“Pangeran!”
Semuanya terjadi begitu cepat. Cheon Yuchan terlempar jauh ke samping dan para anggotanya berteriak kaget. Mereka sama sekali tidak memahami apa yang baru saja terjadi. Yumpa berjalan tenang ke belakang Yuchan dan melayangkan serangan lagi, membuat Yuchan terpental. Yuchan menahan tubuhnya dengan tangan di tanah, tetapi tidak mampu bergerak. Sepertinya dia kesakitan.
“Yumpa! Apa maksud semua ini?!”
Salah satu anggota Yuchan, seorang kadet perempuan bernama Ou Jiran yang juga mengenakan yellow tag, berteriak marah. Dagunya panjang dan alisnya agak turun, membuat wajahnya tampak muram. Meski begitu, dia termasuk tiga kadet perempuan terkuat bersama Hou Sangwha.
“Kau sudah gila!”
Wu Gunpil juga berteriak dan langsung menerjang Yumpa. Namun, seseorang menghalangi jalannya. Sebuah pukulan yang disertai energi kuat beradu dengan lengan Gunpil dan mendorongnya mundur tiga langkah. Gunpil terkejut saat melihat orang yang berdiri di hadapannya.
Tubuh kadet itu berotot tebal, ukurannya bahkan dua kali lebih besar daripada kadet lain. Dia adalah Ko Wanghur. Dia bangkit dengan cepat dari tanah untuk menghadang Gunpil.
“Apa?! Bagaimana kau bisa...?” “Sudah waktunya, kawan-kawan.”
Wanghur berbicara kepada rekan-rekannya tanpa mengalihkan pandangan dari Gunpil. Para kadet yang sebelumnya tergeletak di tanah pun bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“Cepat juga.” “Kupikir kita harus pura-pura pingsan lebih lama.” “Yah, yang penting rencananya berhasil.”
Para anggota tim Cheon Yuchan tercengang melihat anggota tim Yeo-woon bangkit. Kemarahan mereka pun meledak. “Bedebah!!!”
Kini mereka sadar bahwa selama ini telah ditipu. Tubuh para anggota tim Yeo-woon memang dipenuhi darah dan kotoran, tetapi tidak seorang pun dari mereka yang benar-benar terluka.
‘Tunggu, lalu bagaimana dengan kelompok ke-12?’
Gunpil menoleh ke arah Gallen dan para kadet kelompok ke-12 lainnya. Mereka juga sudah mengeluarkan pedang kayu untuk bertarung melawan kelompok Yuchan.
“Yumpa!! Berani sekali kau mengkhianati Pangeran!” teriak seseorang dengan marah. Dia adalah Jin Yu dari Power Fist Clan, kadet lain yang juga mengenakan yellow tag. Tubuhnya berotot, meskipun sedikit lebih kecil daripada Ko Wanghur.
“Yumpa mengkhianati kita!” “Yumpa, bajingan...!”
Para anggota Yuchan berteriak penuh amarah kepada Yumpa yang wajahnya masih tertutup kain. Sepertinya sejak awal mereka memang tidak terlalu memercayai Yumpa. Yumpa menggeleng.
“Hmph.”
Lalu, orang yang menyamar sebagai Yumpa membuka kain penutup wajahnya. Para anggota tim Cheon Yuchan langsung mengernyit saat melihat wajah di balik kain itu. Suaranya memang sama dengan Yumpa, tetapi wajahnya sama sekali berbeda.
“Cheon Yeo-woon!”
Itulah kadet nomor 7, Cheon Yeo-woon. Dia mengamati keadaan di sekelilingnya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Semuanya bermula setelah Yeo-woon mengalahkan Ha Ilming yang mengamuk.
Ha Ilming menerjang Yeo-woon seperti binatang buas. “Monster!”
Ha Ilming melancarkan serangan kuat menggunakan jari-jarinya. Rambutnya mulai memutih, tetapi dia ingin mengalahkan Cheon Yeo-woon sebelum kehilangan akal sehat sepenuhnya. Namun, sebelum sempat mencapai Yeo-woon, seseorang menendangnya hingga terpental.
Orang itu adalah Bakgi. Ha Ilming terlalu dikuasai amarah terhadap Yeo-woon sampai tidak menyadari keberadaan Bakgi di sampingnya. Dalam situasi darurat, Bakgi terpaksa menendangnya.
“Aaaaargh!” “Hah?”
Namun, kali ini justru Bakgi yang terpental. Energi internal Ha Ilming yang meningkat membuat Bakgi terpukul mundur.
‘Berani sekali kau menghalangiku lagi!’
Ha Ilming semakin marah kepada Bakgi. Dia berbalik dan hendak menyerang Bakgi yang terjatuh, tetapi Yeo-woon tidak membiarkannya.
“Kau tetap di sini.”
Yeo-woon mencengkeram pergelangan tangan kanan Ha Ilming. Ha Ilming terlalu percaya diri dengan energi internalnya.
‘Cara itu tidak akan berhasil kali ini!’
Ha Ilming menggandakan energi internalnya hingga mencapai seratus persen untuk melawan. Namun, energi internal Yeo-woon yang setara dengan sembilan puluh tahun, ditambah kekuatan fisiknya yang sanggup merusak batu permata biru, bukanlah sesuatu yang bisa didorong begitu saja.
“Aaaargh?!”
Ha Ilming terangkat ke udara, lalu dibanting ke tanah melalui pergelangan tangannya. Yeo-woon segera melompat ke atas tubuh Ha Ilming dan menghantam kepalanya. Karena terlalu terburu-buru untuk melumpuhkannya, kali ini Yeo-woon tidak mampu mengendalikan kekuatannya. Kepala Ha Ilming tertekan lebih dalam daripada ketika dia menindih Yumpa sebelumnya.
‘Semoga dia tidak mati.’
Setidaknya, kepalanya tidak sampai hancur. Dengan Demon Art yang sedang aktif, tubuh Ha Ilming tampaknya menjadi jauh lebih kuat daripada biasanya.
“Grrr...”
Kepala Ha Ilming memang tidak hancur, tetapi hantaman tinju Yeo-woon dari atas dan punggungnya yang membentur tanah membuatnya mengalami gegar otak. Ha Ilming pun pingsan. Rencananya untuk menyerang dari belakang dengan ilmu terlarang itu gagal total.
“Huft.”
Yeo-woon kemudian menjelaskan bahwa teknik yang digunakan Ha Ilming adalah Demon Art of Blood Reversion. Sebagian besar anggota klan yang telah dilatih di klan masing-masing tahu apa yang terjadi pada Ha Ilming.
“Ini pertama kalinya aku melihatnya secara langsung.” “Tapi dia mempelajari ilmu terlarang milik sekte... Dia pasti akan dikeluarkan,” kata Ko Wanghur sambil memandang Ha Ilming. Keputusan Ha Ilming memang bodoh. Seharusnya dia menunggu kesempatan lain untuk membalas dendam.
“Urusan kita di sini sudah selesai.” “Sekarang kita bisa mengirim mereka ke ruang medis.”
Jari-jari Ha Ilming dan para anggotanya sudah dipatahkan, begitu pula kaki kanan mereka. Jika luka-luka itu tidak pulih sebelum ujian ketiga, mereka akan dikeluarkan.
“Memang melegakan karena kita sudah membalaskan dendam Ohjong, tetapi rasanya tetap tidak menyenangkan.”
Semua orang memahami maksud Hu Bong. Orang yang berada di balik semua kejadian ini masih bebas tanpa cedera. Sungguh mengerikan membayangkan satu orang mampu mengendalikan begitu banyak orang hanya demi mendapatkan yellow tag.