“Mulai hari ini…”
Han Jue menatap delapan bersaudara labu yang berlutut di depannya.
“Semua harus tinggal di gunung dan kultivasi.”
“Tanpa izinku, tidak boleh turun gunung.”
Nada suaranya lembut.
Tapi auranya?
Serius level kepala sekolah.
Delapan bersaudara langsung menjawab kompak.
“Kami mengerti!”
Saat ini mereka masih sangat patuh.
Masalahnya…
Mereka belum sadar aturan itu kemungkinan berlaku…
ribuan tahun.
Han Jue lalu duduk di bawah Fusang Tree.
Dia melambaikan tangan.
“Kesini.”
Delapan bersaudara mendekat dengan patuh.
Murid-murid lain langsung tahu.
Oh.
Kelas baru lagi.
Han Jue berpikir sebentar.
Lalu memutuskan mengajari mereka:
Six Paths of Reincarnation Technique.
Alasannya sederhana.
Teknik ini sebentar lagi akan dia tinggalkan.
Dia tidak takut dilampaui.
Kalau mereka memang bisa melampaui…
Berarti dia sukses sebagai guru.
Lagipula…
Dia bisa mengajari level demi level.
Teknik Jade Pure Sacred Sect lainnya?
Tidak cocok.
Para murid lain punya inheritance sendiri.
Delapan labu?
Tidak punya apa-apa.
Kalau tidak dia ajari…
Ya kasihan juga.
Selain itu Han Jue sudah menyiapkan asuransi spiritual.
Sebelum mereka lahir…
Dia sudah menanamkan Six Paths Insignia pada mereka.
Artinya?
Kalau mereka mau memberontak…
Nasib mereka akan sangat tragis.
Han Jue selalu main aman.
Setelah seharian penuh mengajar teknik kultivasi…
Han Jue kembali ke guanya.
Melanjutkan kultivasi.
Dalam hati dia cukup optimis.
Potensi delapan bersaudara ini…
Gila.
Kalau mereka berkembang dengan baik…
Suatu hari nanti bisa jadi bodyguard dunia.
Sayangnya…
Tidak semua orang senang.
Beberapa murid mulai merasa terancam.
Termasuk…
Long Hao.
Dia melihat bakat delapan labu.
Lalu diam-diam berpikir:
“Kalau begini terus…”
“Posisi murid senior bisa direbut.”
Dunia kultivasi.
Persaingan selalu ada.
Empat Puluh Tahun Kemudian
Han Jue hampir mencapai:
Perfected Reincarnation Golden Immortal Realm.
Satu langkah lagi.
Suatu hari dia membuka mata.
Rutinitas favorit dimulai.
Book of Misfortune + cek email.
Email pertama langsung menarik.
• Ji Xianshen diserang kultivator Jie School, luka berat.
Han Jue mengangguk.
“Dunia makin ramai.”
Email kedua:
• Li Yao bergabung dengan Heavenly Court.
Han Jue tersenyum.
“Lumayan cepat.”
Setidaknya dia tidak mati di jalan.
Berikutnya:
• Fang Liang diserang 140.234 kali.
Han Jue:
“….”
Anak ini benar-benar magnet masalah.
• Murong Qi mendapatkan War God providence.
• Divine General diserang Immortal Emperor 17 kali.
• Heavenly Emperor sendiri diserang oleh mighty figure.
Han Jue mengangkat alis.
Situasi Heavenly Court sepertinya…
sedang panas.
Lalu satu email lagi yang bikin dia berhenti.
• Su Qi – bad luck diserap seseorang.
Han Jue langsung mengernyit.
Ini aneh.
Biasanya orang mati karena bad luck Su Qi.
Sekarang malah ada orang…
menyerapnya.
Itu seperti menyedot radioaktif kosmik.
Siapa orang gila itu?
Han Jue juga melihat:
• Xuan Qingjun diserang Heavenly Soldier 3281 kali.
Han Jue:
“…”
Pacarnya juga tidak kalah sibuk.
Han Jue langsung mengambil Heavenly Dao Token.
Menghubungi Di Taibai.
Koneksi baru tersambung.
Di Taibai langsung berkata:
“Tunggu saja nanti!”
“Aku sedang bertarung sampai mati!”
Klik.
Koneksi putus.
Han Jue menatap tokennya.
“….”
Situasinya ternyata benar-benar serius.
Apakah Jie School lebih kuat dari Demon Court?
Han Jue langsung mengecek sekeliling Reroll World.
Tidak ada musuh kuat.
Aman.
Dia lalu memantau dunia lewat Heavenly Dao.
White-Robed Buddha sudah kembali secluded cultivation.
Tapi pengaruh Chan School masih menyebar.
Dao Sect sebenarnya punya tiga cabang utama:
• Chan School
• Jie School
• Human School
Walau beda nama…
Semua berasal dari Dao Sect.
Teknik Chan School sudah menyebar luas di dunia fana.
Banyak kultivator memakai teknik itu sebagai fondasi.
