Ch 230 - Late-Stage Reincarnation Golden Immortal Realm, Great Plan of Divine Investiture

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

← Sebelumnya


Waktu berlalu seperti kuda putih melompati jurang.


Cepat.

Bersih.

Dan nggak bisa diulang.


Seratus tahun lewat.


Dan akhirnya—


Han Jue tembus ke late-stage Reincarnation Golden Immortal Realm.


Dharmic power melonjak.

Divine sense makin luas.

Pemahaman tentang langit dan bumi makin dalam.


Sekarang dia bisa merasakan hal-hal yang dulu cuma konsep.


Providence.

Karma.

Fate.


Dibanding itu semua, hukum lima elemen terasa seperti level tutorial.


Testing Mode: On


Setengah tahun dipakai buat upgrade Sword Dao Mystical Powers.


Lalu simulation trial.


Jiang Yi?


Insta-kill.


White-Robed Buddha?


Insta-kill.


Heavenly Emperor?


Dia yang insta-kill Han Jue.


Ya, itu realistis.


Sisanya?


Hampir semua insta-kill.


Han Jue tersenyum pelan.


Untuk sementara…


Belum ada lawan seimbang.


Cek Email, Sambil Kutuk-Kutuk


Seperti biasa, Book of Misfortune keluar.


Email dicek.


(Fang Liang attacked x14002)

(Murong Qi dapat Divine Armament)

(Mo Fuchou join Providence Holy Dynasty)

(Sword God Emperor severely injured)

(Su Qi attacked by Asura Race)

(Long Shan fell into Dark Forbidden Zone)

(Chi Yunxian killed by Demon Saint)


Han Jue berhenti.


Chi Yunxian mati.


Dia memang bukan sahabat dekat.


Tapi dulu banyak bantu.


Informasi, koneksi, goodwill.


Han Jue mencatat nama pembunuhnya.


Evil Wyrm King.


Telepon ke Di Taibai


“Siapa bunuh Chi Yunxian?”


“Evil Wyrm King. Long Shan juga hilang. Demon Court memang nggak bisa duduk diam.”


Han Jue mencatat dalam hati.


“Kalau Heavenly Court nggak chaos, aku tenang.”


Di Taibai lanjut.


“Heavenly Court sudah dibersihkan. Sekarang solid. Dan kami akan jalankan Great Divine Investiture Plan.”


Han Jue langsung mencium aroma familiar.


Investiture of the Gods vibes.


“Scarlet Cloud World ikut?”


“Tentu. Ranking-nya bagus.”


Han Jue santai.


“Kalau ada yang berbakat, biar mereka usaha sendiri. Aku malas ribut.”


Di Taibai cuma bisa senyum pahit.


Di Numinous Palace


Heavenly Emperor santai.


Di sampingnya, pria berjubah ungu tampan.


Di Taibai melapor.


“Dia tetap nggak ambisius.”


Heavenly Emperor tersenyum.


“Tenang. Dia akan ikut.”


Pria berjubah ungu bertanya,


“Dia jenius terkuat seribu tahun terakhir?”


“Ya. Kalau sempat, kunjungi Hao’er.”


Pria itu tampak kurang tertarik.


Topik bergeser.


Jie School mulai bergerak lagi.


Magus Race juga mulai terasa.


Heavenly Emperor tetap tenang.


“Providence mereka hampir habis. Mereka tak bisa balik total.”


Big shots selalu terdengar santai.


Padahal tiap langkah mereka bisa bikin dunia goyang.


Balik ke Han Jue


Han Jue kutuk Evil Wyrm King sepuluh hari full.


Umurnya berkurang ratusan tahun.


Kerugian besar.


Tapi dia anggap itu tribute untuk Chi Yunxian.


“Kalau ada kesempatan, aku habisi.”


Lalu dia menatap Dao Comprehension Sword.


“Kau sudah kuasai level dua Heavenly Sword Dao?”


Dia mengangguk, pura-pura kalem, mata berbinar.


“Ke sini. Kuberikan level tiga.”


Beberapa hari kemudian, dia mulai mencerna level tiga.


Han Jue ke Nine Heavens Galaxy Water.


Li Yao sudah sampai Immortal World.


Dan… langsung disambut chaos.


Bunuh Demon King.


Diburu Demon Saint.


Kabur lagi.


Han Jue makin yakin.


Immortal World itu bukan tempat santai.


Itu arena PvP tanpa pause.


Dia kirim suara.


“Kau baik-baik saja?”


Li Yao hampir terharu dengar suaranya lagi.


“Aku baik, Senior.”


Scarlet Cloud World kini jadi harapan terbesarnya.


Tempat damai.


Tempat cultivate tanpa diburu.


Han Jue berkata pelan,


“Gabung Heavenly Court. Cari Di Taibai. Katakan aku yang mengundang.”


Li Yao bertanya,


“Senior… namamu?”


“Han Jue.”


Hening sebentar.


“Aku akan ke Heavenly Court secepatnya.”


Han Jue putus koneksi.


Kembali cultivation.


Tujuh Tahun Kemudian


White-Robed Buddha muncul lagi.


Kali ini nggak nekat naik gunung.


Dia kirim voice transmission dari atas awan.


“Fellow Daoist Sun Quan, mau berbincang?”


Han Jue membalas datar.


“Kenapa?”


“Perihal Great Divine Investiture Plan. Aku sudah pilih seratus prodigy. Layak dibina. Kau bisa lihat.”


Han Jue langsung merasa pusing.


Ini pasti skema Heavenly Emperor lagi.


Kalau Heavenly Dao Buddha tahu bawahannya main dua kaki…


Mungkin dia bukan cuma muntah darah.


Bisa muntah sutra emas sekalian.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .