Chapter 1041 - Legenda Dark Forbidden Lord
“Benarkah… ada yang lebih menderita dariku?”
Shan’e terdiam.
Tatapannya kosong.
Setelah Han Jue menceritakan kisah Han Bashen—
Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Kultivasilah dengan baik.”
“Temukan tujuan hidupmu.”
“Jangan mengecewakanku.”
Nada Han Jue ringan…
Tapi dalam.
Shan’e menatapnya.
Untuk pertama kalinya—
Dia merasa…
Sosok di depannya itu terlalu tinggi.
Terlalu suci.
Terlalu agung.
Dibandingkan dengan leluhur ini—
Dia?
Kecil.
Sangat kecil.
Bahkan…
Tidak pantas.
Shan’e sudah memahami sedikit tentang keluarga Han.
Puluhan juta tahun sejarah.
Keturunan tak terhitung.
Jenius?
Banyak.
Yang lebih menderita?
Juga banyak.
Tapi…
Yang dipilih—
Adalah dia.
Shan’e.
Emosinya meledak.
Kebencian.
Kekecewaan.
Semua—
Perlahan menghilang.
Dia berkata dengan serius:
“Progenitor…”
“Aku akan bekerja keras.”
“Aku tidak akan mengecewakanmu!”
Han Jue tersenyum.
“Kamu merasakan kekuatanmu?”
Shan’e mengangguk.
“Ya… tapi samar.”
“Seperti Dao of Karma.”
“Aku bisa mengintip…”
“Tapi tidak bisa menggunakannya untuk bertarung.”
Han Jue berkata pelan:
“Ada satu eksistensi…”
“Sangat misterius.”
“Mungkin yang paling misterius di Chaos dan Shi Tian.”
“Namanya—”
“Dark Forbidden Lord.”
Shan’e langsung fokus.
Han Jue melanjutkan:
“Tidak ada yang pernah melihat tubuh aslinya.”
“Tapi…”
“Banyak mighty figure mati karena kutukannya.”
Shan’e tercengang.
“Dengan… kutukan?”
“Bisa sampai level itu?”
Han Jue mengangguk.
“Ya.”
“Aku juga pernah dikutuk olehnya.”
(Padahal ya… 😏)
“Aku memberimu kekuatan karma…”
“Karena aku ingin kamu…”
“Menjadi seperti dia.”
“Suatu hari nanti—”
“Kalau dia mengutukku…”
“Kamu balas mengutuk dia.”
Shan’e langsung panas.
Darahnya mendidih.
Tujuan!
Dia akhirnya punya tujuan!
“Baik!”
“Aku akan melindungi Progenitor!”
“Aku akan melindungi semua orang!”
Yang dia maksud “semua orang”—
Adalah keluarga Han.
Dan Hidden Sect.
Selama beberapa hari ini—
Dia sudah bertemu mereka.
Mereka hangat.
Peduli.
Seperti keluarga.
Sesuatu yang sudah lama hilang.
Han Jue mengusap kepalanya.
Shan’e langsung kikuk.
Padahal usianya hampir 5 juta tahun.
Tapi mentalnya?
Masih remaja.
“Kamu adalah keturunanku yang paling kusayangi.”
“Aku percaya padamu.”
Shan’e hampir meledak saking senangnya.
Motivasi +9999.
Han Jue membiarkannya lanjut kultivasi.
Dan seperti biasa—
Dia langsung tenang begitu masuk mode meditasi.
Han Jue mulai cek email system.
[Putramu Han Huang diserang oleh kultivator Shi Tian] x80922321
[Temanmu Evil Heavenly Emperor dikutuk oleh kekuatan misterius]
[Temanmu Huang Zuntian diserang oleh ahli misterius dari Shi Tian dan terluka parah]
[Muridmu Ji Xianshen memasuki River of Destiny Shi Tian]
[Temanmu Ultimate God of Punishment diserang oleh ahli misterius]
[Putrimu Han Ling mendapatkan kepercayaan ratusan juta makhluk. Kultivasinya meningkat pesat]
[Temanmu Li Daokong menyatu dengan Sword Dao River dan menciptakan Great Dao World]
[Temanmu Holy Mother of Order memasuki Purity Great Dao World]
Han Jue tersenyum.
“Ramai sekali…”
Setiap email—
Kayak plot novel epik.
Dia tiba-tiba merasa…
Sedikit iri.
Orang-orang ini—
Hidupnya penuh cerita.
Penuh konflik.
Penuh petualangan.
Sedangkan dia?
“Introvert level dewa.”
Tapi…
Dia tahu.
Itu pilihan yang benar.
Kalau dia keluar sembarangan—
Dan ketemu musuh jauh lebih kuat?
Game over.
Makanya—
Low profile = hidup panjang.
Setelah itu—
Han Jue mengamati Ultimate Origin World.
Dunia itu…
Masih aman.
Dao Creator lain belum ganggu.
Tapi di dalamnya?
Mulai kacau.
Makhluk hidup makin banyak.
Nether Race berkembang.
Chaotic Fiendcelestial preach Dao.
Kultivator bermunculan.
Dan seperti biasa—
Ambisi lahir.
Ada yang jahat.
Ada yang haus darah.
Ada yang mulai menjarah.
Konflik?
Pasti.
Han Jue malah senang.
“Biarkan.”
Dari kekacauan—
Lahir keteraturan.
Dia tidak akan ikut campur.
Selama dunia tidak hancur—
Biarkan mereka berkembang.
Sekarang dia benar-benar paham—
Kenapa “dewa” tidak peduli penderitaan manusia.
Karena…
Sudah beda level perspektif.
Di tempat lain…
Aula yang sangat terang.
Pilar batu menjulang tak berujung.
Seperti menghubungkan langit.
Di ujung—
Han Ling duduk.
Di atas tahta giok raksasa.
Gaun emas.
Mahkota Dragon Phoenix.
Aura?
Seperti dewa pencipta.
Tiba-tiba—
Tiga sosok muncul.
Han Yao.
Han Ye.
Han Bashen.
Mereka langsung berlutut.
Han Yao berkata:
“Your Majesty.”
“Supreme Rules dari Shi Tian telah terlepas.”
“Semua pihak berebut.”
“Aku ingin mewakili Creation Emperor Court.”
Han Ye langsung nyengir.
“Kalau soal gengsi—”
“Harus yang terkuat.”
“Itu aku.”
Han Bashen tertawa.
“Kalian kuat…”
“Tapi kurang aura.”
“Kalau mau bikin dunia gemetar—”
“Itu gue.”
Tiga-tiganya rebutan.
Tidak mau kalah.
Han Ling berkata tenang:
“Kalian semua pergi.”
“Dapatkan Supreme Rules.”
“Bahkan kalau harus melawan kakak keduaku—”
“Jangan mundur.”
Han Ye tersenyum lebar.
“Han Huang?”
“Akhirnya…”
“Aku bisa lawan dia.”
Han Yao dan Han Bashen juga tersenyum.
Penuh semangat.
Nama Han Huang?
Sudah seperti legenda.
Dan sekarang—
Mereka ingin menguji diri.
Melawan legenda itu sendiri.