Chapter 841 - Tidak Pernah Kalah!
“Ketemu?”
Foolish Sword Sage langsung waspada.
Instingnya langsung teriak: ini jebakan!
Dia sudah cari info tentang Han Jue setelah kekalahannya dulu.
Kesimpulannya?
Orang ini… terlalu hati-hati.
Nggak pernah keluar dari Heavenly Dao.
Jadi sekarang tiba-tiba ngajak ketemu?
Mencurigakan banget.
Dia bertanya pelan, “Kenapa kamu mau ketemu denganku?”
Han Jue santai, “Ngobrol saja. Sekalian bahas Divine Authority Generals.”
“Tidak bisa di mimpi saja?”
“Takut sama aku? Kamu kan sudah dua kali masuk Great Dao Supreme. Masih takut juga?”
Foolish Sword Sage langsung mengernyit.
“Tunggu… kamu tahu itu dari mana?”
Makin curiga.
Han Jue jawab ringan, “Aku dengar dari Red Fate. Dia sudah mau pindah ke Heavenly Dao dan kerja sama denganku.”
Ekspresi Foolish Sword Sage langsung agak santai.
“Oh…”
Kalau begitu masih masuk akal.
Dia lalu bertanya, “Kamu benar-benar mau melawan Divine Authority Generals?”
“Jelas.”
…
Foolish Sword Sage berpikir sejenak.
Lalu bilang—
“Kalau begitu… aku ikut ke Heavenly Dao juga.”
Han Jue: “?”
Dia agak kaget.
Ini… malah datang sendiri?
Tapi—
Ini kabar bagus.
Han Jue diam-diam bertanya ke system,
“Bisa instant kill dia?”
[400 miliar tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
Lanjut!
[Ya]
Han Jue langsung tenang.
“Aman.”
Dia berkata, “Tentu saja boleh.”
Foolish Sword Sage tersenyum. “Divine Authority Generals memang luar biasa. Mereka bukan Great Dao Sage biasa. Walaupun levelnya setara, mereka terbentuk dari Supreme Rule. Sangat sulit dihancurkan.”
Han Jue bertanya, “Great Dao Supreme pun tidak bisa melawan sepuluh ribu?”
Foolish Sword Sage memutar mata. “Mana mungkin. Secara teori mereka Great Dao Sage, tapi secara esensi beda. Sulit dihancurkan.”
Han Jue lanjut, “Kalau kamu sendiri, bisa lawan berapa?”
“…Seratus.”
Suasana langsung hening.
Han Jue mengernyit.
Seratus Divine Authority Generals = setara lawan 100 Foolish Sword Sage versi Great Dao Supreme.
Gila.
Dia lanjut bertanya, “Bukankah ada Great Dao Supreme di antara Chaotic Fiendcelestials? Kalau mereka bersatu?”
Foolish Sword Sage menggeleng. “Jumlahnya sedikit. Yang lain kebanyakan Great Dao Divine Spirits—pengecut atau terlalu hati-hati. Mereka tidak akan keluar. Mustahil menghentikan 10.000 Divine Authority Generals.”
Han Jue terdiam.
Perhitungan cepat.
Simulasi mental.
Kesimpulan:
Untung gue OP.
Foolish Sword Sage lalu bertanya, “Kamu juga sudah Great Dao Supreme?”
Han Jue sempat ragu…
Tapi akhirnya mengangguk.
Favorability tinggi. Aman.
Foolish Sword Sage memandangnya dengan ekspresi aneh.
Dalam hati:
Anjir…
Pantes aja…
Sekarang dia benar-benar sadar.
Kalau Han Jue sudah setara—
Maka sebelumnya saja dia sudah nggak bisa menang.
Sekarang?
Lebih baik jangan cari masalah.
Han Jue bertanya santai, “Ngomong-ngomong, waktu kamu dulu jadi Great Dao Supreme… siapa yang membunuhmu?”
Foolish Sword Sage menghela napas. “Aku juga tidak tahu. Waktu itu aku baru breakthrough dan merasa jadi satu-satunya Great Dao Supreme.”
“Siapa pun dia… pasti sangat kuat. Mungkin yang terkuat di Chaos.”
Han Jue tidak menelusuri lebih jauh.
Toh itu musuhnya Foolish Sword Sage, bukan dia.
Lagipula—
Makhluk itu tidak muncul lagi.
Mungkin sudah melepas karma.
Setelah ngobrol cukup lama—
Foolish Sword Sage setuju untuk datang ke Heavenly Dao.
Mimpi berakhir.
Han Jue membuka mata.
Perasaan jadi Great Dao Supreme…
Enak banget.
Tanpa basa-basi—
Dia langsung mulai mengajar Dao.
Semua murid di Hundred Peak Immortal River—
Langsung ditarik ke kondisi pemahaman Dao.
Mau lagi makan, tidur, atau bengong—
Semua auto enlightened.
