Ch 207 – Ketua OSIS yang Terlalu Dicintai

Novel: The Extra's Academy Survival Guide

← Sebelumnya Berikutnya →

Chapter 207 – Ketua OSIS yang Terlalu Dicintai


Koridor Obel Hall dipenuhi laporan.


“Ketua, klub manufaktur reagen mengirim hadiah. Lilin aroma dengan api sihir di dalam botol kaca.”


“Presiden OSIS sebelumnya, Beros, mengirim tongkat sihir kelas atas.”


“Kantor akademik memberi kelonggaran siklus laporan agar tidak mengganggu pekerjaan presiden.”


“Asosiasi pedagang di area hunian mengirim makanan ringan dan dekorasi.”


Setiap sekretaris yang berjalan di belakang Tanya Rosstaylor hanya membawa kabar hadiah baru.


Tanya berjalan dengan mata merah.


Ia bahkan tidak sempat mengeluh.


“Ini daftar saran mahasiswa. Harus disetujui besok!”


“Rencana reformasi komite disiplin sudah selesai!”


“Sore nanti Anda harus ke Lorail Hall untuk memberi semangat staf!”


Setelah semua laporan selesai, Tanya akhirnya masuk ke kantornya dan menjatuhkan diri ke kursi.


Sunyi.


Sunyi yang terasa lebih berharga daripada emas.


Ia menghela napas panjang.


“Kalau terus begini… aku akan jadi ketua OSIS seumur hidup…!”


Aneh.


Biasanya jabatan seperti ini pasti memiliki oposisi.


Tapi Tanya justru mendapat dukungan hampir dari seluruh akademi.


Ia mencoba mencari cara membuat orang membencinya.


Namun selalu gagal.


Serangan ke Ofilis Hall


Hari berikutnya, Tanya mendatangi Ofilis Hall.


Asrama paling elit di akademi.


Ia datang dengan niat memicu konflik.


Ia mengkritik:

  • anggaran besar

  • manajemen staf

  • potensi kelalaian pengawasan mahasiswa


Namun kepala pelayan, Belle Maia, justru membungkuk sopan.


“Terima kasih atas pengingatnya, Nona Tanya. Kami memang perlu memperbaiki manajemen.”


Tanya membeku.


“Ah… ya…”


Bukannya marah—


mereka malah berterima kasih.


Karena Belle sudah mengenal baik kakaknya, Ed Rosstaylor.


Serangan ke Gedung Trix


Tanya tidak menyerah.


Ia menuju Trix Building.


Bahkan Wakil Rektor, Vice Principal Rachel, keluar menyambutnya.


Rachel berkata dengan puas,


“Integrasi antara akademi dan pedagang meningkat pesat berkat Anda.”


Tanya mencoba menyerang lagi.


“Saya menyarankan pemotongan dana penelitian fakultas.”


Rachel berpikir sejenak.


“Benar. Efisiensi penelitian memang menurun. Ini ide bagus.”


“…Apa?”


Rachel bahkan mengusulkan agar rencana itu dikirim ke pusat akademik.


Beberapa hari kemudian jawabannya datang.


Pemotongan dana disetujui.
Para peneliti menyatakan akan merefleksikan diri dan meningkatkan kualitas penelitian.


Tanya berteriak di kantornya.


“KENAPA SEMUA MALAH JADI LEBIH BAIK?!”


Semua Upaya Gagal


Tanya mencoba berbagai cara.

  • Menghapus privilese siswa terbaik → mereka semua pendukungnya

  • Memusuhi Elte Company → Ed mendukung Elte

  • Menyinggung keluarga kerajaan → justru memperkuat aliansi


Bahkan saat ia mencoba memancing konflik dengan Gereja Telos—


ternyata Saint Clarice sudah sepenuhnya berpihak pada kubu Ed.


Tanya menatap kosong.


“Berapa banyak tubuh yang dimiliki kakakku…?”


Di mana pun ia menyerang—


semua jalur berakhir pada satu orang.


Ed.


Tidak Ada Jalan Kabur


Tanya menjatuhkan diri ke kursi ketua OSIS.


“Aku tidak bisa kabur… aku akan terikat selamanya dengan jabatan ini…”


“Presiden,” kata Ziggs Epelstein tenang.


“Silakan tinjau anggaran Dex Hall.”


147 halaman.


Harus selesai dalam satu jam.


Tanya menatapnya dengan mata memohon.


Jawaban Ziggs tetap sama.


“Itu memalukan bagi Anda.”


Pertemuan dengan Ed


Beberapa menit sebelum rapat besar dimulai—


Tanya akhirnya bertemu kakaknya di lorong.


“Kenapa wajahmu begitu?” tanya Ed.


Tanya hampir menangis.


“Onii-sama… tolong selamatkan aku…”


Ed berkedip.


“Apa?”


Tanya mencoba menjelaskan.


Namun masalahnya terlalu rumit.


Sementara itu di ruang rapat kecil Glokt Hall


para bangsawan muda sudah berkumpul.


Pertemuan ini dihadiri oleh murid dari keluarga-keluarga penting.


Di antaranya:

  • Wade Calamore

  • Lucy Mayril

  • Dyke Elphelan

  • Ziggs Epelstein


Semua menunggu Tanya.


Namun Tanya masih memohon pada Ed.


Alasan Rapat


Tanya akhirnya menjelaskan.


“Aku akan mulai perang saraf dengan Princess Selaha.”


Sebelum itu, ia ingin memastikan konflik politik tidak merusak akademi.


Ia ingin menyampaikan pesan kepada semua bangsawan:


Persaingan kekaisaran adalah urusan kekaisaran.
Sylvania tetap tanah pendidikan.


Ia juga punya rencana khusus saat Integrated Sparring Event nanti.


Saat para ksatria kekaisaran dan penyihir istana datang menonton.


Ed mengangguk.


“Kalau butuh bantuan, bilang saja.”


Tanya menatapnya dengan wajah putus asa.


“…Aku benar-benar merasa akan mati, kakak.”


Ia akhirnya mengaku.


“Aku ingin berhenti jadi ketua OSIS…”


Ed terdiam.


Tanya menggenggam tangan kakaknya.


“Setelah semuanya selesai… bisakah kakak menyebarkan rumor buruk tentangku?”


“Kalau aku menyebarkan rumor tentang adikku sendiri, bukankah reputasiku juga hancur?”


“Seberapa buruk pun reputasiku tidak masalah!”


Ed menatapnya dengan ekspresi canggung.


“Kamu sadar tidak…”


“Kamu sekarang didukung oleh akademi, pedagang, gereja… bahkan keluarga kerajaan.”


“Dalam sejarah Sylvania… posisi seperti itu belum pernah ada.”


Wajah Tanya kosong.


“Kalau kamu mundur sekarang… akademi akan kacau.”


“Aku tidak akan membiarkan itu.”


Tanya melepas tangan kakaknya.


Ia mengacak rambut pirangnya.


“Kalau begitu aku harus bagaimana?!”


Tidak Ada Jalan Keluar


Tiba-tiba—


BOOM!


Pintu ruang rapat terbuka.


Di dalamnya semua bangsawan muda berdiri.


“Ketua Tanya!!!”


“Kami menunggu Anda!”


Semua membungkuk 90 derajat.


Kursi tengah hanya satu.


Kursi untuk Tanya.


Air mata hampir keluar dari matanya.


Karena akhirnya ia sadar—


Ia benar-benar tidak punya jalan kabur lagi.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .