Ch 771 - Grand Primordium Fiendcelestial

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 771 - Grand Primordium Fiendcelestial


Mendengar jawaban pria itu, Han Jue agak tertegun.


Dulu, Li Qingzi sering pakai berbagai cara buat “ngebujuk” dia keluar…


Tapi tetap ditolak mentah-mentah.


Sekarang?


Sudah sejuta tahun berlalu.


Li Qingzi… sudah bukan Li Qingzi yang dulu.


Mungkin jiwanya masih sama.


Tapi orangnya?


Sudah berubah tanpa sadar.


Han Jue tiba-tiba merasa—


Reinkarnasi itu… nggak ada artinya.


Pada akhirnya—


Yang benar-benar diuntungkan dari reinkarnasi cuma para mighty figure yang turun ke dunia fana buat “latihan”.


Kalau untuk manusia biasa?


Apa bedanya minum sup Meng Po…


Dengan langsung lenyap total?


Nggak semua orang punya kesempatan “bangun ingatan masa lalu”.


Mungkin—


Reinkarnasi itu cuma cara para mighty figure menghindari negative karma karena membunuh roh.


Toh, jiwa baru terus lahir dari Heavenly Dao.


Nggak harus dari netherworld.



Han Jue tersenyum.


“Yakin nggak mau belajar?”


Pria itu langsung waspada.


“Mau apa kamu?!”


“Ini wilayah Jade Pure Sacred Sect!”


“Kalau kamu berani nyerang—”


“Kamu bakal ketahuan!”


Han Jue langsung ngakak dalam hati.


“Semakin kamu nolak…”


“Semakin gue pengen ngajarin.”


“Tenang saja.”


“Walaupun kamu teriak sampai suara habis…”


“Nggak ada yang dengar.”


“Bambu ini sudah aku isolasi.”



Pria itu langsung kabur.


Cepat.


Refleks.


Tapi—


Han Jue cuma angkat tangan.


Whoosh—


Langsung ditarik balik.


BRAK!


Mukanya nempel tanah.


Nggak bisa gerak.


Seperti ditekan gunung.


Han Jue berkata santai,


“Nak… kamu kurang waspada.”


“Harusnya begitu lihat aku—”


“Kamu langsung kabur.”


“Kamu nggak merasakan kehadiranku sebelumnya.”


“Itu berarti aku mendekat dengan niat tersembunyi.”


“Pelajaran ini…”


“Buat kehidupanmu berikutnya ya.”


Senyum Han Jue…


Sadis banget.


Pria itu langsung putus asa.


“Gue… goblok banget…”


Penyesalan datang terlambat.


Mental hancur.


Langsung pingsan.



Beberapa saat kemudian—


Dia bangun.


Matahari menyinari wajahnya.


Gatal.


Dia membuka mata.


Lalu—


Langsung lompat!


Panik.


Melihat sekitar.


Han Jue?


Sudah nggak ada.


Aneh.


Dia bahkan nggak bisa mengingat wajahnya.


“Mimpi?”



Tiba-tiba—


Dia merasa ada sesuatu di pikirannya.


Memori baru.


Sebuah teknik pedang.


Heavenly Sword Dao!


“…Ini nyata?!”


Dia meraba tubuhnya.


Utuh.


Nggak luka.


Pakaiannya juga bersih.


“Dia itu… siapa?”


Dia mencoba memahami teknik itu.


Dan…


Semakin dalam dia menyelami—


Semakin terkejut.


“Ini… bukan sekadar teknik…”


“Ini… Sword Dao!”


Dominan.


Mutlak.


Menindas segalanya.


Pria itu bergumam,


“Aku… kena musibah atau malah dapat berkah?”


Dia mencoba mengingat sosok Han Jue.


Gagal.


Tapi—


Ada rasa familiar.


Aneh.


Seperti pernah kenal…


Sangat lama.


Perasaan itu—


Tiba-tiba berubah jadi kesedihan.


Dia terdiam.


Kosong.



Di dalam Daoist temple.


Han Jue membuka mata.


Mengernyit.


Seratus tahun telah berlalu.


Fragmen jiwa itu—


Sudah selesai menjalani “perjalanannya”.


Semua memorinya kembali ke Han Jue.


Dia menghela napas.


“Lumayan…”


Dia bertemu beberapa teman lama.


Walaupun dunia sudah berubah—


Kenangan tetap ada.