100 tahun kemudian—
Selesai.
Han Jue sempat mau lanjut kultivasi…
Tapi akhirnya dia berubah pikiran.
Langsung menuju 33rd Heaven.
Masuk ke Universal Hall.
Di dalam—
Hanya ada Heavenly Venerate Xuan Du dan Lao Dan.
Melihatnya, Xuan Du langsung berdiri.
“Kenapa kamu datang, Fellow Daoist Han?”
Lao Dan membuka mata.
Menatap Han Jue.
Dan langsung terkejut dalam hati.
Aura ini…
Bukan main.
Dia bahkan teringat Laozi.
Han Jue mengangguk sedikit sebagai salam.
Lalu berkata, “Kumpulkan semua Sage. Termasuk Sage dari Hidden Sect.”
Walaupun dia sudah tidak takut—
Dia tetap harus menenangkan situasi.
Kalau tidak, ada Sage yang panik dan bikin ulah.
Takut mati itu wajar.
Bahkan Han Jue paham.
Xuan Du langsung mengirim panggilan.
Tak lama—
Semua Sage datang.
South Extreme Heavenly Venerate, Sect Master Tian Jue, Emperor Xiao, Heavenly Venerate Wufa, Qiu Xilai, Fang Liang, Jin Shen, Pan Xin, Xu Dudao, Su Qi, Li Taigu, Primordial Chaos Buddha, Zhang Guxing, Long Hao, Ji Xianshen, Divine Might Buddha, Yang Che, Tai Sutian, Tian Zhan, Han Yu, Qin Ling, Xia Zhizun, World Salvation Buddha, Dao Sovereign, Zhao Xuanyuan, Jiang Yi…
Full team.
Lao Dan melihat jumlah mereka…
Dan bengong.
Bahkan Human School di Deity Realm of the Ruins of End pun tidak sebanyak ini.
Awalnya biasa saja.
Tapi saat semua berkumpul—
Baru terasa.
“Buset… banyak banget.”
Para Sage langsung bersemangat melihat Han Jue.
Dia adalah kartu truf Heavenly Dao!
Lao Dan berdiri, mau pergi.
Han Jue meliriknya. “Tidak apa-apa. Kamu juga boleh tinggal. Heavenly Dao selalu terbuka untukmu.”
Lao Dan terdiam.
Lalu duduk kembali.
Dia juga penasaran.
Apa yang akan dikatakan Han Jue?
Han Jue langsung bicara.
“Masalah Divine Authority Generals akhir-akhir ini pasti ada di pikiran kalian.”
“Walaupun aku sedang berkultivasi, aku juga tahu bahwa target mereka bukan hanya Chaotic Fiendcelestials…”
“Tapi juga Heavenly Dao ciptaan Pangu.”
Artinya—
“Pertarungan ini… tidak bisa dihindari.”
Suasana langsung tegang.
Han Jue lanjut dengan tenang,
“Aku menyatakan—pertempuran ini harus kita hadapi.”
Kata-katanya pelan.
Tapi berat.
Para Sage langsung tersulut semangatnya.
Selama ini—
Mereka sepakat… tapi masih takut.
Sekarang?
Ada yang memimpin.
Dan orang itu—
Han Jue.
Dia melanjutkan,
“Sejak Heavenly Dao bangkit kembali, kita tidak pernah punya sandaran.”
“Heavenly Devil Calamity, Flame Race Calamity, Calamity Race, Divine Spirit Calamity…”
“Kapan kita pernah bergantung pada Chaos?”
“Kita selalu menang.”
“Dan terus menjadi lebih kuat.”
“Itulah fondasi kita!”
Han Jue menatap semua Sage.
“Terserah mereka Divine Authority Generals atau apa.”
“Kapan kita tidak pernah berada di situasi putus asa?”
“Selain itu, musuh mereka bukan hanya kita—tapi juga Chaotic Fiendcelestials.”
“Kita tidak sendirian.”
“Yang perlu kalian lakukan hanya satu—tenangkan diri, stabilkan Heavenly Dao.”
“Kalau kita menang…”
“Siapa di Chaos yang berani menyentuh Heavenly Dao lagi?”
“Kalau Heavenly Dao hancur?”
“Kita akan jadi apa?”
“Budak di dunia lain?”
Sunyi.
Tapi—
Semangat para Sage sudah terbakar.
Mereka teringat masa lalu.
Semua krisis.
Semua keputusasaan.
Dan—
Mereka selalu selamat.
Para Sage baru juga ikut terpengaruh.
Mereka ingin masuk sejarah.
Menjadi bagian dari legenda.
Bukan sekadar kata-kata Han Jue yang hebat.
Tapi—
Sikapnya.
Keyakinannya.
Seolah dia sudah tahu hasilnya.
Dan hasil itu—
Kemenangan.
Karena satu hal yang semua orang tahu:
Divine Might Heavenly Sage… tidak pernah kalah.