Ch 219 - Increase in Strength, Difference in Realm

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

← Sebelumnya Berikutnya →


[God Slayer Sword: Supreme-Grade Grand Unity Supreme Treasure. Fiendish treasure milik Heavenly Dao. Membunuh tanpa menghasilkan karma. Bisa menyerap fiendish aura langit dan bumi untuk memperkuat diri.]


Han Jue membaca deskripsinya sambil senyum lebar.


No karma.


Itu poin penting.


Kill tanpa dosa?

Ini pedang impian para cultivator introvert.


Ia langsung mengeluarkannya.


Bilahnya hitam pekat.


Aura-nya jahat banget.


Ukiran di sarungnya seperti iblis menyeringai.


Kalau dibawa ke pesta immortal, pasti jadi pusat perhatian… dengan cara yang salah.


Han Jue cepat-cepat menjadikannya recognize master.


Selesai.


Masuk storage.


Ia lanjut meningkatkan Sword Dao.


Targetnya jelas: semua Sword Dao Mystical Power harus tembus Emperor Realm.


Tujuh tahun kemudian.


Semua aspek kekuatannya sudah mentok di batas saat ini.


Saatnya simulation trial.


Hasilnya?


Di Taibai — insta-kill.

Flame Lord Emperor — insta-kill.

Marshal Shen Peng — insta-kill.

Crown Prince Tianze — insta-kill.

Dragon Subduing Buddha — insta-kill.


Heavenly Emperor?


Han Jue — insta-kill.


Oke. Yang terakhir itu kebalikannya.


Han Jue membuka mata.


Secara keseluruhan?


Sangat puas.


Di bawah Immortal Emperor Realm, sekarang hampir tak ada yang bisa menyentuhnya.


Tapi…


Ia teringat Nine-tailed Demon Empress.


Immortal Emperor tetap Immortal Emperor.


“Kalau belum bisa bunuh Immortal Emperor, belum boleh sombong,” gumamnya.


Ego ditekan.


Ambil Heavenly Dao Spirit Stone.


Upgrade Book of Misfortune.


God Slayer Sword?

Nggak dulu.


Itu fiendish treasure. Bisa makan tuannya kalau lengah.


Book of Misfortune jauh lebih sesuai dengan gaya hidupnya.


Kill sebelum lawan tahu ada perang.


Beberapa hari kemudian—


(Your Book of Misfortune has been upgraded to Emperor Dao Numinous Treasure.)


Han Jue terdiam.


Emperor Dao Numinous Treasure.


Satu level di bawah Emperor Dao Supreme Treasure seperti Diamond Five Elements Bracelet.


Tapi sudah sangat gila.


Tanpa pikir panjang—


Kutuk lagi.


Strateginya simpel:

Kutuk maksimal lima hari per target.

Supaya lifespan nggak kepotong.


Sambil ngutuk, cek notifikasi.


(Your good friend Ji Xianshen was attacked by a Demon Saint and severely injured.)


(Your good friend Di Taibai was attacked by demons x5631.)


(Your grand-disciple Fang Liang devoured a demon soul. Bloodline evolved.)


(Your good friend Sword God Emperor was attacked by Di Hongye.)


(Your good friend Zhang Guxing was attacked by Divine Palace Immortal Emperor.)


(Your disciple Su Qi spread bad luck. Daoist Dan Qing lost his sanity.)


Han Jue mengangguk kecil.


Heavenly Court mulai unggul.


Serangan ke mereka berkurang.


Divine Palace malah yang lagi babak belur.


Golden Crow Divine Clan ternyata lebih sangar dari dugaan.


“Master, Li Yao diburu lagi,” kata Dao Comprehension Sword.


Han Jue tetap ngutuk.

“Gimana?”


“Aman. Nggak ada yang bisa ngalahin dia.”


Han Jue santai.


Li Yao makin lama makin mirip protagonist versi cewek.


Enam bulan kemudian, sesi ngutuk selesai.


Balik cultivation.


Beberapa hari kemudian, Xing Hongxuan pulang.


Dao Comprehension Sword langsung diusir keluar.


Mode private aktif.


“Husband, cultivation-mu gimana?” tanya Xing Hongxuan sambil senyum manis.


“Lumayan. Kamu?”


“Bagus juga. Sudah, nggak usah basa-basi.”


Lalu…


Ya.


Satu bulan berlalu.


Setelah selesai, Xing Hongxuan cerita petualangannya.


Void Amalgamation Realm sekarang.


Ia puas.


“Husband, beda berapa realm sih kamu dariku?”


Han Jue berhitung.


“Sekitar sembilan.”


Xing Hongxuan: “….”


Beberapa hari kemudian, ia pergi lagi.


Ia bahkan memberi treasure.


Han Jue cuma tersenyum lalu mengajarinya Mystical Power.


Value tukarnya jauh lebih berat ke pihak Xing Hongxuan sebenarnya.


Hari-hari kembali normal.


Tenang.


Damai.


Hidden Sect mulai gelisah.


Zhou Mingyue turun gunung untuk training.


Tu Ling’er ikut keliling dunia.


Sisanya masih cultivation hardcore.


Three-Headed Wyrm King melirik Black Hell Chicken.


“Kamu nggak mau jalan-jalan seumur hidup?”


Black Hell Chicken mendengus.


“Ngapain?”


“Chaotic Heavenly Dog saja sudah keluar.”


“Itu anjing mungkin sudah mati.”


“Kamu takut?”


“Takut apa?”


“Dunia luar.”


Black Hell Chicken diam.


Semua langsung buka mata.


Oh…


Si cerewet ini ternyata introvert?


Black Hell Chicken ngamuk.


“Bukan takut! Cuma belum waktunya!”


Tidak ada yang percaya.


Di dalam cave abode, Han Jue membuka mata.


“Ini ayam… social anxiety?”


Apa dia terlalu sering ditekan sampai trauma?


Black Hell Chicken sudah Body Integration Realm.


Hampir Tribulation Transcendence.


Di mortal world, hampir mustahil mati.


“Kalau sudah Mahayana, aku paksa turun gunung,” pikir Han Jue.


Sedikit exposure therapy nggak salah.


Tiga belas tahun kemudian.


Di Taibai datang lagi.


Langsung.


Dao Comprehension Sword keluar lagi.


Di Taibai melirik Nine Heavens Galaxy Water dan Resurrection Lily.


Immortal Qi mulai muncul.


“Hmph. Bocah ini koleksinya banyak juga.”


Ia tak bertanya.


Semua orang punya rahasia.


“Demon Court mulai mundur. Cultivation-mu gimana?” tanya Di Taibai.


Han Jue masih menyembunyikan cultivation di level True Immortal.


Di Taibai jelas tahu itu kamuflase.


Han Jue ragu sejenak.


“Lumayan. Hampir Golden Immortal.”


Di Taibai terdiam sebentar.


“Kecepatan breakthrough-mu luar biasa. Tidak lama lagi kau bisa resmi join Heavenly Court.”


Han Jue tersenyum tipis.


Di dalam hati?


Konflik besar.


Join Heavenly Court artinya naik panggung.


Naik panggung artinya lebih banyak spotlight.


Lebih banyak spotlight artinya…


Lebih banyak musuh.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .