Chapter 935 - Nama Divine Might Menggema di Chaos
Di dasar Chaos…
Segalanya menjadi sunyi.
Jiwa Ancient Desolate Divine Spirit benar-benar lenyap.
Di langit, bintang-bintang mulai terlihat lagi seiring Supreme Rule menghilang, perlahan memperbaiki kehampaan yang hancur.
Han Jue melirik sekeliling.
Beberapa makhluk masih ada di dasar Chaos.
Selain itu?
Hanya sisa-sisa kebencian yang tersebar.
Dia tidak peduli.
Langsung menghilang.
Dalam sekejap, dia muncul di atas Chaos dan menemukan Ultimate God of Punishment.
Wajahnya penuh ketidakpercayaan.
“Bagaimana mungkin… kau bisa menghancurkan kekuatan Supreme Rules?!”
Han Jue menjawab santai, “Mungkin… karena keadilan.”
“Supreme Rule tidak menerima Ancient Desolate Divine Spirit, jadi tidak benar-benar membantunya.”
“Eksistensi Supreme Rule pasti punya makna. Kalau dilanggar… yang ada hanya kehancuran.”
Ekspresi Ultimate God of Punishment berubah.
Banyak kemungkinan muncul di kepalanya.
Dan tepat saat itu—
Han Jue muncul di depannya.
Langsung menyerang!
Great Change Sealing Palm!
Terlalu cepat!
Hanya Ancient Desolate Divine Spirit yang bisa sedikit mengikuti kecepatannya.
Ultimate God of Punishment?
Langsung tersegel.
Matanya membelalak.
Han Jue mengangkat tangan—
Dan memasukkannya ke dalam lengan bajunya.
Selesai.
Tiba-tiba—
Han Jue merasakan sebuah tatapan.
Hanya sesaat.
Tapi cukup membuatnya terkejut.
Namun dia tidak menunjukkannya.
Dao Creator…
Han Jue mendongak.
Supreme Rule yang tadi dipakai…
Sudah kembali seperti semula.
Tujuh aturan itu berdiri di atas 3.000 Great Dao.
Abadi.
Tak tergoyahkan.
Dan entah kenapa—
Dia merasa seperti melihat sosok berdiri di atasnya.
Han Jue tidak berlama-lama.
Langsung menghilang.
Muncul di depan Han Huang.
Lalu suaranya menggema ke seluruh Chaos—
“Aku, Divine Might Heavenly Sage, telah membunuh Ancient Desolate Divine Spirit!”
“Satu juta jenius yang dia tahan akan kubawa kembali ke Heavenly Dao dan membebaskan mereka dari kendalinya!”
“Siapa pun yang ingin menjemput mereka, datanglah ke Heavenly Dao!”
“Aku berharap Chaos akan damai selamanya!”
Semua makhluk di Chaos—
Mendengar.
Bahkan di Immortal World.
(Ya, dunia fana doang yang nggak kebagian broadcast 😅)
Han Jue mengangguk ke Evil Heavenly Emperor.
Lalu membawa Han Huang masuk Ultimate Origin Passage.
Black Heaven General bergumam, “Selesai… secepat itu…?”
Dia kira bakal perang sengit.
Ternyata?
Ancient Desolate Divine Spirit…
Seperti NPC kena one-hit.
Semua penonton juga shock.
Bahkan Evil Heavenly Emperor pun kagum.
“Anak ini… benar-benar yang terkuat di Chaos?” pikirnya.
Di dalam Ultimate Origin Passage—
Han Huang super excited.
Nanya terus.
Han Jue menjelaskan singkat.
Cukup untuk bikin darah anaknya mendidih lagi.
“Aku mau belajar teknik tadi!”
“Tidak bisa,” jawab Han Jue santai. “Itu hanya bisa digunakan olehku. Setiap orang punya Dao masing-masing. Nanti kau akan paham.”
Han Huang terdiam.
Tapi dia percaya.
Ayahnya tidak pernah bohong.
Mereka segera kembali ke Dao Field ketiga.
Han Jue masuk ke kuil Dao sendirian.
Han Huang tidak diizinkan masuk.
Han Jue langsung bertanya dalam hati:
“Kalau aku kutuk Ancient Desolate Divine Spirit sampai mati, apakah satu juta jenius itu ikut mati?”
[100 triliun tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
Lanjut!
[Ancient Desolate Divine Spirit telah mengalami backlash dari Supreme Rule dan diusir dari Chaos. Ia telah kehilangan kendali atas semua klonnya.]
Han Jue mengangkat alis.
Benar saja.
Kena backlash.
Dia cek notifikasi:
[Musuhmu, Ancient Desolate Divine Spirit, menelan Supreme Rule dan diserang oleh eksistensi transenden. Karma dan takdirnya telah diusir dari Chaos.]
Jadi…
Dao Creator benar-benar turun tangan.
Han Jue tersenyum tipis.
Aktrinya sukses.
Dia kemudian pergi ke Dao Field utama.
Mengeluarkan Ultimate God of Punishment—
Dan mengurungnya di Primordial Heavenly Prison.
Walau sudah tersegel…
Tetap harus diawasi.
Main aman.
Di sisi lain—
Han Qing’er langsung menarik Han Huang.
“Gimana?! Gimana?!”
Han Huang cerita semuanya.
Tanpa ditahan.
Han Qing’er langsung heboh.
“Kenapa Ayah cuma bawa kamu?!”
“Lah aku yang minta. Siapa suruh kamu nggak sadar Ayah mau pergi?”
“…Eh? Pantes kemarin tiba-tiba ngajak ngobrol. Itu perpisahan ya?! Astaga, aku malah kelewatan!”
“Hahaha! Santai aja. Ayah itu… nggak anggap Ancient Desolate Divine Spirit sebagai lawan sama sekali!”
Han Huang mengepalkan tangan.
Matanya berbinar.
Dia harus jadi seperti itu!
Di saat yang sama—
Heavenly Dao…
Berpesta.
Immortal World sekarang sudah sering dapat berita dari Chaos.
Mereka tahu ancaman Ancient Desolate.
Dan sekarang—
Ancaman itu…
Lenyap.
Karena satu orang.
Yang paling bahagia?
Para Sage.
Di Universal Hall—
Mereka bahkan sampai bersorak seperti manusia biasa.
Wibawa?
Lupa.
Heavenly Venerate Xuan Du tersenyum puas.
Dia tahu—
Dia memilih pihak yang benar.
Tapi dia juga masih shock.
Han Jue…
Pergi sendiri.
Dan menyelesaikan semuanya.
Bahkan dari durasi pertarungan—
Jelas.
Ancient Desolate Divine Spirit bukan tandingan.
Xuan Du menyipitkan mata.
Sekarang…
Saatnya pihak lain memilih.
“Three Pure Sacred World… giliran kalian.”
Sementara itu—
Banyak ahli Chaos mulai datang ke Heavenly Dao.
Menjemput murid dan keturunan mereka.
Han Jue tidak muncul.
Para Sage yang menyambut.
Dengan sopan.
Di balik euforia Heavenly Dao—
Great Dao Divine Spirits justru panik.
Ancient Desolate sudah hancur.
Apakah mereka berikutnya?
Mereka hanya bisa menunggu…
Perintah Ultimate God of Punishment.
Tanpa tahu…
Orangnya sudah dikurung.
Di tempat lain—
Sebuah benua tandus melayang di Chaos.
Di puncak gunung—
Azure Heaven Mystic sedang berkultivasi.
Dia membuka mata.
Menatap kehampaan.
“Divine Might Heavenly Sage…”
“Luar biasa…”
Dia sudah lama mengembara di Chaos.
Dia tahu betapa mengerikannya Ancient Desolate.
Banyak ahli gagal.
Banyak jenius diculik.
Tapi begitu Han Jue bergerak—
Selesai.
Ini…
Jalan invincible yang dia impikan.
Sejak kecil dia sudah mengagumi Divine Might Heavenly Sage.
Sekarang?
Level fanboy maksimal.
“Apakah kau ingin mengalahkan Divine Might Heavenly Sage?”
Sebuah suara tiba-tiba terdengar.
Azure Heaven Mystic langsung berdiri.
“Siapa?!”
Dia menyapu sekeliling dengan waspada.
Dia yakin—
Dia sendirian di sini.
Tapi…
Ada seseorang yang masuk tanpa dia sadari.
Dan itu—
Sangat berbahaya.