Ch 71 - Aku Akan Melakukan Hal yang Sama Padamu (3)

Novel: Nano Machine

Dua jam sebelumnya...

Di area terbuka yang luas di belakang gedung ruang latihan besar, sisi timur laut akademi, sekitar dua puluh kadet berkumpul untuk berlatih Seven Demon Sword. Kemampuan mereka memang tidak sehebat kadet lain, tetapi mereka saling membantu menyempurnakan teknik pedang masing-masing. Mereka adalah kadet dari kelompok ke-12 sebelumnya. Sebelum ujian kedua, mereka biasa berlatih formasi di bawah bimbingan Bakgi. Namun, setelah ujian itu selesai, Bakgi meninggalkan mereka.

Karena itulah sekarang mereka berada di sana tanpa Bakgi maupun Cheon Jongsum.

“Penghak, kau yakin tidak masalah pergi sendirian?” tanya Gallen, kadet nomor 670, dengan cemas. Wu Penghak adalah orang yang menyerang Bakgi dari belakang saat pertarungan melawan Ha Ilming tadi malam. Kini, dialah pemimpin kelompok tersebut.

“Aku diminta datang sendirian. Kita tidak punya pilihan.”

Penghak juga merasa khawatir, tetapi dia tak bisa mengabaikan peringatan Cheon Yuchan. Dia sudah membuat kesepakatan, jadi dia harus datang untuk menerima imbalan setelah memenuhi janji itu.

“Kalau kita mendapatkan tag, kita bisa membentuk tim.”

“...Iya, tapi satu tag saja berarti kita harus saling bersaing.”

Jumlah mereka dua puluh orang. Artinya, jika hanya mendapat satu yellow tag, delapan orang harus tersingkir. Situasi itu jelas bakal memicu kekacauan. Gallen punya alasan untuk khawatir, tetapi Penghak menggeleng.

“Tapi kita juga tidak bisa cuma diam dan tidak melakukan apa-apa.”

“Benar.”

“Kita harus melakukan apa pun demi bertahan. Kalau menyerah hanya karena kita lemah, semuanya selesai.”

Gallen tak bisa membantah. Mereka sudah menghubungi pemimpin kelompok lain yang memiliki yellow tag, tetapi tak ada yang mau menerima mereka. Kebanyakan hanya menerima anggota kelompok lama masing-masing, jadi sejak awal memang sulit menemukan tempat kosong.

“Jadi, pikirkan juga cara untuk menyelamatkan dirimu sendiri.”

“Iya... tapi mengkhianati pemimpin kelompok kita yang dulu... rasanya tidak benar.”

“Nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada jalan untuk kembali. Jangan khawatir soal kelompok. Kalau aku jadi pemimpin, akan kupastikan kau mendapat tempat,” bisik Penghak.

Gallen mengernyit. Sepertinya Penghak salah paham.

‘Ah...’

Penghak lalu hendak pergi menemui Yuchan. Namun, saat dia melangkah keluar, seseorang muncul dan menghalangi jalannya.

“Tunggu.”

“K-kau?!”

Orang itu adalah Cheon Yeo-woon, kadet paling terkenal di akademi saat ini. Yeo-woon juga orang yang menghancurkan energi internal Cheon Jongsum. Penghak terkejut melihatnya.

“K-kenapa kau...!”

“Kenapa kaget?”

Mereka belum tahu bahwa Yeo-woon sudah keluar dari penjara. Namun, bukan itu saja. Tujuh kadet lain muncul dari sudut gedung.

“Hiiiek!”

Wu Penghak tersentak dan mundur beberapa langkah. Ko Wanghur, Bakgi, Hou Sangwha, Ja Wumin, Hu Bong, Machil, dan Jin Guuk berdiri di belakang Yeo-woon. Selain Hou Sangwha dan Jin Guuk yang baru bergabung dengan tim hari ini, lima orang lainnya tampak sangat murka.

“B-Bakgi!”

Penghak paling takut kepada Bakgi. Bekas luka mengerikan yang melintang di dekat matanya membuat tatapan tajam Bakgi tampak semakin menyeramkan.

“Kau mengkhianatiku?”

Bakgi menatap Penghak dengan kecewa. Mereka tadi mendengar percakapan Penghak dan Gallen dari balik gedung. Mereka bisa memahami alasan kelompok itu menyergap demi merebut yellow tag karena terdesak ingin bertahan. Namun, mengkhianati Bakgi, mantan rekan satu tim mereka sendiri, adalah hal yang tak bisa diterimanya. Terlebih lagi, Ohjong sampai terluka parah akibat kejadian itu.

“Berhenti!”

Para mantan anggota kelompok ke-12 segera berlari mendekat setelah menyadari Yeo-woon dan timnya telah muncul.

“B-Bakgi!”

Gallen dan kadet lainnya juga terkejut melihat Bakgi. Mereka mengira Bakgi terluka parah, tetapi ternyata dia baik-baik saja dan kini berdiri bersama rekan-rekannya.

“Kalian datang untuk balas dendam?!” seru Gallen sambil menggigit bibir.

Namun, Ko Wanghur yang menjawab.

“Kalian menyergap kami, lalu berpikir tidak akan menerima akibatnya?!”

Ko Wanghur, yang tubuhnya hampir dua kali lebih besar daripada kebanyakan kadet, membentak mereka. Jumlah kadet kelompok ke-12 memang lebih banyak daripada tim Yeo-woon, tetapi mereka ketakutan.

“K-kami lebih banyak! Kita bisa menang!”

Penghak berteriak kepada anggota kelompoknya. Kemarin saja mereka berhasil melukai Bakgi karena unggul jumlah. Tidak mungkin Bakgi sudah pulih sepenuhnya, jadi menurutnya tak ada alasan mereka akan kalah.

‘Tapi Cheon Yeo-woon juga ada di sini!’

Para kadet tetap tak berani menyerang. Situasinya berbeda dari kemarin. Menghadapi Bakgi saja sudah sulit, apalagi sekarang mereka harus berhadapan dengan Cheon Yeo-woon, orang yang pernah meremukkan tulang rusuk seorang instruktur. Nama Yeo-woon juga sudah telanjur terkenal di seluruh akademi.

‘Katanya, kalau dia marah, energi internal orang bisa dihancurkannya!’

‘Kita tidak mungkin melawannya!’

‘Dia sudah mengirim begitu banyak orang ke ruang medis! Orang itu monster!’

Yeo-woon sebenarnya tidak sengaja membangun reputasi seperti itu, tetapi banyak kadet yang takut kepadanya. Para kadet kelompok ke-12 juga tahu bahwa energi internal salah satu anggota mereka, Cheon Jongsum, telah dihancurkan. Itu membuat mereka semakin gentar.

“Dasar bodoh! Jumlah kita jauh lebih banyak!”

Penghak mulai kehilangan kesabaran melihat anggota kelompoknya. Yeo-woon lalu berbicara dengan dingin.

“Justru kaulah yang bodoh. Berani sekali kau mengatakan itu di depanku?”

“Apa?!”

Dalam sekejap, Yeo-woon melesat mendekati Penghak. Gerakannya begitu cepat hingga Penghak tak sempat bereaksi saat pergelangan tangannya dicengkeram. Yeo-woon menahan pergelangan tangan kanan Penghak dengan tangan kirinya, lalu menghantam perutnya.

‘Kendalikan! Jangan berlebihan!’

Yeo-woon berusaha menahan kekuatannya sebisa mungkin, tetapi...

“ARGH!”

Begitu tinjunya menghantam perut, mata Penghak membelalak dan darah menyembur dari mulutnya. Tubuhnya terlempar sekitar tiga meter ke udara, lalu melayang jauh ke belakang.

‘Ugh... Padahal sudah kutahan.’

Lanjut membaca Ch 72 - Aku Akan Melakukan Hal yang Sama Padamu (4)

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
☕
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%