Ch 1174 – Makhluk Paling Berbahaya untuk Diprovokasi

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 1174 – Makhluk Paling Berbahaya untuk Diprovokasi


Shi Tian’s Immeasurable Destruction Venerable bertanya dengan nada malas,


“Jadi… kita pilih siapa? Yang sudah jadi, atau yang masih potensial?”


Chaotic Consciousness langsung menjawab tanpa ragu,


“Tentu yang sudah jadi.”


“Kita tidak punya waktu untuk menunggu.”


“Semakin cepat kita bantu seseorang menjadi Dao Creator, semakin menguntungkan bagi kita.”


Dia berhenti sejenak, lalu berkata,


“Kita pilih Han Liang.”


“Dia bukan orang biasa. Sudah lama diam… mungkin ini waktu terbaik untuk mendorongnya naik.”


Shi Tian mengangguk pelan.


Nama itu tidak asing.


Han Liang—


Dulu dikenal sebagai jenius nomor satu di Endless Era.


Bahkan pernah berkultivasi langsung di bawah Han Jue.


Pilihan yang sangat masuk akal.


Keduanya tidak bicara lagi.


Mereka langsung pergi.



Sementara itu, efek dari pertarungan Han Jue vs Ultimate Evil Chaotic Devil mulai terasa.


Tidak ada yang benar-benar melihat pertarungan itu—


Karena diisolasi oleh Ninth Chaos.


Tapi…


Aura yang tersisa saja cukup membuat semua makhluk besar merasa ngeri.


Perasaan yang sama muncul di mana-mana:


Sesuatu besar sedang berubah.


Dan seperti biasa dalam dunia kultivasi—


Responnya cuma satu:


➡️ Semua masuk mode bertapa.



Waktu berlalu panjang.


Great Dao Worlds berkembang pesat.


Generasi lama mundur.


Generasi baru naik.


Nama-nama besar seperti:

  • Han Huang

  • Creation Emperor

  • Ultimate God of Punishment

  • Laozi

  • Pangu

  • Formless World


…perlahan berubah menjadi legenda.


Bukan karena mereka lemah—


Tapi karena mereka tidak lagi muncul.


Era baru benar-benar dimulai.



300 juta tahun kemudian.


Han Jue keluar dari seclusion.


Sebenarnya dia mau lanjut sampai 500 juta tahun…


Tapi ada satu orang datang.


👉 Han Liang.


Dia sudah menunggu jutaan tahun.


Begitu dipanggil, dia langsung masuk ke Daoist temple.


Dia berlutut dengan hormat.


“Grandpa… lama tidak bertemu.”


“Maaf aku jarang datang…”


Han Jue tersenyum santai.


“Kamu bahkan sudah lewat 500 juta tahun tidak datang.”


Han Liang tertawa canggung.


“Aku sibuk jadi hebat, biar tidak mempermalukanmu.”


“Sekarang aku sudah punya Great Dao World sendiri.”


Lalu dia mulai flexing.


“Grandpa, duniaku luar biasa.”


“Bahkan bisa menyerap kekuatan aturan dari blank domain.”


“Aku tidak pernah bilang ke siapa pun. Cuma ke Grandpa.”


Han Jue tersenyum tipis.


“Oh? Hebat sekali.”


Tapi di dalam hati—


Dia tahu ini bukan hal biasa.


Han Liang memang spesial.


Dia adalah Fiendcelestial generasi baru.


Bakatnya setara dengan Primordial Fiendcelestial.


Lebih menarik lagi—


Dia punya potensi destruksi absolut,


tapi memilih jalan penciptaan.


Dan di situlah paradoksnya:


👉 Mencipta = juga menghancurkan aturan lama



Setelah beberapa waktu ngobrol…


Akhirnya Han Liang buka topik sebenarnya.


Dia terlihat ragu.


“Grandpa…”


“Akhir-akhir ini ada dua Dao Creator yang bantu aku terus.”


“Chaotic Consciousness dan Shi Tian…”


“Aku butuh apa pun, mereka kasih.”


“Aku jadi… agak khawatir.”


Han Jue langsung paham.


Dia tersenyum santai.


“Mereka salah langkah sebelumnya.”


“Sekarang mereka mau menebus.”


“Dan… kamu memang layak untuk mereka dekati.”


Han Liang menghela napas lega.


Han Jue lanjut,


“Kalau nanti kamu jadi Dao Creator…”


“Balas saja kebaikan mereka.”


“Kamu bukan orang yang lupa jasa, kan?”


Han Liang langsung tegak.


“Tentu tidak!”


“Bagus. Jalani saja.”



Tiba-tiba Han Liang jadi penasaran.


“Grandpa… tadi maksudmu apa?”


“Ada Dao Creator yang melawanmu?”


Han Jue tersenyum.


“Bukan seperti itu.”


“Tapi kamu tidak perlu tahu.”


“Sejak kapan cucu berani interogasi kakeknya?”


Han Liang langsung ganti topik 😅


“Kalau Chu Xiaoqi… dia benar sepupuku?”


Han Jue jawab santai,


“Bisa dibilang begitu.”


Han Liang terdiam.


Banyak hal mulai nyambung di kepalanya.



Lalu dia mencoba hal nekat.


“Grandpa…”


“Boleh spar?”


“Simulation trial aja.”


“Aku mau tahu sejauh apa gap kita.”


Han Jue langsung senyum lebar.


“Oh, kamu serius?”


“Serius!”


Satu napas kemudian—


➡️ Masuk simulation.


Satu napas setelah itu—


➡️ Keluar lagi.


Han Liang sudah duduk di lantai.


Napas berat.


Mata merah.


Tubuh gemetar.


Dia bahkan belum sempat benar-benar menyerang.


Tapi saat melihat Han Jue serius—


Dia langsung merasa:


👉 Ini bukan pertarungan.

👉 Ini adalah kematian yang ditunda.


Han Jue bertanya santai,


“Sekarang tahu sejauh apa jaraknya?”


Han Liang… tidak bisa jawab.


Karena dia bahkan tidak bisa mengukur gap itu.


Itu bukan selisih level.


Itu beda dimensi eksistensi.


Han Jue melambaikan tangan.


“Sudah. Pergi.”


Han Liang langsung kabur 😅


Bahkan lupa pamit.



Han Jue tertawa kecil.


“Jarang ada yang berani menantangku.”


“Cucu yang bagus.”


Dia benar-benar menikmati itu.


Untuk pertama kalinya setelah sekian lama—


Dia merasa dunia ini…


lebih hidup.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%