Chapter 820 - Melawan Sepuluh Ribu Foolish Sword Sage
Han Jue mengernyit melihat notifikasi.
“Kenapa Jiang Jueshi malah bertarung dengan Ancestor Xitian?”
Lebih aneh lagi…
Shi Dudao sampai luka parah.
Artinya?
Dia kalah.
Han Jue sedikit terdiam.
Dia memang tahu potensi Jiang Jueshi itu absurd.
Tapi…
Sampai ngalahin Shi Dudao?
Itu sudah level lain.
Shi Dudao bukan sembarang orang.
Dulu dia adalah:
Nomor satu di bawah Sage.
Dan sekarang…
Dihajar.
Tapi tetap saja…
Jiang Jueshi masih kalah dari Ancestor Xitian.
Han Jue berpikir sejenak.
Lalu memutuskan:
“Lebih baik cek langsung.”
Dia mengirim dream ke Ancestor Xitian.
Kali ini…
dengan tubuh asli.
Lokasi:
Great Ultimate Hall.
Ancestor Xitian tidak terkejut.
Kedua sosok itu saling diam.
Suasana…
awkward.
Akhirnya Han Jue buka suara dulu.
“Ancestor… bisa tidak tidak mempersulit Jiang Jueshi?”
Ancestor Xitian bertanya santai,
“Dia muridmu?”
“Bisa dibilang begitu.”
Ancestor Xitian tersenyum.
“Jalannya tidak mirip kamu.”
Han Jue langsung menaikkan nada.
“Ancestor.”
Xitian tertawa ringan.
“Tenang.”
“Aku tidak membunuhnya.”
“Tidak juga menyerahkannya ke Life.”
Han Jue sedikit lega.
“Sekarang dia hanya ditahan.”
“Tempat yang cocok untuk dia kultivasi.”
“Dia tahu terlalu sedikit tentang Chaos.”
“Kalau dibiarkan…”
“Bisa berbahaya.”
Han Jue mengangguk.
Masuk akal.
Ancestor Xitian lanjut,
“Kalau dia tumbuh…”
“Menurutmu dia bisa mengejarmu?”
Han Jue jawab santai,
“Mungkin.”
Dalam hati:
“NOPE.”
“Mustahil.”
Xitian tersenyum.
“Kalau dia sudah paham semuanya…”
“Aku akan melepasnya.”
“Dia aman di sini.”
“Terima kasih, ancestor.”
“Tidak perlu.”
“Perkembangan Heavenly Dao… karena kamu.”
“Aku berutang padamu.”
Setelah basa-basi…
dream berakhir.
Han Jue membuka mata.
Langsung tanya system:
“Itu beneran?”
[250 miliar tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
“Lanjut.”
[Benar]
Han Jue tersenyum.
“Good.”
Dia langsung lanjut upgrade Sword Dao Mystical Power.
Grand Unity Aspect?
Nanti saja.
500 tahun berlalu.
Han Jue berhasil memahami:
300 Fiendcelestial Dharma Idol baru.
Total sekarang:
1.449!
Power?
Naik drastis.
Langsung lanjut:
Simulation Trial.
Target:
5.000 Foolish Sword Sage
Versi mereka:
Perfected Great Dao Primordial Chaos Realm.
Alias…
monster semua.
Dulu?
Han Jue dihajar.
Sekarang?
“Hmm… kita lihat.”
Dia summon semua Dharma Idol.
Fight mode: ON.
Awalnya…
Dia ditekan.
Jumlah kalah.
Tapi…
Pelan-pelan…
Dia mulai balik keadaan.
Semakin lama…
Semakin dominan.
Kenapa?
Karena:
Kekuatan Dharma Idol = kekuatan Han Jue.
Han Jue makin kuat…
Mereka juga ikut naik.
Inilah kehebatan:
Grand Unity Aspect.
1 jam kemudian…
Masih bertarung.
Setelah 100 simulasi…
Han Jue sudah bisa:
Menekan 5.000 Foolish Sword Sage.
Dan fakta penting:
Di seluruh Chaos…
Jumlah Great Dao Sage:
< 1.000.
Han Jue:
“….”
“Jadi ini overkill ya.”
Dia naikkan level.
10.000 Foolish Sword Sage.
10 napas.
Dia membuka mata.
“….”
“Terlalu kuat.”
Dia ulang lagi.
Masih tidak percaya.
Scene pindah.
Di bawah langit gelap…
Pegunungan panjang seperti naga raksasa.
Di puncak…
Jiang Jueshi duduk.
Masih deduksi Mystical Power.
Roda ungu di depannya berubah-ubah.
Di kejauhan…
Li Daokong dan Shi Dudao menonton.
Shi Dudao mendengus.
“Anak ini… gila.”
Li Daokong diam.
Ekspresinya berat.
Dia tidak mengejek.
Justru…
tekanan mental.
Dia belum pernah menang lawan Shi Dudao.
Dan sekarang?
Jiang Jueshi menghajar Shi Dudao.
Secara tidak sadar…
Jiang Jueshi jadi:
mental demon mereka.
Setiap ada waktu…
Mereka datang.
Nonton.
Jiang Jueshi?
Cuek.
Tidak peduli.
Tiba-tiba…
Shi Dudao muncul di sampingnya.
Li Daokong ikut.
Takut Shi Dudao dihajar lagi.
Jiang Jueshi?
Masih fokus.
Shi Dudao tanya,
“Kamu pakai teknik apa?”
“Great Reincarnation Creation Technique.”
“Dari mana?”
“Aku buat sendiri.”
Shi Dudao:
“….”
Li Daokong:
“….”
Shock.
“Ini teknik Great Dao?”
“Aku tidak tahu Great Dao itu apa.”
Shi Dudao tersenyum.
Langsung pergi.
Li Daokong ikut.
Jiang Jueshi?
Tidak buka mata sama sekali.
Sejak menang…
Dia sudah tidak tertarik.
Musuh yang kalah?
Tidak penting.
Beberapa waktu kemudian…
Jiang Jueshi membuka mata.
Mengernyit.
“Apa ini…”
“Siapa… musuh takdirku?”
Second Dao Field.
Han Jue muncul.
Mengeluarkan murid-muridnya.
Aura Chaotic Fiendcelestial langsung terasa.
Yang lain langsung keluar.
Black Hell Chicken teriak,
“Hahaha!”
“Aku bangkit!”
“Aku akan jadi phoenix yang menutupi Chaos!”
Murid lain juga excited.
Apalagi lihat Murong Qi dll.
“Sekarang giliran kita!”
Han Jue?
Tidak peduli.
Langsung balik.
Fokus:
Kultivasi.
Target berikutnya:
Great Dao Supreme Realm.
Realm ini…
Baru benar-benar aman.
Di Chaos:
Selain Chaotic Consciousness…
Yang tertinggi:
Great Dao Supreme.
Scene terakhir.
Di sebuah istana besar…
Divine Robe Daoist duduk santai.
Di bawahnya…
Puluhan sosok berlutut.
Pemimpin mereka:
Daoist berjubah hijau.
Dia berkata,
“Bagaimana menurut Anda, Exalted God?”
Divine Robe Daoist mendengus.
“Aku bukan lawan Divine Might Heavenly Sage.”
“Baru saja damai…”
“Kalian mau aku lawan lagi?”
Dia mulai berpikir:
“Ini orang-orang… harus dibereskan nggak ya?”
Daoist hijau berkata,
“Aku punya Supreme Treasure.”
“Bisa menghancurkan Heavenly Dao dalam satu serangan.”
Divine Robe Daoist:
“Bisa bunuh dia?”
“Bisa.”
“Kalau bisa… kenapa cari aku?”
“Kami butuh alasan.”
“Oh?”
“Anda tinggal memberi perintah.”
“Kami yang bergerak.”
“Sepercaya itu?”
“Kalau bisa bunuh dia…”
“Kalian juga bisa bunuh aku, kan?”
Divine Robe Daoist tersenyum.
Matanya…
sudah penuh niat membunuh.
Daoist hijau diam sejenak.
Lalu berkata:
“…Bisa.”
Atmosfer…
Langsung membeku.
Killing intent memenuhi ruangan.