Chapter 216 – Kisah Sang Sage Besar
Keajaiban Bernama Sylvania
Great Sage Sylvania bernama lengkap Sylvania Robester.
Sejak lahir, dia adalah seorang jenius yang seolah-olah diciptakan oleh takdir.
Dia lahir di ibu kota kekaisaran, Cloeron, sebagai putri seorang penerjemah grimoire terkenal bernama
Dexton Robester.
Bakatnya terlihat sejak sangat kecil.
Ia mempelajari bahasa resmi kekaisaran hanya dalam kurang dari satu bulan.
Pada usia 7 tahun, ia sudah membaca buku grimoire setebal tubuhnya sendiri.
Saat 9 tahun, ketika anak lain baru menjalani upacara baptis, Sylvania sudah menguasai sihir elemen tingkat menengah secara otodidak.
Ayahnya langsung menyadari sesuatu.
Putrinya bukan anak biasa.
Jenius yang Membuat Orang Ketakutan
Beberapa tutor terkenal kemudian didatangkan untuk mengajarinya.
Namun sebagian besar berhenti hanya dalam beberapa bulan.
Alasan mereka?
“Rasanya seperti sedang ditatap oleh sesuatu yang ingin memakan otak kita.”
Kadang Sylvania terlihat seperti gadis biasa.
Dia bisa menangis karena lututnya terluka atau marah karena kehilangan boneka.
Namun begitu ia memegang pena untuk belajar—
dia berubah total.
Tatapan matanya saat membaca rune terasa seperti binatang buas yang sedang melahap pengetahuan.
Prestasi di Usia Anak
Beberapa kejadian membuat semua orang tercengang.
Ia membaca seluruh penelitian seorang profesor ekologi monster dalam beberapa bulan lalu mengusulkan teori evolusi monster baru.
Ia menemukan kesalahan dalam teori pembuatan reagen seorang profesor herbal.
Pada usia 11 tahun, ia tiba-tiba memutuskan belajar pedang.
Tiga bulan kemudian ia sudah berburu rusa di pegunungan dengan rapier.
Sebulan setelah itu ia:
meneliti ritual roh
menyihir busur ayahnya
membuat kontrak dengan roh tingkat menengah
Tahun berikutnya ia tertarik pada alkimia.
Ia berhasil membuat:
Blue Radiance Reagent
Red Angler Flower Reagent
Keduanya bahkan sulit dibuat oleh alkemis terkenal.
Namun puncaknya terjadi pada musim panas tahun itu.
Sylvania melepaskan sihir angin tingkat tinggi:
Eye of the Typhoon.
Hasilnya?
Seluruh air mancur di alun-alun pusat Cloeron meledak.
Saat itu, pengguna sihir tingkat tinggi termuda yang tercatat dalam sejarah berusia 29 tahun.
Sylvania?
12 tahun.
Penyihir Kekaisaran Termuda
Melihat bakat luar biasa itu, Kaisar
Cloel II
mengeluarkan dekret khusus.
Pada usia 13 tahun, Sylvania menjadi Imperial Wizard termuda dalam sejarah.
Tak ada yang bisa memprotes.
Karena pada usia tersebut dia sudah menerbitkan dua makalah penting tentang teori sensitivitas mana yang mengguncang dunia akademik.
Para sarjana di Torg Magical Society bahkan tercengang ketika mengetahui bahwa penulis teori revolusioner itu adalah seorang gadis 13 tahun.
Sebagian bahkan meninggalkan akademi karena merasa perbedaan bakat mereka terlalu jauh.
Dunia Penelitian Sylvania
Keluarga kekaisaran memberinya laboratorium besar di Istana Lily.
Koridor istana itu segera berubah menjadi dunia miliknya:
papan tulis penuh rune
botol tinta sihir
tumpukan grimoire
peralatan penelitian
Bahkan di istana yang terkenal sangat rapi pun—
tidak ada yang berani merapikan laboratorium Sylvania.
Kaisar Cloel II memahami satu hal:
Jenius seperti ini tidak boleh dibatasi oleh sistem pendidikan biasa.
Karena itu ia mempertemukan Sylvania dengan berbagai akademisi hebat.
Beberapa di antaranya:
Kelleison Bloomriver
Dalex Elderbane
Jane Belaxus
Namun orang yang paling mempengaruhinya adalah seorang pendekar legendaris.
Duke McLore.
Duke sering menceritakan kisah pahlawan pedang pertama yang menaklukkan naga.
Cerita itu membuat Sylvania tertarik pada seni bertarung.
Ia mulai mempelajari:
belati
busur
tombak
Walau tubuhnya kecil, kecepatan belajarnya tetap luar biasa.
Pada usia 17 tahun ia sudah menguasai sekitar 15 sihir tingkat tinggi.
Sejak saat itu orang mulai memanggilnya:
Great Sage.
Sylvania yang Tidak Peduli Status
Meski terkenal, Sylvania tidak tertarik pada kekayaan atau kehormatan.
Dia lebih suka:
berlari di pegunungan
membawa botol reagen
mengamati bintang di menara observatorium
Ia mulai meneliti Aspect Magic, sihir yang dapat memutarbalikkan hukum dunia.
Namun penelitian ini sangat berbahaya.
Ledakan sering terjadi di laboratoriumnya.
Awalnya keluarga kerajaan memaklumi.
Namun setelah terlalu sering terjadi—
mereka mulai memperingatkannya.
Sylvania hanya tertawa sambil menggaruk kepala.
Namun matanya bersinar semakin terang.
Bagi seseorang yang hidup di dunia penelitian—
Aspect Magic adalah benua baru yang belum dijelajahi.
Insiden Besar
Suatu hari eksperimen gagal.
Ledakan besar terjadi.
Yang terkena dampaknya adalah Putra Mahkota.
Lienfell terluka.
Itu adalah kejahatan besar.
Seseorang bisa dieksekusi karena hal itu.
Namun Sylvania terlalu berharga bagi kekaisaran.
Akhirnya Kaisar memutuskan solusi lain.
Pengasingan.
Sylvania dikirim ke daerah terpencil.
Tempat yang ia pilih sendiri:
Pulau Aken.
Pertemuan dengan Roh Angin
Di sanalah Sylvania bertemu dengan roh angin tingkat tinggi.
Merylda.
Merylda mengingatnya dengan senyum tipis.
“Dia selalu tersenyum cerah, bahkan setelah diasingkan.”
Namun Sylvania tidak berhenti meneliti.
Dia terus mencoba melakukan penelitian sihir meski fasilitasnya buruk.
Kadang ia bahkan memaksa Merylda membantu eksperimen.
Namun di balik semua itu—
Sylvania memiliki mimpi besar.
Suatu hari ia berkata dengan penuh semangat.
“Aku ingin memprediksi masa depan.”
Ia bahkan berkata sesuatu yang lebih gila.
“Aku ingin pergi ke masa depan.”
Ed terdiam mendengar cerita itu.
Seberapa jauh sebenarnya pandangan Sylvania?
Awal Akademi Sylvania
Keluarga kerajaan sebenarnya tidak benar-benar membuang Sylvania.
Mereka memberinya tugas.
Dia diminta mengurus beberapa anak bangsawan yang gagal belajar di wilayah liar Cohelton.
Tiga anak pertama itu adalah muridnya.
Mereka menjadi siswa pertama Akademi Sylvania.
Nama mereka:
Teslin McLore
Glokt Elderbane
Filona Bloomriver
Yang paling mengejutkan adalah Glokt.
Hari ini dia dikenal sebagai archmage hebat.
Namun dulu—
dia adalah murid yang sangat bodoh.
Butuh berbulan-bulan hanya untuk belajar satu mantra dasar.
Rumor tentang bakat luar biasanya hanyalah propaganda keluarganya.
Namun Sylvania tetap mengajarnya.
Tujuan Akademi
Merylda menatap menara akademi yang terlihat dari hutan.
“Menurutmu kenapa Sylvania membangun sekolah ini?”
Ed tidak menjawab.
Merylda menjelaskan.
“Karena dia sadar satu hal.”
Dunia tidak dipenuhi oleh jenius.
Sebagian besar manusia adalah orang biasa.
Glokt membuat Sylvania menyadari itu.
Dan dari situlah lahir gagasan Akademi Sylvania.
Sekolah ini awalnya bukan untuk para jenius.
Bukan untuk bangsawan.
Bukan untuk elit.
Tetapi untuk orang biasa yang tidak punya bakat luar biasa.
Merylda menatap menara itu.
“Begitulah awalnya.”
Sementara Itu di Festival
Di sisi lain,
Yenika Palover sedang mati-matian menghindari satu hal.
Orang tuanya bertemu Ed.
Dia membawa mereka berkeliling festival:
pertunjukan sihir
konser
presentasi akademik
doa di katedral
Namun saat kereta kekaisaran lewat, orang tuanya sangat bersemangat.
Mereka bahkan ingin menonton duel besar festival.
Masalahnya—
Ed juga akan bertarung di sana.
Duel Besar Akan Dimulai
Di ruang tunggu arena sparring,
Dyke Elphelan berdiri perlahan.
Dia melihat arena yang dipenuhi penonton.
Termasuk:
Kaisar
Princess Selaha
Dyke tidak takut kalah.
Yang ia takuti hanyalah kelemahannya sendiri.
Ia menarik napas dalam.
Jika seseorang dilahirkan sebagai pria—
ada saat ketika ia harus maju,
bahkan ketika ia tahu kemungkinan kalah sangat besar.
Dan Dyke Elphelan tahu itu lebih baik daripada siapa pun.