Ch 227 - Ascension of the Mo Family, White-Robed Buddha

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

← Sebelumnya Berikutnya →


Sejak Su Qi masuk Divine Palace, Han Jue diam-diam menunggu.


Bukan menunggu dia sukses.


Menunggu dia bikin kekacauan.


Tapi Divine Palace bukan Dragon Immortal Island.


Tempat itu terlalu besar, terlalu stabil, terlalu “high-tier”.


Bad luck Su Qi?

Belum tentu cukup buat bikin sistemnya crash.


Kalau sampai Divine Palace runtuh gara-gara dia…


Itu bukan jinx lagi.


Itu walking Immeasurable Calamity.


Usia Hampir 2000 Tahun


Waktu berjalan.


Han Jue mendekati 2.000 tahun usia.


Cultivation-nya makin mendekati late-stage Reincarnation Golden Immortal.


Tiga puluh tahun kemudian—


Dao Comprehension Sword membangunkannya.


“Master, dua teman lama datang.”


Han Jue scan.


Mo Zhu.

Mo Fuchou.


Sudah Mahayana.


Di usia ~2000 tahun, itu jelas kategori prodigy.


Mereka masuk.


Mo Fuchou tersenyum.


“Brother Han, lama tak bertemu.”


Obrolan nostalgia dimulai.


Mo Fuchou berkata mereka mau ascension.


Mo Family sudah tak punya tempat di Scarlet Cloud World.


Fiendish cultivator reputasinya hancur setelah Heavenly Court turun tangan.


Mereka harus cari masa depan di Upper World.


Han Jue tak terkejut.


Beberapa jam ngobrol.


Lalu Mo Fuchou keluar.


Tinggal Mo Zhu dan Han Jue.


Mo Zhu


“Aku sebenarnya tak ingin ascension. Tapi Mo Family butuh aku.”


Han Jue menatapnya.


“Mo Family sepenting itu?”


Mo Zhu tersenyum pahit.


“Sejak kecil aku hidup dengan kebencian ini. Sama seperti obsesimu terhadap longevity.”


Han Jue tak membantah.


Obsesi memang tak bisa dipatahkan dengan logika.


Lalu Mo Zhu tiba-tiba menunduk.


Wajahnya merah.


“Aku tak ingin meninggalkan penyesalan.”


Han Jue: “Penyesalan apa?”


“Kau tahu…”


Beberapa bulan kemudian—


Mo Zhu pergi.


Tanpa Han Jue mengantar.


Tak perlu adegan dramatis.


Interogasi Dao Comprehension Sword


Dao Comprehension Sword masuk.


Bibirnya cemberut.


“Kenapa dia penuh aura Master? Bahkan di dalam tubuhnya juga?”


Han Jue hampir jatuh dari ranjang.


Pertanyaan ini terlalu straight to the point.


“Kami diskusi Dao! Aku bantu alirkan Dharmic power!”


“Benarkah?”


“Tentu!”


“Kenapa aku tak pernah diajari seperti itu?”


Han Jue menyipitkan mata.


“Kau pantas?”


“Hmph!”


Dia duduk kesal.


Han Jue pura-pura cultivation lagi.


Dalam hati:


“Rumput kecil ini sudah mulai punya pikiran aneh…”


Tapi mengusirnya?


Tidak mungkin.


Longevity bukan berarti hidup tanpa kehangatan.


Hanya saja—


Timing penting.


Dia masih terlalu lemah.


Sepuluh Tahun Kemudian


Cek email rutin.


(Ji Xianshen cultivated Slaughter God Physique)

(Xuan Qingjun attacked by demons x10223)

(Murong Qi & Divine General entered Heaven Punishment Divine Domain)

(Fang Liang captured & forcibly enlightened)

(Jiang Yi attacked by True Dragon Immortal Emperor x14, severely injured but escaped)


Immortal World relatif lebih tenang.


Bagus.


Kalau semua sibuk perang, Heavenly Dao jadi makin kacau.


Notifikasi Baru


[Detected bearer of Connate providence.]


Han Jue langsung cek.


(White-Robed Buddha – Perfected Grand Unity Golden Immortal.

Inheritor of Burning Lamp Ancient Buddha.

Surface-level Buddhist.

Secretly Chan School Dao Sect disciple.

Protected by Heavenly Venerable.

Sent by Heavenly Dao Buddha to find Supreme Buddha.)


Han Jue menyipitkan mata.


Supreme Buddha?


Chu Shiren?


Langsung simulation trial.


Sepuluh napas.


Masih bisa insta-kill.


Oke.


Agak tricky karena staff-nya kuat.


Tapi tetap bisa dihapus.


Han Jue lega.


Void


Divine Lord Wu De menghadang White-Robed Buddha.


“Kenapa kau datang?”


“Amitabha. Dunia ini punya takdir denganku. Aku hanya ingin menyebarkan Dharma.”


Senyum lembut.


Tapi Divine Lord Wu De tak percaya.


Ia hampir menolak—


Lalu mendapat transmisi suara.


Ia diam sejenak.


“Kalau kau bikin masalah, aku langsung bergerak.”


Ia memberi jalan.


White-Robed Buddha tersenyum.


Masuk Scarlet Cloud World.


Han Jue, lewat Heavenly Puppet, melihat semuanya.


Dan langsung kesal.


“Kenapa dibolehkan?”


Bukannya Heavenly Court dan Buddhist Sect sedang tidak harmonis?


Sekarang seorang Buddha level Perfected Grand Unity masuk begitu saja?


Han Jue berpikir.


Kalau dia langsung bunuh—


Bisa jadi konflik besar.


Tapi kalau dibiarkan—


Kalau targetnya benar Supreme Buddha…


Chu Shiren dalam bahaya.


Pertanyaan sekarang bukan soal bisa membunuh.


Pertanyaannya:


Haruskah dia membunuh?

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .