Ch 228 - Eastern Wu Divine World, Sun Quan

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

← Sebelumnya Berikutnya →


White-Robed Buddha akhirnya masuk Scarlet Cloud World.


Tapi anehnya… dia nggak langsung naik gunung.


Dia malah jalan-jalan dulu.


Santai banget.


Karena dia santai, Han Jue juga santai.


Lagipula—


Kalau mau dibunuh, bisa instan.


Jadi buat apa panik?


Plot Twist Kecil


Beberapa hari kemudian, White-Robed Buddha mulai “menyebarkan ajaran”.


Tapi…


Bukan ajaran Buddha.


Yang dia ajarkan malah Dao teknik Chan School.


Han Jue yang lagi cultivation sambil ngintip lewat Heavenly Dao Token cuma bisa bengong.


“Ini orang double agent apa gimana…”


Secara teknis, dia utusan Heavenly Dao Buddha.


Secara praktik, dia malah promosi Chan School.


Kalau ini bukan infiltrasi halus, Han Jue nggak tahu lagi namanya apa.


Han Jue mikir pelan.


“Jangan-jangan dia memang nggak niat cari Supreme Buddha. Cuma cari aman sambil tanam pengaruh.”


Masuk akal.


Dua puluh tahun lewat.


Chan School mulai tumbuh pelan-pelan di berbagai state.


Nggak heboh.

Nggak mencolok.

Tapi rapi.


Han Jue nggak peduli.


Selama bukan ganggu Dao heart-nya, silakan.


Akhirnya Naik Gunung


Suatu hari, White-Robed Buddha datang ke Cultivate Diligently Become Immortal Mountain.


Teriak-teriak minta audiensi.


Nggak ada yang jawab.


Murid Jade Pure Sacred Sect yang lagi sujud di bawah cuma nyeletuk,


“Ini gunung immortal, bukan tempat turis.”


Yang lain ikut nyinyir.


White-Robed Buddha cuma senyum.


“Makhluk fana memang lucu.”


Dia langsung teleport ke bawah Fusang Tree.


Semua murid Hidden Sect buka mata serentak.


Long Hao berdiri.


“Ngapain?”


Black Hell Chicken, Three-Headed Wyrm King, Tu Ling’er, Zhou Mingyue, Xun Chang’an, Chu Shiren, dua Golden Crow—semuanya siaga.


White-Robed Buddha menyapu pandangan.


Dan langsung syok dalam hati.


Golden Crow.

Ancient Spiritual Ginseng.

Supreme Buddha aura.

Heavenly Emperor aura.

Bekas Demon Saint…


“Ini gunung apa… tempat kumpul VIP providence?”


Dia benar-benar kaget.


Xun Chang’an menatap tajam.


“White-Robed Buddha. Kenapa kau ke sini?”


Dulu, di Buddhist Sect, Xun Chang’an cuma hewan peliharaan.


Sekarang berdiri sejajar.


White-Robed Buddha tersenyum.


“Amitabha. Aku datang menjemput Buddha.”


Semua terdiam.


Buddha?


Otak mereka otomatis ke satu orang.


Han Jue.


Zhou Mingyue bahkan hampir meloncat.


“Master ternyata Buddha?!”


Xun Chang’an pucat.


Kalau benar begitu…


Selama ini mereka cuma pion?


Lalu White-Robed Buddha menatap Chu Shiren.


“Buddha, kau pulang?”


Semua mata langsung ke Chu Shiren.


Chu Shiren panik.


“Aku? Buddha? Jangan asal tuduh!”


Suasana makin aneh.


Han Jue Ikut Bicara


Dari dalam cave abode, suara Han Jue keluar.


“Dia nggak ikut kamu. Pergi.”


White-Robed Buddha menoleh.


Divine sense-nya tak bisa masuk cave abode.


Dia sadar.


Array ini minimal Deity level.


Dia tersenyum sopan.


“Siapa Anda? Sepertinya bukan immortal biasa.”


Suara Han Jue datar.


“Kalau kau benar-benar orang Buddhist Sect, kau sudah mati sejak masuk.”


Kalimat itu pelan.


Tapi nadanya jelas.


White-Robed Buddha langsung dingin punggungnya.


“Ah… Amitabha. Kenapa saya bukan dari Buddhist Sect?”


“Perlu kubuka semuanya? Ingat. Ada yang selalu mendengar.”


Kalimat itu bikin dia nggak berani lanjut.


Han Jue lanjut,


“Eastern Wu Divine World. Sun Quan.”


White-Robed Buddha mengernyit.


Eastern Wu Divine World?


Nama Divine World bukan sembarangan.


Kalau berani pakai nama itu, pasti bukan kaleng-kaleng.


Han Jue kasih ultimatum.


“Tiga napas. Kalau belum pergi, tinggal selamanya.”


Insting White-Robed Buddha langsung bunyi alarm.


Aura Reincarnation Sword Intent tadi benar-benar terasa seperti kematian.


Dia langsung kabur.


Reaksi Murid


Zhou Mingyue hampir nyeletuk.


“Bukannya Master namanya—”


Black Hell Chicken langsung sentil.


“Diam! Master itu jenius strategi! Ini demi keamanan!”


Zhou Mingyue langsung tercerahkan.


Oh iya.


Masuk akal.


Di Ujung Dunia


White-Robed Buddha muncul di hutan.


Keringat dingin.


“Barusan itu… aura Immortal Emperor?”


Dia sadar.


Orang itu bisa membunuhnya.


Tapi tidak melakukannya.


Artinya—


Bukan musuh.


Dia menghela napas.


“Sun Quan… menarik.”


Lalu notifikasi muncul di sisi Han Jue.


[White-Robed Buddha has a favorable impression of you – 2 stars]


Han Jue: ?


Tunggu.


Jadi ini bukan musuh?


Beberapa detik kemudian—


Suara Heavenly Emperor masuk ke telinganya.


“Benar. Dia orang Chan School. Kami tahu. Ini rahasia. Jangan tanya Taibai.”


Han Jue terdiam.


Jadi ini permainan tingkat dewa.


Heavenly Court punya orang di Chan School.


Chan School punya orang di Buddhist Sect.


Dan semua pura-pura musuhan.


Han Jue cuma bisa geleng pelan.


“Para big shot ini… mainnya halus banget.”


Dao Comprehension Sword mendekat.


“Master… Chu Shiren benar Buddha?”


Han Jue tutup mata.


“Jangan tanya yang tak perlu kau tahu. Cultivate saja. Suatu hari kau harus bisa bantu aku menghalau orang-orang seperti tadi.”


Dao Comprehension Sword langsung merasa tertampar.


Sejak hari itu, White-Robed Buddha tetap keliling dunia, mengajar, bertingkah biasa.


Han Jue tetap memantau.


Tiga puluh tahun kemudian—


Han Jue membuka mata.


Heavenly Dao Token di tangannya… panas.


Dan bergetar.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .