Chapter 1040 - Bayangan Kebencian


“7 octodecillion tahun…?”


Shan’e bengong.


Itu angka apa coba?


Otaknya langsung blank.


Dia bahkan nggak bisa ngebayangin itu sepanjang apa.


Dengan hati-hati dia bertanya:


“Siapa… kamu?”


“Kenapa kamu menangkapku?”


Han Jue tersenyum santai.


“Aku?”


“Aku leluhurmu.”


“Aku membawamu ke sini karena kasihan.”


Leluhur?!


Shan’e langsung berlutut.


Kowtow tanpa ragu.


Han Jue mulai menjelaskan.


Tentang garis keturunannya.


Tentang Han family.


Tentang Heavenly Dao.


Tentang Chaos dan Shi Tian yang sudah menyatu jutaan tahun lalu.


Saat mendengar tentang Chaos—


Mata Shan’e langsung memancarkan kebencian.


Tapi…


Semakin dia dengar—


Semakin dia goyah.


Ternyata…


Leluhurnya…


Dan musuhnya…


Berasal dari tempat yang sama.


“Jadi ini…”


“Semua ini…”


“Salah paham…?”


Hatinya runtuh.


Dia merasa…


Dunia sedang mempermainkannya.


Han Jue berkata tenang:


“Ini adalah karma dunia.”


“Setiap orang akan menghadapi bencana.”


“Kultivasi di sini.”


“Dan lepaskan kebencianmu.”


Shan’e mengangkat kepala.


Matanya merah.


“Tidak mungkin!”


“Aku harus balas dendam!”


“Aku tidak peduli asal-usul!”


“Aku hanya tahu—”


“Orang itu membunuh orang tuaku!”


“Aku harus membunuhnya!”


Han Jue tetap santai.


“Kultivasi di sini.”


“Setiap kali aku berkultivasi…”


“Waktunya lima juta tahun.”


“Setelah itu—”


“Orang itu mungkin sudah mati.”


“Bahkan kalau kamu pergi sekarang…”


“Kamu tidak akan sempat mengejar umurnya.”


Shan’e terdiam.


“…”


Masuk akal.


Menyakitkan.


Tapi masuk akal.


Balas dendam?


Dalam skala waktu seperti ini?


Jadi… tidak berarti.


Tapi dia tetap tidak rela.


Han Jue mengibaskan lengan.


Membersihkan tubuh Shan’e.


Mengganti bajunya dengan Daoist robe bersih.


“Lumayan.”


“Gen keluarga Han memang bagus.”


Ganteng semua 😌


Han Jue membuat sebuah mat.


Memberi isyarat duduk.


Lalu mulai mengajarkan teknik kultivasi.


Waktu berjalan.


Han Jue tetap berkultivasi.


Sambil sesekali membimbing Shan’e.


Awalnya—


Shan’e pikir ini cuma omongan kosong.


Tapi lama-lama…


Dia sadar.


Ini nyata.


Puluhan tahun pertama—


Dia kesepian.


Ingin keluar.


Coba buka pintu.


Gagal.


Ribuan tahun kemudian—


Dia coba lagi.


Pakai Mystical Power.


Hasil?


Mental.


Akhirnya—


Dia menyerah.


Dan mulai fokus kultivasi.


Perlahan…


Dia berubah.


Kebencian yang dulu membara—


Mulai memudar.


Karena…


Hidupnya sekarang punya arah.


Ada masa depan.


Tidak lagi sekadar bertahan hidup.


Waktu memang kejam.


Tapi juga penyembuh.


Hampir 5 juta tahun berlalu.


Han Jue membuka mata.


[Terdeteksi kamu telah berusia 80 juta tahun. Hidupmu kembali melangkah maju. Kamu memiliki pilihan berikut:]

[1: Keluar dari pengasingan dan menghancurkan Great Dao World lain. Kamu akan mendapatkan Great Dao Fragment, Primordial Fragment, Creation Spirit Stone, dan upgrade system.]

[2: Berkultivasi secara low-profile dan tetap pada niat awal. Kamu akan mendapatkan Great Dao Fragment, Primordial Fragment, dan Creation Spirit Stone.]

[Kamu mendapatkan satu kesempatan Creation Heaven’s Chosen.]


Han Jue langsung pilih opsi 2.


Ngapain cari masalah 😌


[Kamu memilih berkultivasi secara low-profile dan mendapatkan Great Dao Fragment, Primordial Fragment, dan Creation Spirit Stone.]


Creation Heaven’s Chosen sekarang sudah:


Han Huang

Han Ling

Han Yao

Han Ye

Han Bashen

Shan’e


Total: 6 orang.


Dan Han Jue punya 8 kesempatan.


Masih sisa 2 slot.


Han Jue melirik Shan’e.


Setelah jutaan tahun—


Dia sudah mencapai Dao.


Hampir masuk Freedom Realm.


Kesimpulan:


“Agak lambat.”


Bandingkan dengan anak-anak lainnya?


Jauh.


Han Jue tersenyum tipis.


“Tidak apa.”


“Nanti aku gacha lagi 10 sekaligus.”


“Biar generasi baru bikin yang lama panas.”


Strategi motivasi ala Han Jue 😆


Han Jue berdiri.


Shan’e langsung terbangun.


Dia merasa…


Seperti habis mimpi panjang.


Han Jue membawanya keluar.


Melihat Dao Field.


Shan’e langsung terpukau.


Indah.


Tenang.


Seperti surga.


“Wah, ada keturunan baru!”


Xing Hongxuan langsung mendekat.


Cubitin pipi Shan’e.


Dia langsung kaget mundur.


Qingluan’er dan Xuan Qingjun ikut melihat.


Penasaran.


Han Jue tersenyum.


“Mereka semua nenekmu.”


“Jangan takut.”


“Anggap seperti ibu.”


“Kalau kamu kurang ajar…”


“Aku hajar kamu.”


Anehnya—


Ancaman itu justru bikin Shan’e tenang.


Akhirnya terasa…


Manusia.


Han Jue lalu membawanya ke Dao Field kedua.


Memperkenalkan ke para murid.


Begitu melihat—


Black Hell Chicken langsung teriak:


“Master punya anak lagi!”


Han Jue langsung kesal.


“Bukan anak!”


“Keturunan!”


Semua berkumpul.


Setelah dengar cerita Shan’e—


Mereka jadi simpati.


Murong Qi langsung berkata:


“Siapa yang membunuh orang tuamu?”


“Kasih tahu wajah dan suaranya.”


“Akan kami buru.”


Shan’e refleks melihat Han Jue.


Han Jue menjawab:


“Sudah mati.”


“Tiga juta tahun lalu.”


“Dia dihajar oleh ahli lain.”


“Bahkan tidak sempat masuk reinkarnasi.”


Semua diam.


Shan’e juga.


Untuk pertama kalinya—


Dia tahu.


Balas dendamnya…


Sudah tidak punya target.


Beberapa hari kemudian—


Han Jue membawa Shan’e keliling wilayah.


Sekaligus “mengumumkan” ke murid-murid:


Ini orangku.


Jaga dia.


Kembali ke Daoist temple.


Shan’e diam.


Han Jue berkata:


“Kekuatan yang kamu bangkitkan…”


“Aku yang memberikannya.”


“Kamu bukan satu-satunya.”


“Ada enam lainnya.”


“Bahkan beberapa dari mereka…”


“Lebih menderita dari kamu.”


“Tapi mereka sudah keluar dari bayangan kebencian.”


“Dan mulai hidup untuk diri mereka sendiri.”

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%