Chapter 233 – Munculnya Bencana Besar
Sorak-sorai penonton yang awalnya bersorak melihat kembang api di langit festival tiba-tiba berubah menjadi jeritan ketakutan.
Beberapa detik sebelumnya, langit masih dipenuhi cahaya kembang api.
Namun kemudian—
sesuatu muncul dari balik awan.
Sebuah kepala naga raksasa.
Di atas langit
Sylvania Academy
sesosok makhluk kolosal perlahan muncul di antara cahaya kembang api.
Itu adalah naga yang menandakan datangnya kehancuran.
Velbroke.
Bencana besar yang bahkan bisa menghancurkan seluruh pulau.
Dalam cerita game 〈Sylvania’s Failed Sword Saint〉, makhluk ini adalah boss terakhir.
Biasanya ia muncul pada musim panas saat kelulusan
Tailley McLaure.
Namun sekarang—
ia muncul jauh lebih cepat.
Kepanikan di Student Plaza
Jeritan memenuhi alun-alun mahasiswa.
“Monster!!”
“Lari!”
“Anakku! Di mana anakku?!”
Orang-orang saling mendorong, berlari menuju satu-satunya jalan keluar dari pulau.
Maxes Bridge.
Satu-satunya jalur darat keluar dari pulau Aken.
Di tengah kekacauan itu,
Ed Rosstaylor
berdiri diam menatap langit.
Ia memang terkejut.
Namun tidak sepenuhnya.
Karena sejak awal—
tidak ada satu pun kejadian yang berjalan sesuai rencana.
Mulai dari:
pertempuran melawan Glaskan
insiden Glast
peristiwa Lucy
hingga konflik Crepin
Tidak ada yang berjalan seperti skenario game.
Karena itu Ed sudah mempersiapkan diri.
Ia:
melatih Tailley lebih cepat
meningkatkan kemampuan sihirnya sendiri
mempersiapkan berbagai kemungkinan
Meski begitu…
kemunculan Velbroke tetap lebih cepat dari perkiraan.
Yenika Muncul
Di tengah kerumunan yang panik, seseorang berteriak.
“Ed!”
Itu adalah
Yenika Palover.
Ia datang bersama kedua orang tuanya:
Orte Palover
Sayla Palover
Orte berteriak panik.
“Tuan Ed! Cepat lari! Di langit itu—”
Namun Yenika memotongnya dengan suara tenang.
“Ed… naga yang kau ceritakan…”
Ed mengangguk.
“Ya.”
“Mungkin lebih cepat dari perkiraan…”
“tapi itu memang dia.”
Wajah Yenika langsung membeku.
Perintah Evakuasi
Ed segera berkata dengan tegas.
“Evakuasi orang tuamu dulu.”
“Jangan lewat Maxes Bridge. Di sana pasti macet.”
Ia lalu bertanya:
“Berapa orang yang bisa dibawa roh terbangmu?”
Yenika berpikir sejenak.
“Jika memanggil roh angin tingkat tinggi…”
“sekitar sepuluh orang sekali terbang.”
Ed langsung memutuskan.
“Evakuasi orang paling penting dulu.”
“Termasuk orang tuamu.”
Yenika mengangguk.
Namun ia bertanya balik.
“Kalau begitu…”
“Ed bagaimana?”
Ed menatap naga di langit.
“Aku…”
“Kita harus menghentikan itu.”
Yenika malah tersenyum kecil.
Seolah sudah menduga jawaban itu.
Velbroke Belum Sepenuhnya Bangkit
Velbroke mengaum.
Raungannya seperti logam raksasa yang digesek.
Namun Ed menyadari sesuatu yang aneh.
Naga itu—
masih terikat rantai sihir raksasa.
Tubuhnya sebagian masih terseret ke laut.
Segelnya belum sepenuhnya hancur.
Raungan itu bukan hanya kemarahan.
Melainkan jeritan untuk memutuskan rantai.
Artinya—
Velbroke belum sepenuhnya bangkit.
Phoenix Ring
Yenika berkata pelan.
“Jika aku menggunakan cincin yang kau berikan…”
Cincin itu adalah artefak dari
Professor Glast.
Phoenix Ring.
Artefak yang memungkinkan pengguna:
meminjam mana dari masa depan
menggunakan sihir di luar batas normal
Jika Yenika menggunakan cincin itu—
ia bisa mengevakuasi ratusan orang sekaligus.
Namun ada risiko besar.
Setelah digunakan, pengguna bisa kehilangan kemampuan bertarung.
Ed menjawab.
“Gunakan untuk evakuasi.”
“Selamatkan orang-orang.”
Namun Yenika menatap Ed.
“Tapi kau tidak berniat kabur.”
Ed tidak menyangkal.
Target Ed
Ed berkata tegas.
“Aku harus mencari Tailley.”
Karena hanya Tailley yang bisa membunuh Velbroke.
Tailley sudah memiliki:
teknik Dragon Slayer Sword
kemampuan pedang yang cukup melukai naga
Belum sempurna.
Namun cukup untuk memberikan serangan terakhir.
Jika mereka bisa:
mencapai jantung Velbroke
dan memberi Tailley kesempatan menyerang
maka naga itu bisa dibunuh.
Lokasi Tailley
Ed teringat sesuatu.
Sebelum festival dimulai,
Ayla
mengatakan ingin menyelinap ke Trix Building untuk membaca Sage’s Seal.
Jika begitu—
Tailley pasti bersamanya.
Artinya target Ed jelas.
Trix Building.
Merilda
Ed memanggil roh angin tingkat tinggi.
Merilda.
Serigala angin raksasa muncul di tengah alun-alun.
Tanpa berkata apa pun, Merilda menundukkan kepala.
Ed melompat ke punggungnya.
Perburuan Tailley dimulai.
Situasi di Pulau Aken
Di tempat lain, informasi mulai menyebar cepat.
Maxes Bridge—
satu-satunya jalan keluar pulau—
telah hancur.
Pulau Aken kini menjadi perangkap raksasa.
Informasi ini segera sampai kepada
Lortel Kecheln.
Ia sedang menerima laporan dari para pegawainya.
“31 pedagang di Maxes Bridge tewas atau hilang.”
Namun Lortel tetap tenang.
“Jangan panik.”
“Kita pemimpin.”
Ia mulai menganalisis situasi.
Pemimpin yang Mengendalikan Kekacauan
Beberapa tokoh kuat mulai mengorganisasi orang-orang di pulau:
Emperor Cloel di kediaman kerajaan
Princess Fenia bersama pasukan kerajaan
Tanya Rosstaylor di student plaza
Princess Selaha di gedung fakultas
Clarice di gereja mahasiswa
Jean Belle Maia melindungi siswa VIP
Lortel Kecheln di area pemukiman
Namun semua itu tidak menyelesaikan masalah utama.
Tidak ada jalan keluar.
Dragon’s Breath
Velbroke akhirnya menghantam daratan.
Sebagian pantai barat pulau langsung hancur.
Kemudian mana raksasa berkumpul di mulutnya.
Ratusan lingkaran sihir muncul.
Serangan legendaris.
Dragon’s Breath.
Jika serangan itu mengenai kerumunan manusia—
ribuan orang bisa mati dalam sekejap.
Lucy Muncul
Saat itulah—
seorang gadis terbang ke langit.
Lucy Mayril.
Ia berdiri di udara dengan topi penyihirnya.
Lalu menghadapi Velbroke secara langsung.
Mana raksasa memenuhi langit.
Lucy melepaskan 81 lapis sihir pertahanan tingkat tinggi
dan 3 lapis sihir pertahanan tertinggi sekaligus.
Ia menahan Dragon’s Breath.
Langit pulau Aken dipenuhi ledakan mana.
Namun bahkan Lucy memiliki batas.
Ia berhasil menahan sebagian besar serangan—
tetapi tetap terpental ke tanah.
Lucy jatuh ke student plaza.
Tanah retak membentuk kawah raksasa.
Bangunan runtuh di berbagai tempat:
area pemukiman
Gedung Glokt
hutan utara terbakar
lereng gunung runtuh
Lucy bangkit dari kawah.
Membersihkan debu dari topinya.
Lalu menatap langit.
Di sana—
bencana sejati telah tiba.
Krisis di Trix Building
Di ruang rapat akademi, para staf berkumpul.
Namun yang mengejutkan—
Principal Obel Forcius
menghilang.
Sebagai gantinya, wakil kepala akademi duduk di kursi pemimpin.
Rachel Theislin.
Ia berkata dengan tegas:
“Principal Obel Forcius saat ini tidak diketahui keberadaannya.”
“Sampai ia muncul kembali…”
“Aku akan mengambil alih komando.”
Ia menarik napas panjang.
“Bawakan semua laporan.”
Perang melawan Velbroke akhirnya dimulai.