Chapter 804 - Kutukan Great Dao
[Grand Primordium Fiendcelestial mengirimmu mimpi. Apakah kamu ingin menerima?]
[Grand Primordium Fiendcelestial mengirimmu mimpi. Apakah kamu ingin menerima?]
Notifikasi itu muncul terus.
Han Jue sampai speechless.
Ini Great Dao Supreme… kok kayak bocah nge-spam chat?
Setelah berpikir sebentar—
dia tetap menerima.
Dalam mimpi.
Lokasi: istana di Grand Primordium Domain.
Grand Primordium Fiendcelestial duduk bermeditasi jauh di depan.
Jaraknya ribuan kaki.
Mereka saling menatap.
Diam.
Canggung.
Aneh.
Lama…
Akhirnya—
Grand Primordium Fiendcelestial membuka suara.
“Han Jue.”
“Kamu tahu apa yang dilakukan anakmu?”
Han Jue menjawab santai,
“Aku tahu.”
“Dia dipengaruhi oleh Devil Ancestor.”
“Tapi… Devil Ancestor terlalu kuat.”
“Aku tidak bisa berbuat apa-apa.”
Dia bahkan menghela napas.
mode acting ON.
Grand Primordium Fiendcelestial menatap tajam.
“Jadi… maksudmu dia sekarang dikendalikan?”
“Benar.”
“Kalau tidak, mana mungkin aku membiarkannya mengikuti Devil Ancestor?”
Han Jue lanjut dengan nada penuh “penyesalan”.
“Aku sebenarnya tidak ingin merepotkan Fiendcelestial Race.”
“Lagipula Devil Ancestor tidak menyerang Heavenly Dao.”
“Hanya… menculik anakku.”
“Aku tidak enak meminta bantuan.”
“Tidak kusangka Senior Grand Primordium justru peduli…”
“Aku benar-benar tersentuh.”
“Dan… malu.”
“Aku meremehkan solidaritas Fiendcelestial Race.”
Dan tentu saja—
melebih-lebihkan sedikit.
Grand Primordium Fiendcelestial diam.
Han Jue lanjut sigh-sigh acting.
Beberapa saat kemudian—
Grand Primordium Fiendcelestial berkata:
“Fiendcelestial Race akan menyatakan perang terhadap Devil Ancestor.”
“Aku akan membantumu menyelamatkan anakmu.”
“Tunggu perintah.”
BOOM.
Mimpi langsung hancur.
[Grand Primordium Fiendcelestial telah mengembangkan kebencian terhadapmu. Tingkat kebencian: 2 bintang]
Han Jue membuka mata.
“….”
Hampir saja dia langsung ambil Book of Misfortune.
Jelas banget—
itu monster tua tidak percaya.
Tapi ya…
wajar.
Dia juga bukan orang bodoh.
Tapi ini justru bagus.
Biarkan Fiendcelestial Race lawan Devil Ancestor.
Kalau bisa—
dua-duanya babak belur.
Lalu Han Jue masuk…
hajar Life lagi.
Delay Great Dao Immeasurable Calamity.
Kasih waktu Heavenly Dao berkembang.
Strategi klasik: biarin orang lain perang, kita panen hasil.
Selanjutnya—
Han Jue mengirim mimpi ke Han Tuo.
Lokasinya:
kota lama tempat Han Tuo dulu berjaga.
Han Tuo membuka mata.
Langsung kaget.
“Father!”
Dia langsung berlutut.
Han Jue menatapnya.
Sekarang…
Han Tuo benar-benar terlihat seperti iblis.
Han Jue bertanya,
“Kamu baik-baik saja?”
Han Tuo tidak menyembunyikan apa pun.
Dia menceritakan semuanya:
• Fusi jalur iblis
• Melahap Chaotic Fiendcelestial
Artinya satu:
Dia masih setia.
Tidak berubah hati.
Hanya saja…
cara menjadi kuatnya—
tidak lagi “bersih”.
Devil Ancestor Lu Yuan sudah pulih.
Targetnya:
mengumpulkan kembali kekuatan jalur iblis.
Han Jue berkata serius,
“Chaotic Fiendcelestials akan memburumu.”
“Dan Devil Ancestor.”
“Ini gara-gara kalian.”
“Hati-hati.”
Han Tuo tersentuh.
Tapi tetap tenang.
Dia tahu—
satu Chaotic Fiendcelestial ≠ seluruh ras.
Apalagi yang mereka lawan sebelumnya…
kebanyakan lemah atau terluka.
“Aku mengerti.”
Han Jue mengangguk.
Sedikit kecewa.
Ini anak… nggak butuh bantuan gue.
Dia berkata lagi,
“Jangan bilang aku yang memberi tahu.”
“Kalau benar-benar tidak kuat…”
“panggil aku.”
Mimpi berakhir.
Han Tuo membuka mata.
Dia duduk di atas tulang raksasa seperti pegunungan.
Yi Tian di sampingnya tersenyum.
“Tadi kamu bengong.”
“Jangan-jangan ayahmu datang?”
Han Tuo menggeleng.
“Tidak.”
“Tapi… situasinya tidak bagus.”
Dia melihat ke langit gelap.
Seolah ada banyak mata mengawasi.
Yi Tian menghela napas.
“Fiendcelestial Qi ini luar biasa…”
“Pantas saja Pangu dulu membunuh tiga ribu Fiendcelestial…”
“Seberapa kuat dia sebenarnya?”
Han Tuo menggeleng.
“Tidak mungkin kita sampai ke level itu.”
“Sekarang cuma tersisa puluhan Chaotic Fiendcelestial.”
“Dan mereka… monster semua.”
Yi Tian tertawa kecil.
Tiba-tiba—
suara terdengar.
“Pergi dari sana.”
“Kembali ke Demonic Path Abyss.”
Suara Devil Ancestor Lu Yuan.
Keduanya langsung berdiri.
Tanpa ragu—
pergi.
Kalau Lu Yuan saja bilang begitu…
pasti ada masalah besar.
…
Sepuluh ribu tahun kemudian.
Han Jue selesai kultivasi lagi.
Umurnya sekarang:
1,6 juta tahun.
Dia membuka mata.
Lalu—
mengambil Book of Misfortune.
Target:
Grand Primordium Fiendcelestial.
Tujuannya?
Bukan bunuh.
Cuma—
ganggu.
Biar fokusnya buyar.
Sambil mengutuk—
Han Jue tetap cek email.
Tidak ada kabar dari Han Tuo & Yi Tian.
Sepertinya mereka sedang sembunyi.
Lima hari berlalu.
Han Jue berhenti.
“…kayaknya kurang.”
Dia mikir.
Lalu—
lanjut lagi.
Lima hari lagi.
Masih lanjut.
Lifespan mulai berkurang.
Tapi Han Jue tidak berhenti.
Dia full commit.
100 juta tahun lifespan…
10 miliar…
1 triliun…
100 triliun…
1 kuadriliun…
10 kuadriliun…
Sampai akhirnya—
[Karena kutukanmu, providence musuhmu Grand Primordium Fiendcelestial menjadi kacau dan Great Dao-nya terluka.]
Han Jue langsung berhenti.
“…akhirnya.”
Tapi dia sadar sesuatu.
10 kuadriliun tahun lifespan cuma buat efek segitu.
Kalau mau bunuh?
Hampir mustahil.
Book of Misfortune memang Great Dao Supreme Treasure—
tapi bukan tipe “finisher”.
Han Jue tersenyum.
Cukup.
Dia lanjut kultivasi.
…
Di Grand Primordium Domain.
Grand Primordium Fiendcelestial membuka mata.
Wajahnya gelap.
Aura hitam aneh melilit tubuhnya.
Perlahan menghilang.
“Kutukan yang mengerikan…”
“Dark Forbidden Lord?”
Dia menyipitkan mata.
“Kalau bisa melukaiku…”
“berarti dia juga Great Dao Supreme.”
“Great Dao of Curse…?”
Matanya dipenuhi niat membunuh.
Nama Dark Forbidden Lord—
sudah menyebar di Chaos.
Dan reputasinya?
Sadis.
Korban tidak langsung mati.
Tapi—
disiksa perlahan.
Dikuras.
Sampai lengah.
Lalu…
dibunuh oleh kutukan.
Metode yang kejam.
Dan sekarang—
Grand Primordium Fiendcelestial mulai sadar:
dia sedang diincar.