Ch 1027 - Membuka Jalan untuk Putrinya

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 1027 - Membuka Jalan untuk Putrinya


Ultimate Rage Tyrant Star bisa meminjam kekuatan dari Ultimate Origin World.


Dan kekuatan Ultimate Origin World…


Ya jelas, itu kekuatan Han Jue.


Han Jue sendiri sampai kaget.


Dia gak nyangka… malah jadi “power bank” buat anaknya sendiri.


Tapi dia gak terlalu mikirin itu.


Ultimate Origin Power di tubuhnya itu… gak ada habisnya.


Mau dipinjam seberapa pun juga, santai.


Lagipula—


Cuma secuil kekuatan Dao Creator saja…


Sudah cukup buat menghancurkan seluruh Chaos!


!!


Harus diakui…


Han Huang ini hoki-nya gak manusiawi.


Dengan kemampuan ini?


Invincible.


Fix.


Han Jue pun berpikir.


Masih ada satu kesempatan lagi untuk Creation Heaven’s Chosen.


Sekalian aja dipakai!


Kalau yang kepilih Han Huang lagi?


Wah… makin rusak dunia ini.


[Mengaktifkan Creation Heaven’s Chosen. Sebuah Great Creation acak akan muncul di antara keturunanmu.]


[Keturunanmu, Qin Bashen, telah membangkitkan Innate Great Creation—Ultimate Gravity Star]


[Ultimate Gravity Star: Innate Strength dan Gravity Dao. Mengandung kekuatan ekstrem. Seiring Ultimate Origin World berkembang, kekuatannya akan terus meningkat.]


“Lumayan.”


Han Jue mengangguk.


Tapi…


Kenapa marganya bukan Han?


Dia langsung melakukan deduksi.


Dan hasilnya cukup… jauh.


Qin Bashen ini beda generasi puluhan ribu tingkat dari Han Yunjin.


Bahkan lebih dari sepuluh generasi leluhurnya sempat jatuh ke dunia fana.


Ibunya bermarga Han, tapi menikah ke keluarga Qin karena keluarganya hancur.


Sementara keluarga Qin?


Keluarga kekaisaran dunia fana.


Qin Bashen lahir sebagai pangeran…


Dengan kekuatan luar biasa sejak lahir.


Tapi—


Otaknya gak normal.


Mentalnya cuma setara anak umur lima atau enam tahun.


Ngomong aja gak jelas.


Akhirnya?


Dia cuma dijadikan alat perang.


Status pangeran?


Cuma di atas kertas.


Hidupnya?


Lebih parah dari rakyat biasa.


Dan sekarang…


Great Creation bangkit.


Kesadarannya kembali.


Pegunungan hijau membentang.


Pasukan ditempatkan di lereng.


Di dekat area tahanan—


Seorang pria kekar bersandar di pagar.


Tubuhnya kotor.


Rambutnya bercampur tanah.


Di sampingnya…


Kandang penuh bau kotoran.


Dia adalah…


Qin Bashen.


Matanya perlahan terbuka.


Kenangan 20 tahun hidupnya langsung membanjir.


Dan setelah pikirannya kembali normal…


Yang dia rasakan cuma satu:


pahit.


Dia sudah berkontribusi untuk kekaisaran.


Tapi karena dianggap bodoh—


Dia bahkan gak boleh ikut sidang kerajaan.


Cuma gara-gara gak sengaja nabrak selir…


Dia diusir dari istana oleh ayahnya sendiri.


Umur tujuh tahun?


Dibuang ke militer.


Lingkungan tentara?


Kasar.


Brutal.


Gak ada yang peduli dia.


Sejak kecil tubuhnya bau.


Semakin dewasa?


Bau itu berubah jadi…


killing intent.


“Langit itu adil…”


“Aku gak nyangka… masih bisa sadar di kehidupan ini.”


Qin Bashen berdiri.


Berjalan menuju tenda panglima.


Matanya tajam.


Auranya?


Seperti pedang yang baru keluar dari sarung.


Han Jue memperhatikannya dalam diam.


Keturunan keluarga Han…


Bisa sampai setragis ini.


Kalau bukan karena Creation Heaven’s Chosen…


Qin Bashen mungkin bakal mati di medan perang.


Hidupnya?


Lebih buruk dari anjing.


Di dunia Chaos, mungkin dia bakal jadi tokoh penting.


Tapi di dunia fana yang stabil seperti ini?


Dia gak terlalu berguna.


Mau mati pun…


Kerajaan tetap jalan.


Han Jue menoleh ke Han Ling.


“Ayah menemukan keturunan keluarga Han yang menarik.”


Han Ling membuka mata.


Langsung melakukan deduksi.


Dan menemukan Qin Bashen.


Berbeda dengan Conquest Heavenly Star atau Ultimate Killing Star yang butuh waktu berkembang…


Ultimate Gravity Star?


Sudah kuat dari awal.


Han Ling langsung mengernyit.


“Keturunan keluarga Han diperlakukan seperti ini?”


“Father, mau diapakan?”


Han Jue santai saja.


“Dunia itu luas. Keturunan keluarga Han gak terhitung jumlahnya.”


“Ada yang lebih menderita dari dia.”


“Kamu mau selamatkan semuanya?”


Han Ling langsung manyun.


Dalam hati: Ya kalau gak mau nolong, ngapain nanya…


Han Jue tersenyum tipis.


“Kita lihat saja dulu.”


“Nanti kalau dia benar-benar putus asa… kamu yang selamatkan.”


Han Ling bingung.


“Selamatkan buat apa?”


Han Jue menatapnya.


“Kamu gak mau merekrut dia?”


“Hah?”


Han Ling langsung ngerti.


Tatapan ayahnya…


Kena banget.


Seolah semua ambisinya kebongkar.


Han Jue berkata pelan tapi dalam,


“Han Yao, Han Ye, dan Qin Bashen.”


“Ini jalan yang bisa Ayah bukakan untukmu.”


“Ke depannya, mau jadi apa… kamu tentukan sendiri.”


Han Ling akhirnya gak bisa pura-pura lagi.


Ya, dia memang punya ambisi.


Apalagi setelah melihat perang para penguasa Chaos selama ini.


Di titik ini…


Han Jue juga sadar.


Han Ling sudah mentok.


Mau naik lagi?


Susah banget.


Bahkan kalau dia tahu cara menciptakan Great Dao World…


Butuh waktu tak terhitung untuk jadi Dao Creator.


Han Jue berkata,


“Selanjutnya adalah Endless Era.”


“Semuanya akan berubah.”


“Sebelum itu… kamu harus jadi lebih kuat.”


Han Ling mengangguk serius.


“Aku mengerti, Father.”


Han Jue menutup mata.


Balik kultivasi.


Han Ling tetap menatap Qin Bashen.


Menunggu momen.


Qin Bashen kembali ke kekaisaran setelah berpamitan dengan panglima.


Tujuannya satu:


Mencari ibunya.


Sejak kecil…


Dia bahkan gak pernah peduli ibunya.


Karena melahirkan “monster” seperti dirinya…


Ibunya juga diasingkan.


Sesampainya di ibu kota—


Dia mau masuk istana.


Ditolak.


Dihalangi.


Qin Bashen langsung marah.


Dia terobos masuk.


Para penjaga langsung panik.


Berita sampai ke Kaisar.


Kaisar murka.


Dia memakai status ayahnya…


Memaksa Qin Bashen berhenti.


Saat melihat anaknya sadar…


Kaisar sebenarnya terkejut.


Tapi…


Ibunya sudah mati.


Dia takut Qin Bashen mengamuk.


Jadi dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


Sayangnya…


Gagal total.


Qin Bashen memaksa.


Dan akhirnya tahu kebenaran:


Ibunya dibunuh oleh Permaisuri.


Boom.


Qin Bashen langsung kehilangan kendali.


Dia mengamuk di istana.


Bersumpah akan membunuh Permaisuri.


Kaisar panik.


Terpaksa meminta bantuan sekte kultivator.


Karena—


Pasukan biasa?


Udah gak mampu menghentikan Qin Bashen.


Melawan kultivator?


Qin Bashen tetap gak bisa dihentikan.


Langit sampai berubah merah karena pertarungan.


Permaisuri berasal dari keluarga kultivator.


Para muridnya mati-matian melindungi.


Situasi makin kacau.


Akhirnya…


Beberapa kultivator Mahayana turun tangan.


Menggunakan teknik untuk menekan Qin Bashen.


Qin Bashen terikat.


Di tengah reruntuhan istana.


Tubuhnya penuh jimat.


Kakinya dililit akar.


Duri menembus dagingnya.


Darah mengalir ke tanah.


Matanya merah.


Wajahnya berlumur darah.


Dia menatap para kultivator di langit.


Para prajurit di sekitarnya…


Gemetar.


Seorang tetua berjubah putih berkata,


“Yang Mulia, anak ini terlalu berdosa.”


“Lebih baik dibunuh.”


Kultivator Mahayana lain ikut setuju.


Bukan cuma istana yang hancur—


Sektesekta mereka juga kena dampaknya.


Kaisar ragu.


Dia marah.


Tapi juga…


Hatinya sakit.


Dia tahu…


Dia sudah gagal sebagai ayah.


Tapi sekarang?


Dia gak punya pilihan.


Kekaisaran butuh sekte-sekte itu.


Qin Bashen meraung,


“Bunuh aku!”


“Aku akan balas dendam bahkan sebagai hantu!”


“Aku pasti membunuh Permaisuri!”


“Aku tidak akan pernah tenang!”


Tetua berjubah putih mendengus dingin.


“Hantu?”


“Aku akan mencabut jiwamu.”


“Biar kau bahkan gak bisa bereinkarnasi.”


“Menderita selamanya!”


Dia mengangkat tangan.


Siap mengaktifkan teknik.


BOOM!!


Langit tiba-tiba berubah.


Awan petir berkumpul.


Tekanan langit yang mengerikan turun.


Semua orang langsung terdiam.


Menatap ke atas.


Para kultivator Mahayana pun kaget.


Mereka langsung sadar—


Ini bukan fenomena biasa… 😶

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%