“Ada apa ini…”
Han Jue mengernyit.
Heavenly Dao Token di tangannya panas, seperti powerbank overheat karena dipakai sambil main game berat.
Dia kirim divine sense masuk.
Untung cultivation-nya sudah tebal.
Kalau masih level lama, mungkin tangannya sudah gosong duluan.
Beberapa napas kemudian—
Kesadarannya tiba di depan Heavenly Dao Tablet.
Dia cek ranking.
Lalu membeku.
No. 763.
Dan masih naik.
“…Lho?”
Scarlet Cloud World Lagi Naik Rank
Han Jue langsung observasi.
Body Integration dan Tribulation Transcendence Realm cultivator… melonjak.
Mahayana? Muncul satu per satu seperti promo diskon akhir tahun.
Tak butuh waktu lama—
Dia melihat sumbernya.
White-Robed Buddha.
Si jubah putih itu lagi ceramah di puncak gunung.
Ribuan cultivator duduk rapi.
Minimal Body Integration.
Dan tiap beberapa saat—
Ada yang breakthrough.
Breakthrough lagi.
Breakthrough lagi.
Ini bukan pengajian biasa.
Ini booster pack Heavenly Dao edition.
Tak heran providence dunia naik cepat.
Dan anehnya—
Saat providence dunia naik…
Han Jue bisa merasakan providence dirinya ikut naik.
Dia teringat kata-kata Di Taibai.
“Untuk tembus Immortal Emperor, butuh providence besar.”
Providence?
Sekarang lagi panen besar.
Han Jue merasakan dilema yang sangat manusiawi.
Di satu sisi:
“Waduh, nanti dunia ini jadi spotlight.”
Di sisi lain:
“Enak juga providence-nya naik terus.”
Dia tarik napas pelan.
“Ya sudah. Cultivate saja dulu.”
Ambisi Sedikit Meledak
Han Jue kembali duduk.
Dia makin dekat ke late-stage Reincarnation Golden Immortal.
Kalau sudah late-stage…
Tinggal satu langkah lagi ke perfected.
Kalau perfected…
Immortal Emperor masih jauh nggak sih?
Kalau Immortal Emperor tercapai…
Deity Realm tinggal mimpi atau sudah bisa dicicil?
Semakin dipikir…
Semakin semangat.
Kadang motivasi terbesar bukan musuh.
Tapi rasa penasaran.
Golden Age Patch
Spirit Qi seluruh dunia meningkat.
Holy Lands langsung klaim:
“Ini anugerah Heavenly Dao!”
Setiap beberapa tahun muncul prodigy baru.
Sekte-sekte saling bersaing.
Bukan soal siapa paling suci.
Tapi siapa paling kuat.
Jade Pure Sacred Sect?
Aman.
Tak ada yang berani sentuh.
White-Robed Buddha makin terkenal.
Kuil-kuil kecil mulai berdiri.
Patungnya mulai muncul.
Dia menikmati offering mortal.
Providence-nya juga ikut naik.
Main halus.
2000 Tahun Achievement Unlocked
Dua puluh delapan tahun kemudian—
Notifikasi muncul.
[Anda berusia 2.000 tahun. Pilih:]
Ascend sekarang, jadi terkenal, hadiah besar.
Tetap low profile, dapat Mystical Power + Great Dao fragment.
Han Jue bahkan tak berpikir dua kali.
“Ngapain ascend. Santai dulu.”
Dia pilih opsi dua.
Dapat Mystical Power.
Dapat Great Dao Fragment.
Five Elements Divine Light
Han Jue membaca deskripsinya.
Bisa rebut Dharma treasure musuh.
Bisa jebol array.
Kedengarannya simpel.
Tapi justru itu yang dia suka.
Langsung inherit.
Beberapa hari mastering.
Langsung test lawan White-Robed Buddha di simulation.
Tidak insta-kill.
Tapi—
Bisa bunuh dengan mudah.
Han Jue senyum puas.
“Ini baru skill straight to the point.”
Jujur saja—
Walau talent Sword Dao-nya absurd, dia sebenarnya tidak fanboy pedang.
Itu hasil reroll sistem.
Bukan pilihan hatinya.
Untuk merayakan—
Dia ambil Book of Misfortune.
Kutuk-kutuk rutin.
Di Tempat Lain
Di atas lautan awan.
Sebuah gunung melayang.
Arena batu besar.
Fang Liang terikat di stone tablet.
Setengah telanjang.
Penuh luka.
Di sekeliling, patung-patung batu menyeramkan.
Di balkon timur—
Pria paruh baya memandang dingin.
Di sampingnya gadis berbaju kuning.
“Ayah… dia bisa berhasil nggak?”
Pria itu mendengus.
“Dia dipilih leluhur. Pasti bisa.”
Lalu dia menoleh ke putrinya.
“Kau mau menikah dengannya?”
Gadis itu memerah dan mengangguk.
Pria itu kembali menatap Fang Liang.
“Anak ini tahan divine power leluhur… luar biasa.”
Tiba-tiba—
Fang Liang meraung.
Seperti binatang buas.
Semua orang terkejut.
Dia mengangkat kepala.
Mata merah.
Dan—
Mata vertikal muncul di dahinya.
Dual-pupil evil eye.
Kembali ke Han Jue
Sepuluh tahun sejak dapat Five Elements Divine Light.
Heavenly Dao Token bergetar lagi.
Di Taibai.
“Grand-disciplemu Fang Liang hilang.”
Han Jue mengernyit.
“Diculik Demon Court?”
“Tidak. Dia keluar latihan. Sudah puluhan tahun tak kembali. Bahkan clairvoyants tak bisa lacak.”
Han Jue diam.
Dia cek interpersonal.
Fang Liang masih ada.
Lalu cek email.
[Your grand-disciple Fang Liang inherited Delusional Evil Eye, entered Grand Unity Heaven Immortal Realm.]
Han Jue tersenyum tipis.
“Oh. Jadi begitu.”
Bukan hilang.
Naik level.
Dan cepat sekali.
Grand Unity Heaven Immortal.
Anak ini memang monster providence.
Han Jue akhirnya santai.
Kalau benar-benar terdesak—
Fang Liang masih bisa pakai Invocation Technique.
Selama belum manggil dia panik-panik…
Berarti masih aman.
Dan Han Jue?
Kembali cultivation.
Karena dunia boleh naik rank.
Providence boleh melonjak.
Tapi satu prinsip tetap:
Dengan kultivasi segitu, ke Heaven Punishment Divine Region itu bukan nekat lagi—itu namanya nyari mati.
Dan Han Jue tidak pernah punya hobi nyari mati.