Han Jue menenangkan pikirannya.


Lalu tersenyum.


“Sudah cukup santai.”


“Sekarang…”


“Balik kerja.”


“Kultivasi.”


“Dan cari lokasi untuk Dao Field ketiga.”



Tiba-tiba—


Seseorang datang.


Liu Bei.


Reincarnation Avatar Han Jue.


Dulu pernah pakai tubuh Victorious Fighting Buddha.


Sekarang—


Pseudo-Sage.


Dia berlutut.


Tenang di luar.


Tapi di dalam?


Panik.


“Waduh…”


“Dipanggil berarti ada tugas…”


Dia memang “mewarisi” sifat Han Jue.


Penakut.


Hati-hati.


Tapi—


Kultivasinya sudah stagnan lama.


Butuh kesempatan.


Dan ini…


Kesempatan.


Han Jue berkata,


“Aku ingin kamu ke Chaos.”


“Cari lokasi untuk Dao Field baru.”


“Rahasiakan.”


“Ini tugas panjang.”


“Mungkin ratusan ribu tahun.”


“Aku akan ajarkan Mystical Power.”


“Kalau bahaya—panggil aku.”



Chaos.


Ratusan ribu tahun.


Liu Bei: 💀


Pengin nolak.


Banget.


Tapi—


Nggak bisa.


Han Jue melihat dia diam.


“Maksudmu… nggak mau?”


“Kalau begitu lupakan.”



Liu Bei langsung panik.


“MAU!”


“Aku mau!”


Han Jue tersenyum puas.


“Ada yang perlu disiapkan?”


Liu Bei: “Nggak.”



SWOOSH—


Langsung dilempar ke Chaos.


Tanpa briefing tambahan.


Tanpa pelukan.


Tanpa bekal.


“Selamat berjuang, nak.”



Tenang saja.


Chaos memang luas.


Tapi—


Kemungkinan ketemu Primordial Chaos Zenith Heaven Golden Immortal itu kecil.


Kecuali lagi apes banget.


Dan—


Identitas Liu Bei aman.


Orang cuma bisa menebak dia terkait Hidden Sect.


Dan sekarang?


Hidden Sect punya jutaan murid di Chaos.


Nggak spesial.


Nggak bisa dijadikan sandera.


Tapi—


Masalah kecil pasti ada.


Han Jue pun mulai mikir.


“Apa Heaven-Opening Axe bisa aku upgrade lagi?”


Dia tanya system.


(1 kuadriliun tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?)



“Mahal amat.”


Tapi tetap—


Gas.


[Bisa, tapi Pangu akan menyadari.]



Han Jue langsung mengerutkan kening.


Pangu.


Nama itu saja sudah cukup.


“Skip.”


“Belum waktunya.”


Dia langsung masuk simulation trial.


Target:


100 Foolish Sword Sage.


Hasil?


Dibantai.


Tambah jadi 200.


Masih santai.


300?


Masih bisa menang.


400?


Mulai berat.


500?


“Anjir…”


“10 detik aja nggak kuat.”



Han Jue keluar.


Kesimpulan:


Di bawah Great Dao Supreme—


Dia raja.


Dan level itu?


Jarang muncul.


“Liu Bei aman.”


Han Jue lanjut kultivasi.



Waktu berjalan.


50.000 tahun.


Dia kembali ke Dao Field kedua.


Melepaskan Wood Breath Fiendcelestial.


Sekarang—


Sudah ada 21 Chaotic Fiendcelestial.


Kuat?


Banget.


Tapi—


Belum cukup jadi pasukan.


Dia ngobrol sebentar dengan Li Yao dan Dao Comprehension Sword.


Lalu balik lagi.


Mau cek email—


Tiba-tiba…


Dia mengernyit.


“Apa ini…”


Perasaan aneh muncul.


Seperti ada sesuatu…


Memanggilnya dari jauh.


Han Jue langsung deduksi.


Dan—


Sebuah suara terdengar di pikirannya.


“Aku adalah Grand Primordium Fiendcelestial.”


“Great Dao Immeasurable Calamity akan datang.”


“Primordial Fiendcelestial akan bangkit dengan menginjak Chaotic Fiendcelestials.”


“Aku mengundang semua Chaotic Fiendcelestial…”


“Datang ke Grand Primordium Domain.”


“Kita akan bersatu…”


“Melawan Great Dao Immeasurable Calamity bersama!”

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%