Begitu tahu dalangnya Heavenly Court, Han Jue langsung kontak Di Taibai.
Begitu tersambung—
“Apa maksudnya ini? Kenapa orang Heavenly Court sengaja naikin providence Scarlet Cloud World?” nada Han Jue nggak lagi santai.
Di Taibai malah bingung.
Bukannya ini hadiah?
“Semakin kuat duniamu, semakin besar manfaat untukmu. Providence-mu makin stabil, mental demon makin jarang. Murid-muridmu juga bisa tetap bersamamu lebih lama. Bukankah itu bagus?”
Han Jue tarik napas.
“Semakin kuat dunia ini, semakin banyak yang datang. Dan yang datang biasanya bukan tamu baik-baik.”
Di Taibai tidak bisa menyangkal.
“Karena itu murid-muridmu harus cepat kuat. Nanti bisa direkomendasikan ke Heavenly Court.”
Han Jue langsung nangkep.
“Jadi dari awal memang ini rencanamu?”
Di Taibai tertawa kecil.
“Kalau mau jadi Immortal Emperor, kau butuh providence. Kalau tak mau berperang, kau perlu posisi Deity. Nanti kau paham.”
Han Jue diam.
Kalimat itu berat.
Kalau mau naik, tak bisa selamanya sembunyi.
Tapi dia tetap nekat.
“Kalau begitu kirim orang jaga void sini. Aku ingin hidup tenang.”
Di Taibai cuma bisa geleng kepala.
“Siapa yang bisa membunuhmu sekarang?”
Setelah tahu Han Jue sudah Golden Immortal, Di Taibai sadar… mungkin dirinya sendiri bukan tandingan lagi.
“Tambahkan satu orang saja. Biar hatiku tenang.”
“Baik. Akan kubicarakan dengan His Majesty.”
Sebelum putus sambungan, Han Jue bertanya,
“Heavenly Emperor baik-baik saja?”
“Baru saja menekan seorang Immortal Emperor. Jangan khawatir. Yang terkuat di Heavenly Court tetap His Majesty.”
Han Jue terdiam sesaat.
Jadi… posisi Heavenly Emperor bukan sekadar jabatan politik.
Itu kursi untuk yang paling kuat.
Ia sempat mikir liar.
Kalau suatu hari dia lebih kuat dari Heavenly Emperor…
Stop.
Terlalu ribet.
Lagipula Heavenly Emperor sudah bantu banyak.
Menusuk dari belakang bukan gaya hidupnya.
Mortal World Naik Level
Spirit Qi melonjak.
Semua sekte geger.
Jade Pure Sacred Sect bahkan yakin ini efek Deity Slaying Elder (yang tentu saja Han Jue).
Hidden Sect makin rajin cultivation.
Chu Shiren tiba-tiba jadi workaholic spiritual.
Zhou Mingyue mulai menunjukkan bakat aslinya.
Empat puluh tahun kemudian—
Han Jue akhirnya breakthrough ke mid-stage Reincarnation Golden Immortal.
Hampir nangis.
Minor realm di Golden Immortal itu bukan upgrade bulanan.
Itu proyek jangka panjang.
Tiga tahun lagi dipakai maksimalin Mystical Power.
Lalu simulation trial.
Lawan Jiang Yi.
Lima menit.
Tidak bisa insta-kill.
Butuh waktu.
Han Jue membuka mata.
“Orang ini… makin bahaya.”
Rasa kompetitifnya muncul.
Bukan dendam.
Tapi prinsip.
Next time ketemu, harus bisa bunuh.
Kalau tidak, percuma cultivation segila ini.
Li Yao Masih Jadi Drama Favorit
Dao Comprehension Sword datang.
“Li Yao keluar dari mortal world… tapi dia nyasar. Kita bantu?”
Han Jue santai.
“Biarkan. Bahaya itu guru terbaik.”
Dao Comprehension Sword mendesah.
Dia sudah nonton kehidupan Li Yao kayak series panjang.
Setiap hampir mati—deg-degan.
Setiap menang—bangga.
Han Jue bersyukur dia tidak lahir di era Netflix.
Divine Lord Wu De Tiba
Sepuluh tahun kemudian, Han Jue cek “siapa terkuat di Scarlet Cloud World”.
[Divine Lord Wu De: Perfected Grand Unity Golden Immortal, Third-grade Heavenly General.]
Han Jue senyum lebar.
Heavenly Emperor menepati janji.
Simulation trial.
Wu De bertahan 10 detik.
Tidak instan mati.
Sudah bagus.
Dengan dia jaga, Han Jue bisa cultivation lebih tenang.
Murong Qi Mau Naik
Dao Comprehension Sword masuk.
“Murong Qi ingin ascension.”
Murong Qi masuk dan langsung berlutut.
“Grandmaster, izinkan aku masuk Heavenly Court. Dao-ku adalah Dao of Battle. Aku butuh medan perang.”
Han Jue mengangguk.
“Tapi hati-hati. Divine Palace sudah tahu tentangmu.”
Murong Qi tidak goyah.
Ia sudah siap.
Han Jue langsung kontak Di Taibai di depannya.
“Ada grand-disciple ingin bertarung. Bisa diatur?”
Di Taibai tertawa.
“Murong Qi? Kami sudah dengar tentang Profound Truth Divine Emperor.”
Han Jue dalam hati:
Heavenly Court ini intel-nya overpowered banget.
Di Taibai lanjut,
“Akan kuatur agar dia bentrok dulu dengan Demon Court. Hindari Divine Palace sebisa mungkin.”
Selesai.
Murong Qi bangkit.
“Grandmaster, aku punya cave abode di Upper World. Dan… 72 bawahan Grand Unity Golden Immortal.”
Han Jue hampir tersedak.
“Tujuh puluh dua?”
“Ya.”
Han Jue dalam hati:
Sejak kapan Golden Immortal jadi komoditas massal?
Ternyata muridnya ini bukan cuma reincarnasi biasa.
Dia literally punya pasukan.
Scarlet Cloud World mungkin terlihat tenang.
Tapi pion-pion di papan catur mulai aktif.
Dan Han Jue sadar satu hal.
Semakin dia ingin hidup tenang…
Semakin dunia mendorongnya ke tengah badai.