Ch 242 – Mengumpulkan Semua Kekuatan

Novel: The Extra's Academy Survival Guide

← Sebelumnya Berikutnya →

Chapter 242 – Mengumpulkan Semua Kekuatan


Dua raksasa bermata satu berdiri tegak di taman tengah kediaman kerajaan.


Tubuh mereka begitu besar hingga kepala mereka sejajar dengan lantai paling atas istana.


Dengan gerakan berat, salah satu raksasa mengayunkan tangannya.


BOOM!


Sebagian dinding luar istana runtuh seketika.


Para prajurit di atap menembakkan panah, tetapi tidak ada satu pun yang mengenai raksasa itu.


Sementara kedua raksasa itu menghancurkan taman kerajaan—


Fenia Elias Cloel berlari menyusuri koridor lantai satu bersama

Emperor Cloel.


Gaun Fenia sudah robek.


Kakinya yang telanjang berdarah karena ia sudah melepaskan sepatunya agar bisa berlari lebih cepat.


Di belakang mereka—


tiga kelelawar raksasa menempel di dinding dan mengejar.


Sesekali prajurit muncul dan menahan mereka dengan tubuhnya sendiri.


Namun itu hanya memperlambat sedikit.


Tidak ada jalan keluar.


Seluruh taman istana sudah dipenuhi monster.


Pelarian dari Istana


Seorang ksatria berdiri menghadang monster dan berteriak:


“Yang Mulia! Keluar lewat gerbang belakang!”


“Ada kereta menunggu!”


“Kami akan menahan mereka!”


Bahkan jika mereka keluar—


tidak jelas ke mana harus pergi.


Seluruh Aken Island sudah dipenuhi monster.


Namun tetap lebih baik daripada menunggu mati.


Kaisar mengangguk.


Ia menarik Fenia dan berlari lebih cepat.


Di belakang mereka—


teriakan ksatria terdengar.


Ia jelas sudah mati.


Fenia menutup matanya sejenak.


Namun mereka terus berlari.


Begitu keluar dari gedung utama—


udara malam memenuhi paru-paru mereka.


Fenia memimpin menuju gerbang belakang.


Namun monster terbang di langit mulai memperhatikan mereka.


Seekor griffin mutan mengepakkan sayapnya—


siap menyergap mangsa.


Sihir Lucy Menghapus Langit


Tiba-tiba—


langit menghilang.


Bukan benar-benar hilang.


Melainkan tertutup oleh ribuan lingkaran sihir elemen.


Sihir milik

Lucy Mayril.


Langit Aken Island dipenuhi formasi sihir raksasa.


Semua monster di udara berhenti.


Bahkan manusia pun tercengang.


Apakah mungkin satu orang bisa menciptakan sihir sebesar ini?


Lalu—


semua lingkaran sihir menyala bersamaan.


Cahaya muncul lebih cepat dari suara.


Dan dunia berubah menjadi putih.


BOOOOOOOOOOM!


Ledakan yang melampaui batas menghancurkan langit.


Monster yang memenuhi udara langsung lenyap seketika.


Bahkan

Velbroke

yang terbelenggu rantai pun meraung kesakitan.


Potongan tubuh monster jatuh dari langit seperti hujan.


Hutan hijau dan bangunan abu-abu berubah menjadi merah oleh darah.


Fenia merinding.


Namun ia terus berlari.


Sekarang hampir semua monster udara telah hilang.


Ini adalah kesempatan terbaik untuk melarikan diri.


Kereta yang Tidak Bisa Digunakan


Mereka akhirnya mencapai gerbang belakang.


Kereta yang disebut ksatria tadi benar-benar ada.


Fenia segera membantu Kaisar masuk ke dalam.


Lalu ia naik ke kursi kusir dan berteriak.


“Cepat jalan!”


Namun ketika ia melihat ke dalam kereta—


ia membeku.


Kusir tua itu sudah mati.


Sebuah pisau besar tertancap di bahunya.


Dan—


seekor gremlin sedang memakan mayatnya.


Monster itu menatap Fenia.


Bulu kuduknya langsung berdiri.


Gremlin itu melompat menyerang.


Fenia berteriak.


Ia menghindar dan jatuh ke lumpur.


Namun ia segera berdiri.


Ia mengumpulkan mana.


Sihir andalannya:


Water Magic.


Ia melempar bola air ke arah gremlin.


Monster itu mundur sambil menjerit.


Fenia langsung menyerang lagi—


bola air kedua menghantam matanya.


Lalu ia menggunakan sihir menengah:


Drowning.


Air muncul di sekitar kepala monster dan menutup saluran napasnya.


Gremlin itu meronta.


Namun Fenia mempertahankan sihirnya sampai akhirnya monster itu pingsan.


Fenia kehabisan mana.


Namun ia tetap bangkit.


Ia menyingkirkan mayat kusir.


Berdoa singkat.


Lalu mengambil cambuk.


Kuda-kuda masih hidup.


Ia hampir berhasil melarikan diri.


Namun—


CRUNCH.


Kedua kuda itu hancur diinjak raksasa bermata satu.


Seketika.


Fenia menatap ke atas.


Raksasa itu berdiri di depan kereta.


Ia mengangkat kakinya lagi.


Jika diinjak—


semuanya akan berakhir.


Tidak ada cara melawan.


Kedatangan Ed


Tiba-tiba—


seorang pria jatuh dari atas kereta.


Ia menabrak dinding kereta lalu berguling.


Namun ia langsung menarik Fenia dan melemparkan diri keluar.


Kereta itu hancur diinjak raksasa satu detik kemudian.


BOOM!


Debu beterbangan.


Fenia membuka mata.


Pria yang memeluknya adalah


Ed Rosstaylor.


Tubuhnya penuh luka.


Darah menetes dari mana-mana.


Namun ia tetap berdiri.


Di saat yang sama—


seekor singa air muncul dari kereta membawa Kaisar.


Fenia terkejut.


“Ed… Ross Taylor… kau…!”


Ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


Raksasa bermata satu kembali mengangkat kakinya.


Namun tiba-tiba—


api besar menyelimuti raksasa itu.


Roh api raksasa muncul.


Itu adalah


Tarkan.


Di atas kepalanya berdiri:

  • Yenica Palover

  • Selaha Einir Cloel


Api Tarkan membakar raksasa itu.


Selaha dan Yenica melompat turun.


Selaha membantu Kaisar.


Yenica menahan Ed yang hampir roboh.


“Abama! Apakah Anda baik-baik saja!”


“Selaha… syukurlah kau selamat…”


Sementara itu—


Yenica memarahi Ed.


“Ed! Tubuhmu sudah hampir hancur!”


“Jika kau terus bergerak seperti ini kau bisa mati kapan saja!”


Namun Ed tetap berdiri.


Ia menatap Fenia.


“Aku senang… kau selamat.”


Fenia terdiam.


Ia tidak pernah membayangkan Ed akan datang sejauh ini hanya untuk menyelamatkannya.


Darah Ed menetes di pipinya.


Ia panik.


“Kau harus dirawat dulu!”


Namun Ed menggeleng.


“Kita tidak punya waktu.”


Ia menatap Fenia serius.


“Kau harus pergi ke tempat Tailley sekarang.”


Fenia terkejut.


“Apa?”


“Kita harus membunuh Velbroke sekarang.”


“Jika tidak… bencana ini akan menyebar ke seluruh kekaisaran.”


Permintaan Ed kepada Kaisar


Emperor Cloel akhirnya berbicara.


“Sir Ed Rosstaylor…”


Ed menundukkan kepala.


“Yang Mulia, ini bencana nasional.”


“Jika tidak dihentikan sekarang, korban bisa mencapai puluhan ribu.”


“Bahkan… kekaisaran bisa runtuh.”


Kaisar mengangguk pelan.


“Itu benar…”


Ed melanjutkan.


“Ada cara untuk mengalahkan Velbroke.”


“Namun itu tidak mudah.”


Ia memaksa dirinya berdiri tegak.


Lalu membungkuk dalam-dalam.


“Princess Fenia dibutuhkan.”


“Tolong izinkan saya membawa Princess Fenia.”


Fenia memerah.


Selaha langsung berteriak.


“Ed Rosstaylor!”


“Kau tidak merasa aneh mengatakan itu?!”


Namun Kaisar Cloel justru tertawa kecil.


Karena ia memahami sesuatu.


Ada dua jenis orang yang bisa menggerakkan semua orang dalam situasi kacau seperti ini.


1️⃣ Politikus ulung

2️⃣ Seorang pahlawan


Ed baru saja mengirim pesan kepada semua pemimpin garnisun melalui roh Yenica.


Dan para pemimpin itu—


semuanya mulai bergerak menuju Ofilis Hall:

  • Dyke Elphelan

  • Lortel Kecheln

  • Tanya Rosstaylor

  • Clarice

  • Jean Belle Maia


Semua orang bergerak.


Menuju satu tempat.


Ofilis Hall.


Kaisar Cloel menatap Ed yang berlumuran darah.


Apakah pemuda ini seorang politikus?


Atau seorang pahlawan?


Ia tidak tahu.


Namun satu hal jelas—


api baru telah muncul dalam keluarga Ross Taylor.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .