Cheon Yeo-woon memang masih seorang anak laki-laki, tetapi dia bukan orang bodoh. Berbagai kesulitan dan upaya pembunuhan yang pernah dihadapinya telah membuatnya lebih kuat sekaligus lebih cerdas. Dia memahami betapa pentingnya sebuah senjata jika memilikinya. Dia juga tahu bahwa keberadaan senjata itu harus dirahasiakan agar dirinya tetap selamat.
‘Aku harus merahasiakan bahwa ada Nano Machine di dalam tubuhku.’
Yeo-woon tidak menyadarinya, tetapi pengetahuan medis pada zaman ini sama sekali tidak mungkin mampu mendeteksi Nano Machine. Namun, karena tidak mengetahui hal itu, dia tetap merasa tidak nyaman jika sampai Dokter Baek mengetahuinya. Bagaimanapun, dokter itu berasal dari salah satu dari Enam Keluarga, yaitu Dokmajong.
‘Semoga dia tidak menyadari apa pun...’
Yeo-woon berusaha menyembunyikannya, tetapi dia tetap merasa gugup. Sebelum masuk akademi, dia dilarang mempelajari segala jenis ilmu bela diri.
‘Hmm... Pasti ada seseorang yang membantunya. Itu sudah jelas...’
Dokter itu penasaran melihat perubahan yang terjadi pada anak tersebut. Sebelumnya, dia mengira Yeo-woon akan tersingkir dalam persaingan karena tubuhnya lemah dan tidak memiliki pengetahuan bela diri. Namun, kondisi Yeo-woon sekarang justru membuktikan bahwa kemampuannya untuk mempelajari ilmu bela diri lebih baik daripada para pangeran dari keluarga lain.
Meski begitu, posisinya untuk memperebutkan takhta masih sangat tidak menguntungkan. Para pangeran lainnya sudah mulai mempelajari ilmu bela diri dan memiliki pasukan masing-masing.
‘Rupanya, selama ini dia tidak sepenuhnya kehilangan minat...’
Dokter itu menduga perubahan tersebut terjadi berkat bantuan Sang Ketua, Cheon Yujong.
‘Bagaimanapun, dia tetap putranya...’
Jika Sang Ketua memang diam-diam telah membantu, dokter itu tidak perlu mengakuinya secara terbuka. Dia hanya menuliskan resep obat untuk membantu memulihkan tenaga Yeo-woon, lalu pergi.
"Pangeran."
"Jang."
Yeo-woon bahkan belum sempat berterima kasih kepada pengawalnya. Nano Machine memang telah menyembuhkannya, tetapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika Jang tidak datang tepat waktu?
"Terima kasih sudah membawaku kembali ke—"
Sebelum Yeo-woon sempat menyelesaikan kalimatnya, Jang berkata dengan dingin,
"Maaf, Pangeran. Anda harus membersihkan diri terlebih dahulu."
"...Baiklah."
Bau yang ditimbulkan tubuhnya sangat menyengat. Dokter tadi menyuruh seorang budak membersihkan tempat tidur dan menyiapkan segala sesuatu agar Yeo-woon bisa mandi. Saat berendam di dalam bak berisi air hangat, Yeo-woon merasakan sesuatu yang aneh.
‘Apakah dunia ini ingin mengubah takdirku?’
Nasibnya seolah sudah ditentukan sejak dia dilahirkan dari seorang budak perempuan. Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan sepanjang hidupnya hanyalah bertahan hidup tanpa terbunuh.
‘Hei, Nano Machine.’
[Ya, Master.]
Sudah sekitar satu jam dia tidak berbicara dengan Nano Machine. Mesin itu tidak akan berbicara jika dirinya tidak bertanya lebih dahulu.
‘Kau bilang telah memulihkan luka-lukaku. Sejauh apa kemampuanmu?’
[Aku dapat memulihkan luka luar maupun luka dalam dengan cepat. Namun, kehilangan banyak darah atau anggota tubuh membutuhkan replikasi sel, yang memerlukan waktu lebih lama.]
‘O-oh... begitu rupanya.’
Nano Machine telah memberinya begitu banyak informasi, tetapi masih sulit baginya untuk memahami semuanya. Setidaknya, satu hal sudah pasti: sebagian besar luka dapat dipulihkan, kecuali jika dia kehilangan anggota tubuh atau darah dalam jumlah terlalu banyak.
‘Apa sebaiknya aku mengujinya?’
[Aku tidak menyarankan Master untuk melukai diri sendiri. Namun, jika Master ingin mencobanya, sebaiknya mulai dengan luka sayatan kecil.]
Yeo-woon kemudian mengambil belati yang tergeletak di atas tumpukan pakaiannya, lalu menggores telapak tangannya.
"Aduh!"
Rasa sakit itu membuatnya mengernyit.
[Mengaktifkan mode penyembuhan mandiri pada telapak tangan kiri.]
Begitu suara itu terdengar, darah yang mengalir dari telapak tangannya berhenti. Tak lama kemudian, lukanya menghilang seolah-olah tidak pernah ada.
‘Sulit dipercaya... tetapi ini benar-benar berhasil.’
Masih banyak hal lain yang sulit dipercaya, termasuk berbagai kemampuan yang dimiliki Nano Machine.
‘Apa aku benar-benar bisa menggunakan semua kemampuan yang pengetahuannya telah diberikan kepadaku?’
[Ya, Master. Master dapat menggunakan setiap kemampuan Nano Machine sebagaimana dijelaskan dalam petunjuk.]
‘Bagus. Akan kucoba setelah selesai mandi.’
[Baik, Master.]
Yeo-woon kemudian keluar dari bak mandi dan mengepalkan kedua tangannya. Jika dia mampu memanfaatkan kekuatan Nano Machine, dia bisa meningkatkan kekuatannya dan membalas dendam kepada para musuhnya.
Di bagian selatan benteng Heavenly Demon Divine Cult terdapat kediaman Bokmajong. Di sebelah bangunan utamanya berdiri sebuah ruangan yang disediakan bagi calon pewaris takhta. Di halaman depan ruangan itu, seorang pemuda berwajah penuh bintik-bintik sedang berdiri, sementara seorang pria bertopeng berlutut di hadapannya.
"Lucu sekali. Menurutmu, ini masuk akal?"
Pemuda itu tampak sangat marah dan berteriak dengan murka. Pria bertopeng di hadapannya bahkan tidak berani menjawab untuk meredakan amarahnya.
"Aku mengirim kalian semua untuk membunuh seorang anak lemah, tetapi justru lima orang dari kalian yang tewas?"
"Pangeran Mukeum, sepertinya ada seorang pendekar yang membantunya."
"Berani sekali kau menyebut namaku!"
"Ampun, Pangeran Cheon."
Cheon Mukeum berada di peringkat ketiga dalam urutan pewaris takhta. Dia telah mengirim para pembunuh dari keluarganya sendiri, Bokmajong, untuk membunuh Cheon Yeo-woon sebelum anak itu bergabung dengan akademi. Namun, upaya tersebut gagal.
"Kukira dia tidak punya siapa pun yang bisa membantunya. Rupanya, dia menyimpan sesuatu."
Kegagalan itu sungguh di luar dugaan. Mereka telah membuat pengawal Yeo-woon menjauh darinya, lalu menyerang sang pangeran. Namun, mereka tetap gagal. Itu berarti ada orang lain yang juga melindunginya.
‘Apa Ayah melakukan sesuatu untuknya?’
Pikiran itulah yang terlintas di benaknya, tetapi dia tidak berani mengatakan apa pun tentang Sang Ketua. Ketua Heavenly Demon Divine Cult adalah sosok yang dipuja layaknya dewa.
"Sudahlah. Aku akan mencari kesempatan lain setelah masuk akademi."
Di dalam akademi, tidak ada perlindungan khusus. Para pengawal yang ditugaskan langsung oleh Sang Ketua untuk menjaga setiap pangeran tidak diizinkan mengikuti mereka ke sana.
"Sebenarnya aku tidak ingin turun tangan sendiri, tetapi sepertinya aku tidak punya pilihan."