Ch 774 - Baru dan Lama, Daoist Destiny

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 774 - Baru dan Lama, Daoist Destiny


Begitu masuk ke Grand Primordium Domain, Red Fate akhirnya berhenti nge-flatter.


Han Jue langsung lega dalam hati.


“Syukurlah… capek juga kalau tiap kalimat dipuji.”


Dia sempat mikir semua Chaotic Fiendcelestial itu arogan dan haus darah.


Ternyata—


Ada juga yang “normal” kayak Red Fate.


Lebih mirip manusia daripada monster Chaos.



Grand Primordium Domain dilapisi api di bagian luar.


Di dalam?


Luas banget.


Langit biru.


Awan putih.


Gunung dan sungai.


Kayak dunia sendiri.


Tapi—


Aneh.


Nggak ada aura makhluk hidup.


Sepi.



Mereka berdua terbang sampai ke sebuah istana raksasa.


Pintunya saja—


Setinggi sejuta kaki.


Di depannya—


Dua kuali besar.


Dengan dupa raksasa.


Asapnya naik—


Jadi awan yang menutupi dunia.


Seorang raksasa berdiri di depan pintu.


Pakai armor perunggu.


Wajahnya nggak kelihatan.


“Para Fiendcelestial, silakan masuk. Master sudah menunggu.”


Han Jue dan Red Fate masuk.



Begitu masuk—


Han Jue langsung merasakan tekanan aura.


Kuat.


Dia bahkan sedikit nyesel:


“Kalau clone bisa pakai simulation trial…”


“Enak banget buat scan sekitar…”


Sayangnya—


Nggak bisa.



Di dalam—


Ruang kosong.


Cahaya putih.


Seperti dimensi terpisah.


Di depan—


Ada deretan mat meditasi.


Jarak antar mat:


10.000 kaki.


Semua menghadap satu arah.


Dan di depan—


Dia.


Grand Primordium Fiendcelestial.


Jubah hitam.


Kepalanya seperti api gelap.


Wujud aslinya?


Nggak bisa dilihat.


Aura?


Misterius.


Mengerikan.


Sudah ada lebih dari 20 Chaotic Fiendcelestial duduk.


Han Jue dan Red Fate saling melirik.


Duduk bersebelahan.


Tiba-tiba—


Grand Primordium Fiendcelestial melihat Han Jue.


Langsung ngomong.


“Ini adalah Fellow Daoist Han Jue dari Heavenly Dao.”


“Generasi muda yang luar biasa.”


“Membunuh Despair Dao Spirit.”


“Mengalahkan Divine Robe Daoist.”


“Empat belas Great Dao Sage mati di tangannya.”


“Dia telah memperjuangkan kehormatan Fiendcelestial.”



Semua langsung menoleh.


Sage Sense menyapu Han Jue.


Han Jue santai.


“Terpaksa saja.”


“Dibanding kalian… aku masih jauh.”


Nggak merendah.


Nggak sombong.


Pas.


Kalau dia pura-pura rendah hati?


Malah terlihat palsu.



Grand Primordium Fiendcelestial menghela napas.


“Dulu…”


“Tiga ribu Fiendcelestial berdiri di Chaos.”


“Makhluk lain gemetar saat kami lahir.”


“Tapi Pangu…”


“Tanpa belas kasihan…”


“Membantai kaumnya sendiri untuk attain Dao.”


“Aku masih membencinya sampai sekarang.”


Dia menatap Han Jue.


“Kamu harus menjaga Heavenly Dao.”


“Jangan biarkan Pangu bangkit.”



Fiendcelestial lain ikut menghela napas.


Nada suara mereka…


Tua.


Ini jelas—


“veteran era Pangu”.


Han Jue?


Diam.


Dia bukan Fiendcelestial asli.


Nggak perlu sok dekat.


Dia datang cuma satu tujuan:


“Lihat mereka mau ngapain ke gue.”



Red Fate kirim voice transmission.


“Fiendcelestial terbagi dua.”


“Ancient dan new.”


“Yang bicara itu semua ancient.”


“Kita yang baru… cukup dengar.”


“Kalau level lebih rendah, susah ikut ambil keputusan.”


Han Jue: “Mengerti.”



Obrolan berlanjut.


Isinya?


Nostalgia.


Cerita masa lalu.


Big boss vibes.


Han Jue dalam hati:


“Ini meeting atau reuni alumni…”


Dia sabar.


Menunggu inti.


Sekalian—


Dia penasaran.


“Total Chaotic Fiendcelestial di Chaos ada berapa sih?”



Beberapa hari kemudian—


Foolish Sword Sage datang.


Dia lihat Han Jue—


Nggak kaget.


Langsung duduk dekat.


Kirim voice transmission.


