← Sebelumnya Berikutnya →

Chapter 758 - Kepercayaan


Masalah Human Race langsung memicu diskusi panas di antara para Sage.


Mungkin karena sudah lama banget Heavenly Dao nggak mengalami kekacauan kayak gini, para Sage malah terlihat… antusias.


Iya, antusias.


Kayak lagi nonton drama.


Han Jue? Nggak peduli.


Human Emperor itu nggak bisa mewakili seluruh Human Race.


Human Race memang ras milik Heavenly Dao, tapi Human Emperor bukan “protagonis utama” Heavenly Dao.


Ratusan ribu tahun kedamaian…


Cukup buat manusia lupa rasa takut.


Masuk akal.


Han Jue mulai bosan.


Begitu tahu nggak ada hal serius, dia langsung berdiri dan pergi.


Para Sage nggak menahannya.


Malah… diam-diam lega.


Selama Han Jue ada di sana, mereka selalu was-was.


Soalnya posisi Han Jue itu—


“Kalau dia ngomong, ya itu jadi keputusan final.”


Sekarang dia pergi?


Artinya: gue nggak peduli urusan beginian.


Dan ya…


Masuk akal juga.


Level dia udah beda jauh.


Setelah Han Jue pergi—


Jin Shen langsung buka suara.


“Dia melawan Heavenly Dao dan mengganggu kedamaian. Bunuh saja, ganti Human Emperor.”


Langsung to the point. Nggak pake basa-basi.


Li Taigu menggeleng.


“Aku sarankan kita awasi Human Emperor Temple.”


“Human Race itu ras Heavenly Dao. Tanpa dukungan Human Emperor Temple, mereka nggak akan berani seganas ini.”


Fang Liang ikut bicara.


“Masalahnya, Human Race sekarang nggak punya standar.”


“Human Emperor dipilih karena kekuatan, bukan karena status Sage.”


“Aku tahu seorang jenius manusia. Punya kekuatan untuk menaklukkan dunia, dan potensinya juga tinggi.”


Para Sage mulai debat.


Satu per satu menyampaikan opini.


Akhirnya—


Keputusan tercapai.


Kalau ini terjadi sebelum calamity sebelumnya…


Mungkin mereka bakal cuek.


Tapi sekarang?


Heavenly Dao lagi fase ekspansi ke Chaos.


Kalau dalamnya kacau—


Yang di luar ikut goyah.


Dan itu… bahaya.



Buzhou Divine Mountain.


Di bawah pohon tua—


Han Yu duduk bersila.


Pemandangan di puncak gunung itu luar biasa.


Kalau melihat ke bawah tebing—


Pegunungan yang berlapis-lapis muncul dari awan, seperti tulang punggung naga raksasa.


Megah.


Sunyi.


Han Yu duduk diam.


Baju putihnya bersih tanpa noda.


Auranya tenang.


Seperti pertapa sejati.


Tiba-tiba—


Sosok muncul di depannya.


Long Hao.


Bukan tubuh asli.


Cuma phantom.


Han Yu membuka mata.


“Ada apa?”


Dingin. Singkat. Nggak ramah.


Long Hao tersenyum.


“Dingin banget sih. Nggak boleh main ke sini tanpa alasan?”


“Aku sekarang Sage, loh. Nggak mau sujud dulu?”


Han Yu langsung memutar mata.


Cuekin.


Long Hao juga nggak marah.


Udah biasa.


Dia tertawa kecil.


“Kamu sekarang Great Ancestor Human Race.”


“Mau nggak tampil dan memimpin mereka?”


Han Yu mengernyit.


“Human Emperor sekarang bikin masalah?”


Jelas dia sudah dengar kabarnya.


Long Hao mengangguk.


“Ratusan tahun lalu, di Human Race Ceremony…”


“Dia bilang manusia lebih tinggi dari Sage.”


“Dan ingin menyatukan langit.”


Dia berhenti sebentar.


“Menurutmu… itu aman?”


Kalau orang biasa yang ngomong, ya cuma omongan orang sombong.


Tapi ini Human Emperor.


Berbeda level.


Han Yu mengernyit lebih dalam.


Lalu menggeleng.


“Tidak.”


“Aku tidak tertarik masuk dunia.”


“Cari orang lain.”


Dia berhenti sebentar.


Lalu menambahkan—


“Terima kasih.”


Long Hao sudah attain Dao.


Tapi masih peduli padanya.


Han Yu cukup tersentuh.


Di Dragon Race sendiri—


Banyak jenius.


Long Hao bukan satu-satunya.


Dan jelas—


Dia juga bukan yang paling kuat.


Long Hao menatap Han Yu dalam-dalam.


“Kamu tidak buruk.”


“Mungkin suatu hari nanti…”


“Kamu akan melampaui bayangan dunia.”


Selesai bicara—


Dia menghilang.


Han Yu bengong.


Nggak ngerti maksudnya.


Tapi ya sudah.


Kalau nggak ngerti—


Nggak usah dipikir.


Dia menutup mata.


Lanjut kultivasi.


Dia sudah melepas emosi.


Melepas dunia fana.


Yang dia inginkan sekarang—


Cuma satu:


Kultivasi.


Sendiri.


Dalam waktu yang panjang.


Kesepian?


Nggak masalah.


Selama dia punya Dao.



Sepuluh ribu tahun berlalu.


Han Jue membuka mata.


Melihat ke arah Immortal World.


Human Race masih ada.


Dan…


Sudah damai.


Di bawah “rekayasa halus” para Sage—


Human Emperor baru muncul.


Yang lama?


Sudah dijatuhkan ribuan tahun lalu.


Sekarang semuanya stabil.


Dunia kembali tenang.


Dan seperti biasa—


Semua orang lupa.


Di Heavenly Dao, setiap tahun ada kejadian baru.


Siapa yang peduli masa lalu?


Sekarang adalah era jenius.


Catatan sejarah penuh dengan nama-nama jenius.


Tapi standar jenius sekarang beda.


Bukan cuma soal bakat.


Harus punya Heavenly Dao merit juga.


Harus berkontribusi untuk semua makhluk.


Untuk Heavenly Dao.


Generasi pertama jenius—


Sudah jadi penguasa berbagai dunia kecil.


Merit mereka nggak ada habisnya.


Para Daoist keliling dunia.


Menyebarkan teknik Dao.


Kultivasi jadi sesuatu yang “umum”.


Bukan lagi eksklusif.


Han Jue lalu melihat ke Reroll World.


Dunia itu—


Dirawat dengan baik karena dirinya.


Selalu jadi nomor dua setelah Loose Heaven Realm.


Loose Heaven Realm juga ikut menjaga Reroll World.


Soalnya—


Sudah bukan rahasia lagi kalau Great Loose Heaven masuk Hidden Sect.


Dengan providence sebesar itu—


White-Robed Buddha sudah jadi Pseudo-Sage.


Tapi…


Masih early-stage.


Naik levelnya susah banget.


Dulu, bisa jadi Pseudo-Sage dalam ratusan ribu tahun saja sudah gila.


Jadi Han Jue nggak buru-buru bantu.


Biarkan dia “matang” dulu.


Setelah itu—


Han Jue cek email lagi.


[Teman baikmu Di Jiang diserang anakmu Han Tuo.]


(Disciple-mu Zhou Fan diserang teman baikmu Empress Houtu.)


(Teman baikmu Evil Heavenly Emperor diserang teman baikmu Zhu Jiuyin.)


(Teman baikmu Pan Xin diserang sosok misterius dan terluka parah.)


[Teman baikmu Divine Lord Peacock memahami Karma Mystical Power. Kultivasinya meningkat pesat.]


[Grand-disciple-mu Chu Shiren mendirikan Buddhist World. Kultivasinya meningkat pesat.]


( Dao Companion-mu Xing Hongxuan memahami Great Dao Mystical Power karena anakmu.)


[Teman baikmu Li Daokong mendapatkan bimbingan dari teman baikmu Ancestor Xitian. Kultivasinya meningkat pesat.]



Heavenly Court vs Great Dao Tower…


Lawan dua belas Ancestral Magi?


Tapi—


Nggak ada yang mati.


Berarti belum serius.


Han Jue juga nggak niat ikut campur.


Kalau sampai kacau—


Yang sial tetap Ancestral Magi.


Dan ya…


“Nggak semua teman baik itu benar-benar teman.”


Han Jue melirik ke bawah.


Xing Hongxuan…


Benar-benar menganggap janin dalam kandungannya sebagai “alat kultivasi”.


Sampai bisa memahami Great Dao Mystical Power.


Gila sih.


Ini anak gue… tapi juga guru?


Lalu Han Jue melihat Li Daokong dan Ancestor Xitian.


Mereka sudah bekerja sama di faksi Life?


Terus…


Kenapa Shi Dudao nggak dibantu?


Begitu teringat Shi Dudao—


Han Jue langsung sadar.


“Eh… gue kayaknya agak nge-neglect dia ya…”


Setelah selesai baca email—


Han Jue mengirim mimpi ke Shi Dudao.


Dengan identitas:


Dark Forbidden Lord.



Dalam mimpi—


Langit penuh bintang gelap.


Mereka berdiri di samping sebuah matahari.


Shi Dudao membuka mata.


Begitu melihat sosok hitam misterius—


Dia langsung kaget sekaligus senang.


“Salam, Dark Forbidden Lord!”


Langsung berlutut.


Sikap penuh hormat.


Han Jue berkata pelan,


“Kamu sudah bekerja keras selama ini.”


Shi Dudao menahan emosinya.


“Tidak! Saya justru harus berterima kasih!”


Han Jue melanjutkan,


“Kelihatannya berbahaya, tapi ini juga kesempatan.”


“Manfaatkan dengan baik.”


“Aku akan bertindak saat waktunya tepat.”


“Kalau aku tidak muncul…”


“Berarti waktunya belum tiba.”


Shi Dudao langsung mengangguk.


Dia paham.


Seperti yang dia duga—


Faksi Life…


Adalah ciptaan Dark Forbidden Lord.


Semua ini—


Hanya sandiwara.


Begitu menyadari itu—


Rasa hormatnya melonjak drastis.


Fakta bahwa Dark Forbidden Lord datang sendiri ke mimpinya…


Dan memberitahu kebenaran…


Itu artinya—


Dia dipercaya.


Dan untuk kepercayaan itu—


Shi Dudao siap melakukan apa saja.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .