Ch 818 - Sembilan Belas Fiendcelestials

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 818 - Sembilan Belas Fiendcelestials


Menghadapi kesombongan Divine Lord Peacock…


Sacred True Martial Buddha hanya mendengus dingin.


Tanpa banyak bicara…


Dia langsung keluar dari Buddhist World.


Divine Lord Peacock tersenyum lebar.


Lalu menghilang.


Detik berikutnya…


Tekanan pertempuran yang mengerikan menyelimuti seluruh Buddhist World.


Semua makhluk hidup…


langsung merasa sesak.


Chu Shiren mengernyit.


Dia tahu reputasi Divine Lord Peacock.


“Nomor satu di bawah Great Dao.”


Musuh seperti itu…


jelas bukan lawan biasa.


Tapi yang lebih mengkhawatirkan…


Divine Lord Peacock mewakili:


Dark Forbidden Lord.


Nama itu saja…


sudah cukup bikin merinding.


Bahkan kalau Sacred True Martial Buddha menang…


Apakah mereka bisa menghadapi Dark Forbidden Lord?


Di dalam aula…


Para Buddha mulai panik.


“Dark Forbidden Lord sudah datang…”


“Kita harus bagaimana?”


“Aku dengar bahkan eksistensi kuat pun mundur saat melawannya…”


“Kita tidak punya backing…”


“Sacred True Martial Buddha memang kuat… tapi…”


“Selalu ada langit di atas langit…”


Chu Shiren mendengar semuanya.


Dia diam.


Lalu…


mengambil keputusan.


Dia mengirim dream ke Han Jue.


[Chu Shiren mengirim dream. Apakah Anda menerima?]


Han Jue yang sedang kultivasi:


“….”


Baru 27.320 tahun.


Belum “hangat”.


Males berhenti.


Tapi…


[Chu Shiren mengirim dream. Apakah Anda menerima?]
[Chu Shiren mengirim dream. Apakah Anda menerima?]


Spam.


Tanpa ampun.


Han Jue:


“Ya sudah…”


“Fix ada masalah.”


Dalam hati…


Sedikit semangat.


“Apakah ini saatnya aku tampil?”


cough


Waktunya show off.


Han Jue menerima dream.


Di dalam mimpi…


Chu Shiren langsung curhat.


“Grandmaster! Dark Forbidden Lord mengincarku!”


Han Jue:


Ekspresi: tenang.


Isi hati:


“Lah… ini Peacock kenapa sih?!”


“Bukannya disuruh ngumpet?!”


“Malah bawa-bawa namaku buat intimidasi!”


Han Jue berpikir cepat.


Kalau Peacock benar-benar menyerang…


Itu berarti…


identitasnya sebagai Dark Forbidden Lord bisa terbongkar.


“Aku akan pikirkan.”


Dia langsung mengakhiri dream.


Han Jue membuka mata.


Mengamati Chaos.


Langsung menemukan…


Divine Lord Peacock vs Sacred True Martial Buddha.


“Wah… ulang lagi.”


Dulu mereka juga pernah bertarung.


Sekarang…


rematch.


Han Jue tidak langsung ikut campur.


Dia nonton dulu.


Rencana:


Tunggu Peacock menang.


Baru intervensi.


Tapi…


Setelah dilihat…


“Kok… imbang?”


Sacred True Martial Buddha ternyata bukan kaleng-kaleng.


Menghadapi Five-Colored Divine Light…


Dia tidak pakai treasure.


Tidak pakai Mystical Power flashy.


Dia pakai…


serangan jiwa.


Dan…


jumlahnya nggak ada habisnya.


Divine Lord Peacock mulai kewalahan.


“Hmm… ini bisa kalah.”


Pertarungan berlangsung beberapa hari.


Akhirnya…


DRAW.


Divine Lord Peacock mundur.


“Tunggu saja!”


“Suatu hari aku akan menginjakmu untuk mencapai Great Dao!”


Dia kabur.


Sacred True Martial Buddha tidak mengejar.


Dia juga tahu…


belum tentu menang.


Han Jue tidak langsung muncul.


Dia punya ide.


“Kasih kerjaan saja biar sibuk.”


Scene kembali ke Buddhist World.


Aula masih tegang.


Sacred True Martial Buddha kembali.


Wajah serius.


Chu Shiren berkata tenang,


“Tidak perlu panik.”


“Aku sudah menghubungi Grandmaster.”


“Biarkan dia yang memutuskan.”


Para Buddha langsung kaget.


“Grandmaster siapa?”


Chu Shiren menjawab datar,


“Heavenly Dao.”


“Divine Might Heavenly Sage.”


BOOM.


Aula langsung heboh.


“Itu dia?!”


“Yang membunuh Great Dao Divine Spirit?!”


“Yang membantai banyak Great Dao Sage?!”


“Yang didukung Fiendcelestial Race?!”


“Yang Chaos sendiri takut?!”


Semua langsung lega.


Payung besar ditemukan.


Sacred True Martial Buddha melirik.


“Kamu pintar menyembunyikan ini.”


Chu Shiren tenang.


“Dia punya backing.”


“Kita juga punya.”


“Aku hanya tidak ingin menggunakan cara kasar…”


“Tapi…”


“Kadang memang perlu.”


Para Buddha:


“Respect.”


Waktu berlalu.


30.000 tahun.


Han Jue membuka mata.


Dia pergi ke Dao Field kedua.


Mengeluarkan Malevolent Fiendcelestial.


Diserahkan ke Murong Qi.


Tanpa banyak basa-basi…


langsung balik.


Di depan Daoist temple…


19 murid pribadinya sudah berkumpul.


Black Hell Chicken

Chaotic Heavenly Dog

Three-Headed Wyrm King

Xun Chang’an

Zhou Mingyue

Ah Da

Xiao Er

Lu Huaxu

Eight Calabash Brothers

Diamond Rage

Black Hell Demon Lord

Tu Ling’er


…dan lainnya.


Semua sudah:


Pseudo-Sage.


Mereka berlutut.


Gugup.


Tapi semangat.


Han Jue bertanya santai,


“Siap?”


“Prosesnya… bakal sakit.”


Mereka serempak:


“Kami siap!”


Tanpa ragu.


Tanpa takut.


Kepercayaan penuh.


Han Jue tidak banyak bicara.


Langsung…


BOOM.


Tubuh mereka dihancurkan.


Jiwa mereka dimasukkan ke Primordial World.


Dan…


digabung dengan Fiendcelestial Qi.


Dengan level Han Jue sekarang?


Proses ini…


mudah.


Tidak perlu ribet.


Tidak perlu hati-hati berlebihan.


Tinggal…


Menunggu.


Han Jue membuka mata.


Menghela napas.


Sedikit puas.


“Tidak cuma aku yang kuat…”


“Lingkaranku juga harus kuat.”


Dia lalu memanggil Han Zuitian.


Han Zuitian:


Makhluk pertama di Hundred Peak Immortal River.


Murid pribadi.


Zhou Mingyue sudah “naik level”.


Jadi…


posisi kosong.


Han Jue ingin dia jadi pengganti.


Han Zuitian datang.


Langsung berlutut.


Nervous + excited.


Han Jue langsung to the point,


“Kamu sudah Zenith Heaven Golden Immortal.”


“Siap memikul Hidden Sect?”


Han Zuitian:


“Eh… saya…”


“Kayaknya berat…”


“Masih ada senior di atas…”


Han Jue potong.


“Mereka sudah pergi.”


“Aku pilih kamu.”


“Tidak boleh nolak.”


Han Zuitian:


“….”


“SIAP!”


Dalam hati:


“YESSS!”


Dia memang suka kekuasaan.


Tadi cuma basa-basi.


Han Jue mengajar Dao selama 100 tahun.


Semacam “serah terima jabatan”.


Setelah itu…


Han Zuitian resmi jadi:


Guardian ke-4 Hidden Sect.


Mengatur seluruh Hundred Peak Immortal River.


Jutaan murid…


Langsung heboh.


Era baru dimulai.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%