Dan mulai…


Ngobrol nonstop.


Dia bilang setelah duel dengan Han Jue—


Dia pulang.


Ngulik Sword Dao.


Power naik lagi.


“Kalau sekarang lawan lagi… gue nggak bakal separah dulu.”


Tapi—


Dia tahu diri.


Nggak nantang lagi.


Untungnya.


Kalau nggak…


Trauma kedua.


Setelah setengah hari—


Dia akhirnya diam.


Lucunya—


Walaupun dia termasuk ancient group…


Dia nggak ikut ngobrol.


Seolah…


Di-ignore.


Han Jue merasa:


“Ini orang kayaknya dijauhi…”



Tiba-tiba—


Seseorang bicara ke Han Jue.


“Fellow Daoist, kamu kenal Sage Fated Secrets?”


Han Jue menoleh.


Seorang Daoist tua berjubah abu-abu.


Han Jue jawab,


“Pernah dengar.”


“Tapi tidak kenal.”


“Dia sudah mati saat aku attain Dao.”


Daoist itu kirim voice transmission.


“Benar.”


“Muridku yang tidak berguna…”


“Kalah oleh Dark Forbidden Lord.”


“Dan ditinggalkan oleh Sage Heavenly Dao.”



Han Jue langsung sadar.


“Daoist Destiny.”


Orang lama.


Dulu pernah deduksi—


Dia dan Nüwa punya rencana.


Tapi sejak Sage Fated Secrets mati—


Dia menghilang.


Han Jue menjawab,


“Turut berduka.”


“Heavenly Dao sekarang sudah berbeda.”


“Bukan cuma muridmu yang mati.”


Daoist Destiny tersenyum.


“Aku tidak menyalahkanmu.”


“Aku hanya ingin berteman.”


“Aku penasaran denganmu.”


Han Jue santai.


“Menambah teman… tidak buruk.”


“Benar.”


Mereka mulai basa-basi.


(Daoist Destiny memiliki kesan baik terhadapmu. Favorability: 2 star)


Han Jue: “Yah… acting aja.”


Tapi Daoist Destiny terlihat tulus.


Kenapa?


Karena—


Han Jue punya track record gila.


Harusnya terrifying.


Tapi sikapnya santai.


Nggak sombong.


Ini bikin nyaman.



Waktu berlalu.


Fiendcelestial terus berdatangan.


300 tahun berlalu.


Akhirnya—


Pintu Grand Primordium Hall ditutup.


Total?


67 Chaotic Fiendcelestial.


Lebih banyak dari perkiraan Han Jue.


Tapi—


Mayoritas masih Freedom Realm.


Belum semua high-end.



Grand Primordium Fiendcelestial akhirnya berhenti ngobrol.


Suasana jadi sunyi.


Lalu dia bicara.


“Kita berkumpul karena Primordial Fiendcelestial.”


“Walaupun belum lahir…”


“Keberadaannya sudah mengancam kita.”


“Great Dao Divine Spirit, Eternal Divine Spirit, Chaotic Lifeform…”


“Mereka bisa menggunakan Primordial Fiendcelestial untuk memusnahkan kita.”



Suasana langsung berat.


Han Jue dalam hati:


“Siapa yang nyebar rumor ini?”


“Nanti gue cek.”



Diskusi mulai.


Topiknya:

  • Di mana Primordial Fiendcelestial akan lahir

  • Siapa yang bisa membahayakan mereka


Kalau menyangkut Heavenly Dao—


Han Jue jawab secukupnya.


Selama tidak menyentuh inti kekuasaan—


Aman.


Diskusi ini…


Panjang banget.


Fix bakal lama.



Di Daoist temple—


Han Jue membuka mata.


Mengernyit.


Sudah 10.000 tahun…


Clone belum kembali.


Dia mulai gelisah.


“Ini nggak enak…”


Kalau orang lain?


Sudah stres.


Dikejar sekelompok boss Chaos.


Han Jue buka email.


Buat distraksi.


(Teman baikmu Jing Tiangong menjadi Life)


(Teman baikmu Ancestor Xitian diserang)


(Teman baikmu Li Daokong memahami Sword Dao)


(Teman baikmu Heavenly Venerate Xuan Du mendapatkan Supreme Treasure)


(Disciple-mu Dao Sovereign terseret chaos ruang-waktu)


(Zhao Xuanyuan… ikut terseret)


(Jiang Yi… ikut juga)


(Teman baikmu Yi Tian membangkitkan kekuatan Chaotic Fiendcelestial)


(Anakmu Han Tuo mengorbankan tubuhnya dan melampaui batas)



Han Jue: 😐


“Ini dunia…”


“Semua orang lagi grinding…”


“Tapi caranya… ekstrem semua.”

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%