Chapter 866 - Kedatangan Jiang Jueshi, Harapan Han Jue
Daoist Dragon Head terdiam.
Begitu tahu…
Yang mengalahkannya bukan Divine Might Heavenly Sage.
“Ini… nggak masuk akal…”
Dia langsung kaget.
Berarti—
Di bawah Han Jue saja…
Sudah ada monster seperti itu?
Dia langsung merasa beruntung.
Untung dia punya metode revive.
Kalau tidak—
Sudah tamat di Heavenly Dao.
—
Melihat dia diam, Divine Robe Daoist tersenyum sinis.
“Bahkan Divine Authority Generals saja nggak bisa masuk Heavenly Dao…”
“Lu kira lu siapa?”
—
Setelah lama…
Daoist Dragon Head akhirnya angkat kepala.
“Exalted God… kamu sudah berdamai dengan Heavenly Dao?”
Nada suaranya berubah.
Sekarang dia sadar—
Divine Robe Daoist lebih seperti “melindungi” Heavenly Dao.
Divine Robe Daoist tidak menjawab.
—
Daoist Dragon Head lanjut:
“Gimana kalau kamu kenalin aku ke Heavenly Dao?”
Divine Robe Daoist langsung terdiam.
“Ini orang…”
—
Daoist Dragon Head berkata serius:
“Kalau nggak bisa kalahin… ya gabung.”
“Saat ini, nggak ada yang lebih kuat dari Divine Might Heavenly Sage di Chaos, kan?”
“Ultimate God of Punishment? Menurutku biasa saja.”
“Buktinya? Pemimpin Divine Spirits dulu saja nggak berani nyentuh Heavenly Dao.”
—
Divine Robe Daoist langsung nanya:
“Terus… kenapa mau gabung?”
Jelas.
Dia curiga.
Kalau orang ini punya niat aneh—
Harus dicegah.
—
Daoist Dragon Head jawab santai:
“Biar jadi yang terkuat.”
“Dulu gue mau hancurin Heavenly Dao buat terkenal.”
“Sekarang gue sadar… beda level.”
“Jadi ya… nggak cari mati.”
—
Divine Robe Daoist menghela napas.
“Kalau mau terkenal… kenapa nggak tantang Sage lain?”
“Contohnya… Three Pure Sacred World.”
—
Daoist Dragon Head langsung mikir.
Lalu mengangguk.
“Masuk akal.”
“Gue ke sana dulu.”
Langsung cabut.
—
Sebelum pergi—
Dia berhenti.
Menoleh.
Dan berkata pelan:
“Primordial Fiendcelestial mungkin bohong…”
“Tapi Great Dao Immeasurable Calamity itu nyata.”
“Kamu harus siap.”
—
Dia menghilang.
—
Divine Robe Daoist langsung mengernyit.
“Tadi dia ngomong apa…”
Dia mulai ragu.
Bukannya—
Dengan matinya Chaotic Fiendcelestials dan pemimpin Divine Spirits…
Bencana besar itu harusnya tidak terjadi?
Tapi…
Ucapan tadi bikin dia goyah.
“Ini orang sebenarnya siapa…”
Terlalu aneh.
Seolah-olah—
Tidak tahu apa-apa tentang Chaos.
Tapi sok berani nantang semua.
“Masa iya dia baru keluar dari seclusion jutaan tahun?”
“Terus… siapa gurunya?”
Divine Robe Daoist tenggelam dalam pikiran.
—
Di sisi lain—
Dalam kehampaan Chaos—
Jiang Jueshi melesat cepat.
Jubah putihnya berkibar.
Auranya semakin dalam.
Semakin misterius.
—
Di depan—
Muncul sebuah universe.
Indah.
Dipenuhi galaksi.
Seperti lukisan hidup.
—
Jiang Jueshi berhenti.
Terpikat.
“Kenapa…”
“Ada sesuatu yang memanggil…”
Tanpa ragu—
Dia langsung masuk.
—
Universe itu…
Adalah universe bintang milik Han Jue.
Dan…
Han Jue sudah lama menunggu dia masuk.
“Umpan termakan.”
—
Jiang Jueshi masuk.
Mengamati.
Dengan Sage Sense—
Dia menyapu seluruh universe.
Kesimpulan:
“Tidak ada kehidupan.”
Tapi…
Ada sesuatu.
Aura yang bikin dia nyaman.
Tidak bisa dijelaskan.
—
Sementara itu—
Di pusat universe—
Di Dao Field ketiga—
Liu Bei langsung sadar.
Ada “tamu”.
Dia menatap Jiang Jueshi dengan waspada.
Universe ini masih baru.
Kalau dihancurkan…
Selesai.
—
Tapi…
Dia tidak bertindak.
Karena satu alasan:
“Master ada.”
Jadi dia santai.
Cuma mengamati.
—
Jiang Jueshi berkeliling cukup lama.
Lalu—
Menemukan tempat.
Duduk.
Mulai seclusion.
—
Waktu berlalu.
—
100.000 tahun kemudian—
Han Jue membuka mata.
Dia sudah tahu Jiang Jueshi datang sejak awal.
Tapi…
Tidak buru-buru.
Dia malah ke Dao Field kedua dulu.
Lepas Fiendcelestial baru.
Preach Dao.
500 tahun berlalu.
—
Baru dia kembali ke Dao Field ketiga.
Keluar dari Daoist temple.
Dan muncul di depan Liu Bei.
—
Han Jue bertanya santai:
“Menurutmu… anak itu gimana?”
Liu Bei membuka mata.
Sempat bingung.
Lalu paham.
“Oh… yang itu.”
Dia menjawab hati-hati:
“Sepertinya… makhluk Heavenly Dao juga?”
Providence-nya masih kuat.
—
Dia lanjut:
“Dia tidak merusak apa-apa.”
“Malah langsung cari tempat dan kultivasi.”
“Sepertinya tipe yang hati-hati… dan rajin.”
—
Han Jue tersenyum.
Lalu menceritakan latar belakang Jiang Jueshi.
Liu Bei langsung kaget.
“Talenta segila itu?”
—
Dia langsung tanya:
“Apa yang harus saya lakukan?”
—
Han Jue menjawab santai:
“Dekati dia.”
“Buat dia tinggal di sini.”
Dia tahu—
Spirit Qi di sini masih kurang.
Chaotic Qi juga belum cukup.
Jiang Jueshi kemungkinan tidak akan lama tinggal.
—
Liu Bei langsung mengangguk.
“Siap.”
—
Han Jue lalu meninggalkan seutas kehendak di pohon.
“Kalau mau keluar masuk, tinggal bilang.”
Liu Bei mengangguk.
—
Han Jue kembali ke Daoist temple.
Dan lanjut memahami Creation Rule.
—
Setelah ratusan ribu tahun—
Akhirnya…
Dia dapat sedikit pencerahan.
“YES.”
Awal paling sulit—
Sudah dilewati.
Harapan breakthrough ke mid-stage mulai terlihat.
—
3.000 tahun kemudian—
Notifikasi muncul:
[Evil Heavenly Emperor mengirimmu dream. Terima?]
Han Jue langsung buka mata.
Langsung accept.
—
Dia agak excited.
Evil Heavenly Emperor jarang cari dia.
Kalau muncul…
Pasti penting.
“Atau…”
“Mau minta bantuan?”
Kalau iya—
Menarik.
Di Chaos sekarang…
Jarang ada yang bisa menandingi Han Jue.
Kesempatan flexing?
Lumayan.
—
Dream muncul.
Lokasi klasik:
Hutan di luar Jade Pure Sacred Sect.
—
Evil Heavenly Emperor muncul.
Tersenyum.
“Bagaimana kabarmu?”
Han Jue langsung to the point:
“Aman. Ada apa?”
—
Evil Heavenly Emperor sempat heran.
“Ini orang… makin dingin aja.”
Lalu dia berkata:
“Pemimpin Divine Spirits sudah mati.”
“Dia menciptakan Primordial Divine Clan.”
“Ras ini… bisa jadi ancaman buatmu.”
—
Han Jue menjawab santai:
“Cuma itu?”
Lalu pura-pura heran:
“Tapi… kenapa dia mati?”
—
Evil Heavenly Emperor langsung memutar mata.
“Udah lah, jangan pura-pura.”
“Kalau gue nggak tahu siapa pelakunya…”
“Gue pasti curiga itu lu.”
—
Han Jue langsung menyangkal:
“Mana mungkin.”
“Perjanjian 10 juta tahun belum selesai.”
—
Evil Heavenly Emperor tidak peduli.
Dia langsung masuk ke inti:
“Aku datang…”
“Ada sesuatu yang ingin kuminta darimu.”
—
Mata Han Jue langsung berbinar.
“Finally…”
“Moment-nya datang juga.”