Ch 764 - Takdir, Mengumpulkan Kredit

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

← Sebelumnya Berikutnya →

Chapter 764 - Takdir, Mengumpulkan Kredit


Para Sage berdiskusi cukup lama.


Akhirnya—


Ji Xianshen dipilih sebagai Sage baru.


Jujur saja…


Agak bau-bau “menjilat”.


Tapi kalau dilihat dari kualifikasi?


Memang layak.


Dia Pseudo-Sage.


Menguasai Heavenly Race.


Sejak Heavenly Race “dibuang” ke netherworld oleh para Sage—


Mereka justru diam-diam berkembang.


Ditambah dukungan Heavenly Calamity Emperor—


Heavenly Race bahkan menikah dengan Calamity Race.


Hasilnya?


Semakin kuat.


Han Jue sendiri baru sadar—


“Eh… gue sudah lama nggak merhatiin murid ini…”


Sejak bikin kesalahan dulu—


Ji Xianshen langsung mode tobat total.


Kultivasi diam-diam.


Tanpa keluhan.


Respect sih.



Heavenly Venerate Xuan Du lanjut.


“Selanjutnya—Primordial Ten Sages.”


“Legenda saja tidak cukup untuk meyakinkan Chaos.”


“Kita perlu memilih sepuluh jenius nyata.”


“Perwakilan Heavenly Dao.”


“Dan… mereka tidak boleh Sage.”


Han Jue dalam hati:


“Ini orang… serius banget main narasi.”


Dia sampai hampir ketawa.


Tapi harus diakui—


Strateginya jenius.


Bagi Great Dao Sage mungkin terlihat konyol.


Tapi bagi makhluk biasa?


100% kemakan.


Heavenly Venerate Xuan Du memang jago manajemen.


Lihat saja Reincarnation Space—


Masih berkembang sampai sekarang.


Bukti nyata.


Para Sage mulai menyebut nama kandidat.


Satu per satu.


Han Jue akhirnya buka suara.


“Tidak perlu memilih dari Hidden Sect.”


“Kalau terlalu dominan… tidak bagus.”


“Heavenly Dao juga harus memberi kesempatan pada yang lain.”


“Semakin besar Heavenly Dao…”


“Kekuatan para Sage akan tersebar.”


“Semua akan ikut naik.”



Semua Sage langsung:


“Wah, bijak sekali!”


Padahal?


Han Jue cuma mikir:


“Gue males ribet aja.”


Tapi ya—


Image harus dijaga.


Setelah itu—


Dia nggak ikut diskusi lagi.


Biarkan mereka yang ribut.



Setelah urusan Primordial Ten Sages selesai—


Pan Xin tiba-tiba ngomong.


“Life telah melukaiku.”


“Kapan Heavenly Dao akan menghancurkan mereka?”


Nada suaranya penuh emosi.


Kesel banget.


Semua Sage langsung diam.


Life itu…


Bukan level mereka.


Entah berapa banyak Great Dao Sage di dalamnya.


Han Jue bertanya santai,


“Life ngapain ke kamu?”


Pan Xin menggertakkan gigi.


“Mereka mengincar Chaotic Heavenly Road.”


“Dan aku curiga—”


“Salah satu Supreme Treasure-ku dicuri!”



Semua Sage: 👀


South Extreme Heavenly Venerate langsung kepo.


“Yang mana?”


“Heaven-Opening Axe atau Chaotic Green Lotus?”



Suasana jadi aneh.


Tatapan semua orang ke Pan Xin berubah.


Kayak—


“Serius? Bisa kecolongan?”


Pan Xin tiba-tiba merasa tidak nyaman.


Seperti masuk kandang harimau.


“Aku bilang… ada yang hilang!”


Dia sendiri sebenarnya nggak yakin.


Soalnya—


Yang dia lakukan cuma ngamuk karena kalah.


Heaven-Opening Axe bahkan dia hancurkan sendiri buat pelampiasan.


Tapi ya…


Butuh kambing hitam.


Han Jue menyipitkan mata.


Mencoba deduksi.


Tapi—


Gagal.


Providence Pan Xin terlalu besar.


Nggak bisa ditembus.


Walaupun budak—


Dia tetap orangnya Han Jue.


Harus dibela.


Han Jue berkata tenang,


“Aku akan perhatikan masalah ini.”


“Tapi kekuatan Life… tidak bisa diremehkan.”


“Jangan bertindak gegabah.”


“Mungkin… tanpa kita pun mereka akan hancur.”


Pan Xin hanya bisa menahan diri.


Para Sage lain juga lega.


Heavenly Dao baru saja menikmati kedamaian ratusan ribu tahun.


Nggak ada yang mau perang lagi.


Bagi Sage—


Ratusan ribu tahun itu…


Cuma sebentar.


Mereka lebih suka kultivasi.


Kayak Han Jue—


Tutup mata…


Buka lagi…


Dunia sudah berubah.



Dua jam kemudian—


Rapat bubar.


Han Jue kembali ke Daoist temple.


Seperti biasa—


Teleport ke Dao Field kedua.


Melepaskan Extreme Darkness Fiendcelestial.


Murong Qi langsung handle.


Profesional.


Setelah itu—


Han Jue kembali ke Dao Field utama.


Duduk.


Mulai kultivasi.


Dalam pikirannya—


Life itu bom waktu.


Cepat atau lambat—


Pasti bentrok dengan Heavenly Dao.


Masalahnya…


Dia belum bisa menang lawan First Life Black Sovereign.


Tekanan mulai terasa.


“Harus cepat breakthrough…”


“Semakin cepat mencapai Great Dao…”


“Semakin aman.”



Di ruang gelap penuh kabut—


Tiga sosok duduk di kolam.


Li Daokong.


Shi Dudao.


Dan—


Ancestor Xitian.


Tapi…


Dia sudah berubah.


Jubah Dao hitam.


Aura gelap.


Ada “garis vertikal” di dahinya.


Lebih mirip iblis daripada Buddha.


Mental demon vibes.


Tiba-tiba—


Suara besar bergema.


“Misi pertama kalian datang.”


“Harus berhasil!”


Tiga orang membuka mata.


Suara itu lanjut.


“Ancestor Xitian.”


“Sebagai pemimpin Three Lives—”


“Pergi tangkap Heavenly Sect Master dan Devil Ancestor Luo Hou.”



Ancestor Xitian langsung mengernyit.


“Heavenly Sect Master terlalu kuat.”


“Kami bukan lawannya.”


“Dan Luo Hou… itu klon Dharma idol Dao Ancestor.”


“Setelah memprovokasi Great Dao Divine Spirit…”


“Kalian mau memprovokasi Dao Ancestor juga?”


Li Daokong dan Shi Dudao juga mengerutkan kening.


Dua nama itu—


Legenda hidup.


Suara itu menjawab santai.


“Heavenly Sect Master sudah terluka parah olehku.”


“Kekuatannya tidak sampai 10%.”


“Kalian bisa membujuknya.”


“Untuk Luo Hou…”


“Dao Ancestor tidak akan muncul hanya untuk satu klon.”


“Setelah mereka jadi Life…”


“Mereka akan mengikuti kalian.”



Ancestor Xitian diam.


Tiba-tiba—


Pintu cahaya muncul.


Li Daokong dan Shi Dudao saling melirik.


Mereka semua punya agenda masing-masing.


Tapi—


Belum lama masuk Life…


Sudah disuruh kerja.


Li Daokong → kerja untuk Han Jue

Shi Dudao → percaya Dark Forbidden Lord adalah identitas asli


Arah mereka?


Berbeda.


Yang satu mau hancurkan Life.


Yang satu mau menyatu dengan Life.


Ancestor Xitian berdiri.


Menuju pintu.


“Mari.”


“Mungkin ini takdir.”


Shi Dudao langsung ikut.


Li Daokong ragu sebentar—


Lalu ikut juga.


Mereka sudah kultivasi ratusan ribu tahun.


Sekarang waktunya…


Uji hasil.



Di aula gelap—


Divine Robe Daoist duduk di dalam pilar cahaya merah.


Jubahnya berkibar pelan.


Tiba-tiba—


Seseorang datang.


Curse Fiendcelestial.


Dia membungkuk.


“Exalted God… saya butuh bantuan.”


Divine Robe Daoist membuka mata.


Menatapnya.


Dingin.


Berbeda dari dulu.


Dalam pikirannya—


“Kalau gue bunuh dia sekarang…”


“Dapat kredit dari Han Jue nggak ya?”



Curse Fiendcelestial mulai merasa tidak enak.


“Kenapa… dingin banget?”


Dulu—


Mereka santai.


Sekarang?


Kayak musuh.


Dia sempat mikir—


“Jangan-jangan efek kalah dari Han Jue…”


Sambil mikir—


Dia bicara.


“Divine Lord Peacock terus mengejarku.”


“Kalau begini… aku bisa mati.”


Matanya penuh amarah.


Lucunya—


Sekarang dia lebih benci Divine Lord Peacock…


Daripada Han Jue 😅

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .