Chapter 234 – Kekacauan di Aken Island
“Yang Mulia, Anda harus segera dievakuasi!”
Claire berlutut di hadapan
Emperor Cloel dengan suara penuh urgensi.
“Para penasihat sedang mencoba menghubungi pihak akademi untuk mencari cara keluar dari pulau! Beberapa staf akademi mungkin memiliki cara untuk mengevakuasi orang!”
Namun sebelum percakapan itu selesai—
raungan naga kembali mengguncang pulau.
– KRAAAAAAAAAAAGH!
Langit di atas
Aken Island
bergetar.
Jendela-jendela di kediaman kerajaan retak.
Sebagian bahkan pecah.
Raungan
Velbroke
semakin kuat.
Rantai sihir yang menahannya perlahan mulai putus.
Jika segelnya benar-benar hancur—
pulau ini akan musnah.
Di luar jendela terlihat kaki raksasa naga itu melintas di udara.
Satu ayunan saja sudah cukup membuat lereng gunung runtuh.
Di tengah debu yang beterbangan—
seorang gadis melayang di langit.
Lucy Mayril.
Ia berdiri menghadapi Velbroke secara langsung.
Keputusan Sang Kaisar
Melihat pemandangan itu, Kaisar Cloel mengerutkan kening.
“Pertama kita harus mengendalikan situasi.”
“Panggil semua perwira militer yang masih bisa bergerak di kediaman kerajaan.”
Claire langsung membalas.
“Yang Mulia! Anda harus meninggalkan pulau terlebih dahulu!”
Namun sang kaisar memotongnya.
“Bahkan seorang murid masih bertarung melawan bencana ini.”
“Lalu kau menyuruhku melarikan diri hanya karena aku kaisar?”
Ia menatap Claire dengan tajam.
“Jika aku lari, bagaimana rakyat akan bertindak?”
“Jika orang yang disebut kaisar melarikan diri terlebih dahulu, kekacauan akan menjadi lebih parah.”
Princess Fenia mencoba membujuknya.
“Abama… setidaknya Ayah keluar dari pulau dulu…”
Namun Cloel menggeleng.
“Seorang kaisar tidak boleh lari dari situasi seperti ini.”
Jika ia pergi lebih dulu—
para bangsawan lain akan melakukan hal yang sama.
Pulau ini akan berubah menjadi perebutan tempat kabur berdasarkan status.
Karena itu ia tetap tinggal.
Spire Sylvania Runtuh
Pertarungan antara Lucy dan Velbroke semakin brutal.
Serangan sihir Velbroke yang dipantulkan Lucy menghantam tebing.
Gelombang kejutnya—
menghantam menara pusat akademi.
– BOOOOOOM
Menara utama
Sylvania Academy
yang menjulang di tengah pulau runtuh.
Batu bata berjatuhan ke alun-alun.
Tempat itu penuh pengunjung festival.
Ratusan orang kemungkinan terluka.
Puluhan mungkin tewas.
Kaisar Cloel menutup mata sejenak.
Namun ia tidak boleh kehilangan ketenangan.
“Perwira militer itu belum berkumpul?”
Ia harus segera:
mengendalikan kerumunan
mengumpulkan para penyintas
mencari zona aman di pulau
Gerombolan Monster
Namun situasi semakin memburuk.
Langit tiba-tiba dipenuhi lingkaran sihir berwarna merah gelap.
Itu bukan sihir Lucy.
Itu sihir Velbroke.
Kemudian kabut hitam menyelimuti langit.
Dan dari kabut itu—
monster mulai jatuh ke pulau.
Puluhan.
Ratusan.
Makhluk-makhluk mengerikan muncul:
gremlin
giant bat
cyclops
corpse wolf
monster beast
Alasannya sederhana.
Velbroke disegel oleh Aspect Magic selama ratusan tahun.
Monster-monster yang menjadi bawahannya juga ikut terjebak dalam segel waktu.
Sekarang mereka terbebas.
Tujuan mereka:
melindungi Velbroke sampai kebangkitannya sempurna.
Kediaman Kerajaan Diserang
Jeritan terdengar di kediaman kerajaan.
Monster sudah masuk.
Kaisar Cloel membuka pintu lorong.
Di luar jendela—
seorang Cyclops raksasa berdiri tepat di depan gedung.
Makhluk itu tersenyum mengerikan.
Namun seorang ksatria kerajaan langsung melompat keluar jendela.
Pedangnya menusuk mata cyclops.
– SCREEEEECH!
Cyclops itu jatuh menghancurkan bangunan samping.
Tetapi ancaman belum selesai.
Empat gremlin menerobos jendela.
Dua giant bat menyusul.
Fenia langsung menggunakan sihir.
“Water Ball!”
“Water Prison!”
Air mengurung para monster.
Namun jumlahnya terlalu banyak.
“Aku tidak bisa menahan mereka lama!”
Claire kembali bersama pasukan penjaga.
Ia menebas gremlin dan menarik Fenia serta kaisar kembali ke ruang resepsi.
Pintu dikunci.
Lemari didorong menutup pintu.
Lampu dipadamkan agar monster tidak tertarik.
Di luar—
monster berkeliaran seperti neraka hidup.
Selaha di Luar
Kaisar Cloel tiba-tiba menyadari sesuatu.
“Selaha!”
Princess Selaha berada di luar kediaman kerajaan.
Ia menuju area akademi.
Tanpa perlindungan.
Cloel panik.
“Kita harus menyelamatkan Selaha!”
Claire langsung menjawab.
“Saya akan membentuk tim dan menjemputnya.”
Namun saat Claire membuka pintu—
sebuah tentakel tajam menembus dadanya.
Seekor giant bat elit telah membantai semua penjaga di lorong.
Claire roboh.
Fenia hampir menjerit.
Monster itu menerobos pintu.
Fenia berdiri di depan ayahnya.
Ia mengumpulkan mana.
Namun tepat saat monster itu masuk—
Ed di Medan Tempur
Di sisi lain pulau—
Ed Rosstaylor
sedang bertarung sambil menunggangi
Merilda.
Sihir angin Blade Storm menyapu jalan.
Corpse wolf tercabik-cabik.
Namun jumlah monster terlalu banyak.
Ed harus menuju Trix Building.
Di sana kemungkinan besar
Tailley McLaure berada.
Tanpa Tailley—
Velbroke tidak bisa dibunuh.
Dyke Bergabung
Tiba-tiba—
sekumpulan gremlin terlempar oleh satu pukulan.
Orang yang berdiri di sana adalah
Dyke Elphelan.
Ia masih penuh perban dari duel sebelumnya dengan Ed.
Dyke berkata santai.
“Apa yang terjadi di gedung Combat Department, Ed Rosstaylor?”
Ia menjelaskan situasi:
para siswa Combat Department berkumpul di training center
mereka membuat zona aman
banyak staf akademi bergerak sendiri-sendiri
Trix Building tidak memberi instruksi
Itu sangat aneh.
Gedung administrasi utama justru diam.
Ed berkata:
“Aku harus ke Trix Building.”
Dyke tertawa.
“Kau mau memperbaiki situasi?”
Ed mengangguk.
Dyke menatap Velbroke di langit.
“Kau benar-benar sulit ditebak.”
Namun ia mengangguk.
“Pergilah.”
“Kami akan menahan monster di sini.”
Tim Penakluk Velbroke
Di pikiran Ed muncul satu hal.
Untuk membunuh Velbroke—
tim yang sama seperti di game harus terbentuk.
Tim penakluk Velbroke:
Tailley McLaure
Ayla Triss
Princess Fenia
Lortel Kecheln
Ziggs Eiffelstein
Clevius Nortondale
Elvira Anniston
Jika tujuh orang ini berkumpul—
mereka bisa mencapai jantung Velbroke.
Dan mengakhirinya.
Makna Bertahan Hidup
Ed sadar sesuatu.
Jika hidupnya tidak berubah—
semua orang ini mungkin sudah hancur.
Namun sekarang:
Yenika tidak hidup dalam penyesalan
Lortel dan Fenia tidak saling menghancurkan
Clarice tidak kehilangan keyakinannya
Lucy tidak tenggelam dalam masa lalunya
Semua itu karena ia bertahan hidup.
Mungkin—
semua perjuangan ini memang untuk saat ini.
Dyke memanggilnya saat Ed hendak pergi.
“Ed Rosstaylor.”
“Jangan mati.”
Ed menjawab singkat.
“Tentu saja.”
Ia menaiki Merilda lagi.
Jalan menuju Trix Building terbentang lurus di depan.
Dan pertempuran untuk menyelamatkan dunia—
baru saja dimulai.