Ch 825 - Dari Seratus Ribu ke Sepuluh Ribu!

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 825 - Dari Seratus Ribu ke Sepuluh Ribu!


Menyempurnakan 10.8 desilion bintang…


Itu bukan kerjaan sehari dua hari.


Bahkan buat Han Jue yang sudah di level Great Dao Sage, ini tetap kerja rodi skala kosmik.


Setiap bintang butuh waktu untuk berubah.


Dan yang lebih gila—


Dia harus refining semuanya…


secara bersamaan.



Great Dao of Extreme Origin mulai beresonansi dengan tubuhnya.


Han Jue masuk ke kondisi yang aneh.


Seperti senang…


Seperti kecanduan…


Tapi juga seperti mimpi.


Kesadarannya tenggelam.


Will-nya terus terkuras.



Entah berapa lama berlalu.


Akhirnya—


10.8 desilion bintang itu menyelesaikan transformasi pertama.


Han Jue langsung sadar.


Dan begitu dia sadar—


“???”


Kultivasinya…


Naik drastis!


“Ini…”


“Beneran ngaruh?!”


Selama ini dia stuck.


Tapi sekarang—


Dengan memperkuat bintang—


Levelnya ikut naik!


Han Jue langsung senyum lebar.


“Ini dia jalannya!”



Dia cek panel atribut.


Lebih dari 40.000 tahun sudah berlalu.


Dan hasilnya?


Lebih besar dari kultivasi 50.000 tahun sebelumnya!


Bahkan…


Lebih cepat dari sebelum breakthrough terakhirnya.


“GG.”



Tapi dia nggak langsung lanjut kultivasi.


Dia cek “email” dulu.


Safety check.


Biar nggak kecolongan.


Dan—


Seperti dugaan…


Ada masalah.


[Putramu Han Tuo diserang oleh sosok misterius, kehilangan Great Dao Providence Divine Authority, jiwanya ditekan di dasar Chaos.]

[Teman baikmu Yi Tian mengalami hal yang sama.]


“…”


Han Jue langsung mengernyit.


“Lagi?!”


Dan kali ini…


Lebih parah.


Mereka bukan cuma kalah.


Mereka…


disegel di dasar Chaos.



“Dasar Chaos itu apaan sih…”


Han Jue bingung.


Chaos itu bukan satu ruang.


Bisa jadi layered.


Bisa paralel.


Bisa juga jauh banget secara eksistensi.


Dia coba deduksi.


Gagal.


“Yaudah… langsung tanya aja.”



Han Jue kirim dream ke Han Tuo.


Di dalam mimpi—


Mereka berdiri di atas tembok kota.


Han Tuo membuka mata.


Kaget.


Dua detik awkward silence antara bapak-anak 😅


Han Tuo duluan bicara:


“Ayah… aku baik-baik saja. Nggak perlu khawatir.”


Han Jue langsung jutek:


“Kalau gitu, kenapa nggak manggil aku?”


Han Tuo santai:


“Masalahku, biar aku sendiri yang selesaikan.”


“Aku juga belum mati, kan?”


“Lagian… Yi Tian juga di sini.”


Han Jue: “…”


Masih sempat-sempatnya bilang “ada temen”.


“Really bro???”



Han Tuo lanjut, kali ini serius:


“Aku di dasar Chaos sekarang.”


“Dan… aku menemukan cara untuk jadi lebih kuat di sini.”


“Kalau yang nyegel aku mau bunuh, aku sudah mati dari dulu.”


“Mungkin ini… kesempatan.”


Han Jue diam.


Masuk akal.


Sudah lebih dari 20.000 tahun.


Kalau mau dibunuh—


Sudah lama tamat.


“Baiklah…” kata Han Jue akhirnya.


Dalam hati:


“Ini anak… keras kepala banget.”


Dia sudah berkali-kali nolong.


Tapi Han Tuo?


Nggak jadi manja.


Malah jadi “jangan ganggu gue”.


Bukan cuma dia.


Murid-murid Han Jue juga sama.


Independen level dewa.



Han Tuo berkata lagi:


“Ayah, aku pasti bisa jaga diri.”


Han Jue cuma mendengus.


Lalu—


Mimpi pun bubar.



Di dunia nyata—


Han Jue membuka mata.


Menghela napas.


“Ini anak…”


“Kapan dia mikirin perasaan gue?”


“Selalu dalam bahaya… tapi nggak mau bergantung.”


“Gue kan jadi khawatir…”


Dan di situ—


Han Jue akhirnya paham.


“Beginilah rasanya jadi orang tua.”



Dia lalu melihat Heavenly Dao.


Qin Ling belum jadi Pseudo-Sage.


Tapi—


Immeasurable Calamity sudah mulai terasa.


Banyak kultivator tersembunyi muncul.


Konflik mulai muncul di berbagai sekte.


Sekte-sekte besar jadi pusat masalah.


Karena mereka penegak “kedamaian”.


Dan seperti biasa—


Yang menegakkan aturan…


Pasti dibenci 😅



Tapi overall?


Masih lebih ringan dibanding calamity sebelumnya.


Heavenly Dao sekarang jauh lebih stabil.


Han Jue bergumam:


“Heavenly Dao harus terus jadi lebih kuat…”


“Biar semua makhluk hidup lebih baik.”


Solusi jangka panjang?


Alihkan konflik ke Chaos.


Bukan damai palsu yang penuh dendam.



Dia juga sedikit kecewa.


“Udah nggak ada jenius kayak Jiang Jueshi lagi…”


Padahal…


Ngumpulin jenius itu hiburan juga.


Bayangin—


Mereka tumbuh, jadi penguasa wilayah masing-masing.


Seru 😏



Beberapa hari kemudian—


Han Jue lanjut refining bintang.



Heavenly Dao terus berkembang.


Sage generasi lama mulai redup.


Sage baru mulai naik daun.


Siklus klasik.


Seperti dulu—


Qiu Xilai lebih terkenal dari Ancestor Xitian.



Hidden Sect?


Masih stabil.


Berkat clone Han Jue—


Anggota keluar-masuk terkontrol.


Pemimpinnya:

  • Li Xuan’ao → urusan luar

  • Han Zuitian → urusan dalam


Jumlah murid?


Ratusan juta.


Dan itu sudah termasuk yang keluar.



Mereka tetap low profile.


Tapi—


Semua sekte punya hubungan dengan mereka.


Ditambah…


Back-up Sage.


Kesimpulan:


Hidden Sect = sekte nomor 1 Heavenly Dao.


Cuma—


Mereka nggak ngejar providence.


Jadi muridnya…


“B aja” dari sisi keberuntungan.



Waktu berlalu lagi.


Han Jue bangun.


Transformasi kedua selesai.


Kultivasi naik lagi!


Cek waktu—


87.000 tahun lewat.


“Cepat banget…”



Sekarang waktunya…


TEST DAMAGE.


Simulation trial.


Musuh?


Foolish Sword Sage.


(Ya… korban langganan 😅)



Round 1:


5.000 Foolish Sword Sage.


Hasil?


Menang mudah.



Round 2:


7.000.


Hasil?


Mulai berat.


Tapi masih bisa menang.



Round 3:


10.000.


Hasil?


Susah… tapi bisa fight.



Setelah puluhan simulasi—


Han Jue membuka mata.


Menghela napas.


“Masih kurang…”


“Divine Authority General pasti lebih kuat dari ini.”


“Kalau cuma bisa lawan 10.000…”


“Belum cukup.”


Matanya jadi serius.


“Gue harus bisa insta-kill 100.000 Foolish Sword Sage dulu.”


“Baru layak lawan mereka.”



Dia coba lagi.


20.000 Foolish Sword Sage.


Hasil?


Han Jue langsung buka mata.


“Anjir…”


“Ini… terlalu gila.”



Kesimpulan:


“Gue harus tembus Great Dao Supreme dulu.”


Tanpa itu—


Nggak cukup.



Han Jue kembali refining bintang.


Fokus total.



Tiba-tiba—


[Foolish Sword Sage ingin mengunjungimu dalam mimpi. Apakah kamu menerima?]


Han Jue: “…”


Lihat nama itu aja—


Udah pengen muntah 🤣


“Gue mungkin orang yang paling ngerti dia di dunia ini…”


Setelah ragu sebentar—


Dia akhirnya memilih menerima.


“Kalau bisa dapet update kekuatan dia…”


“Lumayan buat bahan simulasi.” 😏

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%