Chapter 1159 - Delapan Ratus Juta Tahun
Dugu Wu melayang di depan patung batu misterius itu.
Dia tidak pergi…
tapi juga tidak berani menyentuhnya lagi.
Takut.
Patung itu tetap diam, tersembunyi dalam kegelapan, seolah tidak akan pernah binasa.
Dugu Wu perlahan terbang ke atas, sampai sejajar dengan kepala patung itu.
Dia menatap wajahnya dengan seksama.
Semakin lama melihat…
semakin terasa familiar.
Mirip…
dengan Master-nya.
Perasaan itu sangat kuat.
!!
Kalau ini benar-benar ada hubungannya dengan Master…
maka patung ini menyimpan kekuatan paling mengerikan di seluruh Ultimate Origin World!
Jantung Dugu Wu berdegup kencang.
Walaupun dia sudah mengakui Han Jue sebagai Master…
hubungan mereka sebenarnya tidak dekat.
Dia juga belum mendapatkan warisan apa pun.
Yang dia tahu cuma satu—
Han Jue adalah eksistensi terkuat di ujung jalur kultivasi!
“Kalau aku memahami kekuatan patung ini… apakah aku bisa menapaki jalan Master?”
Semakin dipikir…
matanya makin bersinar.
Ambisi ON 🔥
…
Di sebuah dunia dalam Dao Mystic Realm.
Di puncak gunung tinggi yang menembus awan—
Chu Xiaoqi duduk di tepi tebing.
Di sampingnya ada seorang pemuda, menghadap matahari sambil menyerap Spirit Qi langit dan bumi.
Pemuda itu membuka mata, lalu menggaruk kepala.
“Kakek… kok aneh ya? Teknik ini nggak nambah Dharmic powers sama sekali. Cuma memperkuat tubuh. Aku nggak mau jadi body cultivator!”
Chu Xiaoqi tetap memejamkan mata. “Fisikmu lemah sejak lahir. Kamu harus memperkuat tubuh dulu supaya bisa menampung jiwa kuatmu. Baru nanti bisa terbang tinggi.”
“Serius? Jangan bohongin aku. Katanya body cultivator itu mentok di level tertentu. Semakin tinggi realm, pemahaman mereka makin rendah. Kalau kelewatan masa terbaik pencerahan, masa depan bisa hancur.”
“Kalau nggak percaya, pergi sana.”
“Kakek~!”
Pemuda itu langsung nyengir dan menggoyang lengan Chu Xiaoqi.
Chu Xiaoqi membuka mata dan tersenyum.
“Latih saja yang benar. Dipilih olehku itu kesempatan yang nggak akan kamu dapat dua kali.”
Dalam hati, dia bangga.
Oh… jadi ini rasanya jadi “kakek overpowered”.
Pemuda ini bukan cucu kandungnya.
Dia bahkan tidak punya anak.
Cuma… dia nggak mau ambil murid.
Jadi ya…
ambil cucu saja 😌
Pemuda itu manyun. “Iya iya…”
Saat itu—
sebuah sosok muncul di belakang Chu Xiaoqi.
“Divine Lord, Ultimate Sect dan Divine Clan sedang berperang!”
Sosok itu mengenakan armor hitam, bertopeng, aura gelap mengelilinginya.
Vibenya: boss final.
“Aku mengerti. Pergilah. Terus pantau.”
“Baik!”
Dia langsung menghilang.
Pemuda itu penasaran. “Kakek, kenapa kelihatannya kamu peduli banget sama Absolute Sect?”
Chu Xiaoqi tersenyum. “Salah satu adik kakek ada di sana. Dia Sect Master. Dulu kakek yang melindunginya sampai besar. Walau sekarang dia sudah mandiri… kakek tetap khawatir.”
“Wah, kakek terbaik. Aku beruntung banget ketemu kakek!”
“Hehe…”
Chu Xiaoqi senang…
tapi juga curiga.
Ini bocah lagi nyindir nggak sih? 😑
Setelah ngobrol santai, mereka lanjut kultivasi.
…
Lima puluh juta tahun berlalu.
Han Jue sekarang berusia—
800 juta tahun.
Cultivation-nya terus naik.
Baru-baru ini, satu Supreme Rule lagi lahir di Ultimate Origin World.
Tapi…
dia sengaja menyembunyikannya di atas sembilan Supreme Rules.
Pelan-pelan…
jumlah Supreme Rules di dunia ini akan terus bertambah.
Dan gap dengan Great Dao Worlds lain?
Makin lebar.
Ya jelas.
Ini dunia milik Creator Lord.
Kalau kalah cepat sama Dao Creator…
malu dong 😏
Ultimate Origin World makin kuat.
Efeknya?
Para kultivator di dalamnya juga ikut naik level.
Jumlah Great Dao Supreme dan Great Dao Sage terus bertambah.
Bahkan—
jumlah Freedom Realm di dalam dunia ini…
sudah melampaui yang di luar.
Bayangkan kalau mereka semua “meledak” bareng…
Level atas di Endless Era bisa langsung kalah jumlah.
Han Jue mengamati dunia itu.
Sejak Dugu Wu berdamai dengan para powerhouse—
perkembangannya makin gila.
Dugu Wu jadi simbol harapan.
Jenius tanpa latar belakang.
Dia membela para jenius “rakyat jelata”.
Meminta ras besar, Great Dao Fiendcelestials, dan Nether Race untuk membimbing generasi muda.
Sekarang Ultimate Origin World…
mirip awal berdirinya Endless Era.
Semua orang sibuk kultivasi.
Pertarungan?
Masih ada.
Tapi kebanyakan karena keuntungan.
Karena resource makin banyak…
konflik malah berkurang.
Han Jue keluar dari Daoist temple.
Pergi menemui Xing Hongxuan.
Beberapa tahun terakhir, dia sering keluar dan punya banyak cerita.
“Aku habis dari Chaos. Rasanya Chaos berkembang lebih cepat dari Primordial Chaos. Kayaknya Dao Ancestor bakal jadi Dao Creator duluan sebelum Huang’er.”
“Terus, Heavenly Venerate Xuan Du juga kayaknya mau bikin Great Dao World. Tapi kultivasinya masih kurang.”
“Ngomong-ngomong, kamu mau gimana dengan Heavenly Dao?”
“Ling’er sekarang dapat tugas mengawasi tatanan Endless Era. Dia lagi naik daun. Itu perintahmu ya?”
“Hahaha, Chu Xiaoqi juga sekarang punya cucu. Dia niru kamu!”
Xing Hongxuan ngomong terus.
Han Jue kebanyakan cuma dengar.
Sesekali jawab.
Padahal dia sudah tahu semua ini…
tapi tetap menarik dengar dari dia.
Seiring perubahan era…
Lord sudah jadi legenda.
Termasuk para Dao Creator.
Bagi kebanyakan makhluk hidup—
Great Dao Sage adalah batas tertinggi.
Dan itu wajar.
Hanya setelah mencapai level itu…
baru sadar ada “langit di atas langit”.
Oh ya—
Heavenly Venerate Xun juga sudah muncul.
Para powerhouse yang pernah hidup di era Great Dao Immeasurable Calamity memperhatikannya.
Tapi…
tidak ada yang berani menyentuhnya.
Kenapa?
Simple.
Dia cucu Han Jue.
Jadi ke mana pun dia pergi…
para powerhouse malah ngikutin.
Hasilnya?
Dia makin sombong 😅
Perlahan mulai mirip versi masa depannya.
Han Jue?
Tidak tertarik.
Dia bahkan sudah tahu bagaimana anak ini akan mati.
Spoiler:
dibunuh oleh tiga Primordial Chaos.
Nasibnya…
mentok segitu.
“Ngomong-ngomong,” kata Xing Hongxuan tiba-tiba, “Li Yao sudah membentuk Great Dao World, tapi belum bisa menciptakan Supreme Rules. Kamu harus bantu dia. Dia perwakilan Dao Companions kamu. Kalau nggak ada Dao Creator di antara mereka… nanti kamu dianggap nggak mampu.”
Dia tersenyum jahil.
Han Jue tertawa. “Kalau kamu sendiri?”
Xing Hongxuan santai. “Potensiku biasa saja. Pemahamanku juga standar. Aku sudah menyerah kultivasi.”
Dia sekarang fokus menikmati hidup.
Dengan power “invincible” dari Han Jue…
ya ngapain capek-capek 😌
Han Jue cuma tersenyum.
Tidak memaksa.
Setelah beberapa ratus tahun ngobrol—
Han Jue pergi ke Daoist temple milik Li Yao.
Li Yao langsung senang melihatnya.
Tapi berusaha kalem.
Mereka ngobrol sebentar.
Lalu—
Han Jue membimbingnya memahami basic rules.
Saat Li Yao membuka mata—
dia langsung merasa berbeda.
Seolah dunia terbuka.
Penuh kemungkinan baru.
Dan pikirannya…
dipenuhi ide-ide yang sebelumnya bahkan tidak pernah dia bayangkan.