Akibatnya?
Reroll World sekarang masuk era kultivasi emas.
Han Jue tidak bisa menahan kagum.
“White-Robed Buddha… memang kompeten.”
Dia sendirian sudah memperkuat dunia ini.
Han Jue dalam hati berpikir.
“Mungkin suatu hari harus benar-benar menaklukkan dia.”
Tool yang bagus…
Sayang kalau cuma dipakai setengah.
Tapi Han Jue segera menghentikan pikirannya.
Kultivasi lebih penting.
Dia kembali meditasi.
Heavenly Court
Numinous Palace
Heavenly Emperor duduk di takhta.
Wajahnya datar.
Di luar istana…
Langit penuh pertempuran immortal.
Benar-benar chaos.
Tiba-tiba seseorang menerobos masuk.
Seorang pria berjubah Dao emas.
Tiga pedang melayang di belakangnya.
Aura kuat.
Namanya:
Xian Chenzi.
Dia menatap Heavenly Emperor.
“Apakah kita masih harus bertarung?”
“Bebaskan jiwa murid-muridku.”
“Aku akan membawa Jie School mundur.”
Heavenly Emperor tersenyum tipis.
“Kalian pikir beberapa murid Jie School bisa mengguncang Heavenly Court?”
Xian Chenzi membelai janggutnya.
“Kami hanya ingin menyelamatkan murid kami.”
“Dan berkultivasi dengan damai.”
Heavenly Emperor menjawab santai.
“Tidak mungkin.”
“Mereka bersalah saat Immeasurable Calamity.”
“Itu hukuman Heavenly Dao.”
Lalu dia menatap Xian Chenzi.
“Jangan melawan langit.”
Xian Chenzi menyipitkan mata.
Dia mengangkat tangan.
Tiga pedang di belakangnya langsung berubah menjadi puluhan bayangan pedang.
Situasi mulai panas.
Tiba-tiba—
Empat pilar cahaya turun dari langit.
Mengurungnya.
Aura menekan seluruh istana.
Xian Chenzi terkejut.
“Four Extreme Emperors!”
“Jadi kau memang menungguku.”
Heavenly Emperor tersenyum.
“Jie School bisa menanam mata-mata di Heavenly Court.”
“Kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang sama?”
Lalu dia berkata dingin:
“Four Extreme Emperors.”
“Bunuh dia.”
“Segel jiwanya di pilar istana.”
“Selamanya.”
Empat suara menjawab bersamaan.
“KILL!”
Empat Tahun Kemudian
Han Jue sedang kultivasi.
Tiba-tiba dia merasakan aura familiar.
Dia mengangkat alis.
“Xuan Qingjun?”
Kenapa dia turun ke dunia fana?
Dan…
Bagaimana dia melewati Divine Lord Wu De?
Di sebuah hutan dekat Jade Pure Sacred Sect.
Xuan Qingjun sedang duduk meditasi.
Dia menyerap Immortal Qi dari Cultivate Diligently Mountain untuk menyembuhkan luka.
Tiba-tiba—
Han Jue muncul di depannya.
Xuan Qingjun membuka mata.
Terkejut.
“Grand Unity True Immortal?”
Dia benar-benar tidak percaya.
Dia sudah kerja keras di Immortal World.
Mendapat banyak peluang.
Baru saja mencapai Grand Unity True Immortal.
Tapi Han Jue?
Sudah jauh di atas itu.
Han Jue melihat lukanya.
Dia mengangkat tangan.
Dharmic power lembut mengalir.
Menyembuhkan kepalanya.
Xuan Qingjun terdiam.
Dharmic power ini…
Dalam.
Dalam sekali.
Dia bahkan merasa seperti menghadapi gurunya di Jie School.
Dia benar-benar shock.
Han Jue sambil menyembuhkan bertanya:
“Kenapa kamu turun?”
Xuan Qingjun menghela napas.
“Aku kabur.”
“Aku bergabung dengan sebuah sekte…”
“Yang ternyata menyerang Heavenly Court.”
“Aku terpaksa ikut.”
“Tapi…”
Dia berhenti sejenak.
Wajahnya suram.
“Semua… dimusnahkan.”
Han Jue mengangkat alis.
Dimusnahkan?
Heavenly Court ternyata segila itu.
Padahal Demon Court saja susah dilawan.
Xuan Qingjun berkata pelan.
“Pertempuran itu membuatku sadar…”
“Kenapa Heavenly Court bisa mengatur aturan langit.”
Dia terlihat sangat frustrasi.
Dia baru saja menemukan sekte kuat.
Beberapa tahun kemudian…
langsung hancur.
Sekarang dia tidak punya tempat pulang.
Bahkan harus hati-hati dari pengejar Heavenly Court.
Han Jue berkata santai.
“Tidak apa.”
“Aku bisa melindungimu.”
Lalu dia menatapnya.
“Tapi satu hal.”
“Bagaimana kamu bisa melewati para immortal penjaga luar dunia?”