“Sudah reinkarnasi selama itu… mereka masih setia padamu?” tanya Han Jue.
Puluhan ribu tahun loh itu.
Murong Qi tersenyum ringan.
“Kami pernah selamat dari Immeasurable Calamity bersama. Dunia boleh berubah, tapi ikatan itu tidak.”
Han Jue mengangguk pelan.
“Baik. Tapi tetap hati-hati. Aku tidak butuh kau membalas budi. Hidup lebih penting.”
Murong Qi semakin hormat.
Justru karena Han Jue tak pernah menuntut apa-apa, ia makin rela berjuang.
Beberapa bulan kemudian, Murong Qi ascension.
Tanpa drama.
Hidden Sect tetap stabil.
Spirit Qi di Cultivate Diligently Become Immortal Mountain sudah setara Immortal World.
Ascension bukan keharusan, cuma pilihan.
Dua Puluh Tahun Damai
Rutinitas:
Cultivation.
Kutuk musuh.
Cek email kosmik.
Ngajar murid.
Hidup indah.
Lalu…
Heavenly Puppet melihat sesuatu di void.
Sebuah bola api.
Mendekat cepat.
Han Jue langsung cek.
[Great Sage Heavenly Fox – Perfected Grand Unity Golden Immortal, Demon Saint]
[Dream Demoness – Perfected Grand Unity Golden Immortal, Demon Saintess]
Dua.
Bukan satu.
Han Jue langsung simulation trial.
Tiga napas.
Tidak bisa insta-kill.
Ia ulang lagi.
Ganti strategi.
Ulang.
Ulang.
Sampai menemukan cara optimal.
Di luar—
Divine Lord Wu De sudah muncul.
Empat mata menyala, armor perak biru berkilau.
“Hmph! Berani-beraninya iblis masuk mortal world Heavenly Court!”
Langsung tebas.
Api meledak.
Great Sage Heavenly Fox muncul dengan sembilan ekor raksasa.
Dream Demoness muncul, tubuh seperti dewi hutan horor, daun-daun menjalar.
Pertarungan meledak.
Wu De membesar jadi raksasa.
Void retak.
Saber Qi menyapu galaksi kecil.
Han Jue muncul… tapi tidak langsung ikut.
Ia nonton dulu.
Biarkan Wu De capek.
Strategi klasik.
Wu De melihatnya.
“Oh. True Immortal bocah ini.”
Diabaikan.
Good.
Han Jue sambil nonton, kontak Di Taibai.
“Kenapa dua Demon Saint bisa masuk seenaknya?”
Di Taibai menghela napas.
“Heavenly Court di atas Nine Heavens. Mortal world di bawah. Dunia tak terhitung jumlahnya. Mana mungkin kami jaga semua?”
“Kalau begitu aku bantu Wu De.”
“Bunuh saja. Kita sudah irreconcilable dengan Demon Court.”
Deal.
Numinous Palace
Di Taibai lapor.
Heavenly Emperor santai.
“Kalau Han Jue berani muncul, berarti dia yakin.”
“Mereka datang karena Magus Race?”
“Ya. Itu urusan Underworld. Biarkan saja.”
“Han Jue bukan Magus, kan?”
Heavenly Emperor mendengus.
“Kalau dia Magus, mana mungkin sepenakut itu?”
Di Taibai: …
Masuk akal.
Kembali ke Void
Wu De mulai tertekan lagi.
Dua Demon Saint memang bukan kaleng-kaleng.
Great Sage Heavenly Fox tertawa.
Dream Demoness mengirim vines sebesar gunung.
Wu De mulai ngos-ngosan.
Dan saat itulah—
Han Jue melangkah maju.
Primordial Judgment Sword muncul.
Dua Demon Saint bahkan tidak menoleh.
Error fatal.
Han Jue menyipitkan mata.
Satu tebasan.
Sembilan lapis sword intent.
Dalam sepersekian detik—
Three Pure World Cleansing meledak.
Miliaran bayangan pedang menutup langit.
Void jadi hujan kematian.
Wu De, Heavenly Fox, Dream Demoness—semuanya menoleh bersamaan.
“Apa ini—?!”
“Dodge!” teriak Heavenly Fox.
Ia lompat menjauh.
Dream Demoness terlambat setengah detik.
Dan setengah detik…
Cukup untuk menentukan hidup dan mati.