue…


semakin gila juga hasil ciptaannya.


Setelah menjadi Creator Lord…


Han Jue bahkan bisa merasakan keberadaan system.


Seperti tanda di Dominator Origin miliknya.


Dia bisa saja menghapusnya.


Tapi…


ngapain?


System sekarang seperti Dharmic treasure.


Masa buang artefak OP cuma karena terlalu kuat? 🤣


Bagi Han Jue—


system itu partner.


Saling memperkuat.


Dan dia masih ingin melangkah lebih jauh.


System sendiri terbentuk dari Creation Will di blank domain.


Dikembangkan oleh para pewaris…


sampai jadi seperti sekarang.


Secara esensi—


itu adalah Creation Rule.


Sama seperti Innate Great Creation milik keturunannya.


Hanya saja…


bentuknya disesuaikan dengan kehidupan Han Jue sebelumnya.


Model “game system”—


lebih mudah dia pahami.


Tanpa sadar…


Han Jue sampai di sudut Chaos.


Di sana berdiri pohon raksasa yang luar biasa besar.


Menghubungkan tak terhitung space-time dimension.


Tempat terlarang bagi semua makhluk.


Fusang Tree.


Pohon yang dulu dia besarkan sendiri.


Pohon itu pernah pergi untuk transformasi.


Dengan bantuan Primordial Ancestor God…


dia memang berhasil berubah.


Tapi—


ke mana pun dia pergi…


kekuatan space-time mengikutinya.


Banyak dunia hancur karenanya.


Bahkan Supreme Rules pun mengusirnya.


Akhirnya…


dia kembali ke bentuk aslinya.


Han Jue kembali ke wujud aslinya.


Mendekat.


Menahan aura ilahinya.


Karena levelnya terlalu tinggi—


Fusang Tree bahkan tidak sadar dia datang.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Han Jue.


Daun-daun Fusang Tree langsung bergetar.


Seluruh space-time di masa lalu dan masa depan ikut bergetar.


“Master… kenapa Anda di sini?”


Suaranya campur aduk—


terkejut.


Takut.


Gugup.


Han Jue tersenyum santai.


“Memangnya aku tidak boleh datang?”


“Tidak… aku hanya…”


Pohon raksasa yang dulu begitu agung…


sekarang malah seperti manusia biasa yang grogi ketemu dewa. 😅

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%