Chapter 805 - Menentukan Sage


“Tidak bisa… aku tidak bisa hanya menunggu mati.”


Grand Primordium Fiendcelestial membuka mata.


Tatapannya berkilat.


Dia mengingat kembali legenda tentang Dark Forbidden Lord.


Dan satu hal jelas—


kalau dia diam saja…


pasti tamat.


Dia mulai menganalisis.


Kekuatan kutukan itu…


aneh.


kuat.


dan bertahan lama.


Apakah Dark Forbidden Lord itu Curse Fiendcelestial?


Bagaimana cara dia mengutuk?


Yang paling penting—


bagaimana cara menghindarinya?


Grand Primordium Fiendcelestial menutup mata.


Mulai memulihkan diri.


Sudah lama…


dia tidak terluka.


Bahkan Great Dao-nya ikut rusak.


Tapi anehnya—


dia tidak takut.


Justru…


semangat kompetitifnya bangkit.


Akhirnya… ada lawan yang sepadan.



Di Immortal World, wilayah barat.


Di bawah gunung megah—


seorang pria bermeditasi menempel di dinding.


Tubuhnya dipenuhi jimat.


Dia adalah:


Qin Ling.


Rambut berantakan.


Pakaian compang-camping.


Sudah puluhan ribu tahun disegel di sini.


Tapi…


tidak pernah berhenti kultivasi.


Kultivasinya memang tidak naik.


Tapi pemahamannya?


melonjak.


Saat itu—


seorang pria dan wanita datang.


Pria tampan.


Wanita dingin.


Han Yu dan wanita berbaju hijau.


Wanita itu melihat Qin Ling dari jauh.

“Senior… dia Qin Ling?”


Entah kenapa…


dia merasa familiar.


Han Yu tidak menjawab.


Dia berjalan mendekat.


Qin Ling tetap diam.


Matanya tertutup.


Selama ini…


banyak yang datang:


• Mengagumi

• Menghina

• Mengasihani

• Mengeluh


Dia sudah kebal.


Han Yu bertanya,

“Kamu menyesal?”


Qin Ling menjawab tanpa membuka mata:

“Tidak.”


Jawaban itu…


sudah dia ulang jutaan kali.


Dan tidak pernah berubah.


Han Yu tidak bertanya lagi.


Hanya menatap.


Sekilas—


Qin Ling terlihat paling menderita.


Tapi Han Yu tahu:


justru sebaliknya.


Dia lebih “bahagia” dari semua makhluk.


Karena dia menjadi simbol harapan.


Padahal—


dia hanyalah pion para Sage.


Untuk meredam kemarahan makhluk hidup.


Dan kalau dia berhasil?


Dia akan keluar dari status itu.


Bahkan bisa meninggalkan Heavenly Dao.


Sementara yang lain?


Masih terjebak di lautan penderitaan.


Han Yu merasa sedih.


Untuk semua makhluk.


Tapi…


dia juga sadar sesuatu:


Apa yang terlihat… belum tentu kebenaran.


Semua yang dikejar sepanjang hidup—


bisa jadi ilusi.


Kalau bukan karena latar belakangnya…


dia tidak akan bisa melihat semua ini.


Kesedihan itu berubah jadi tekad.


Aku harus jadi Sage.


Sage yang benar-benar peduli makhluk hidup.


Matanya menjadi tegas.


Dia pergi.


Wanita berbaju hijau ikut.


Di jalan, dia bertanya,

“Bukankah itu grand-disciple-mu?”


“Kenapa dia bereinkarnasi?”


Dia masih ingat Qin Ling dulu—


kuat, percaya diri.


Sekarang?


disiksa seperti ini.


Han Yu menjawab,

“Ini takdir.”


“Penderitaannya sekarang… jauh lebih besar dari masa lalumu.”


“Tapi kamu tahu identitasnya dulu.”


“Reinkarnasi ini… hanya latihan.”


“Menurutmu, penderitaan sekarang penting bagi dirinya yang sebenarnya?”


Wanita itu terdiam.



Lima puluh ribu tahun berlalu.


Han Jue selesai kultivasi.


Mood bagus.


Dia membuka mata.


Dan melihat—


di luar Daoist temple…


Han Yu sedang berlutut.


Dia sudah datang ribuan tahun lalu.


Dibawa masuk oleh clone.


Lalu…


langsung ke sini.


Dan menunggu.


Tanpa bergerak.


Kedatangannya menarik perhatian semua orang.


Para personal disciple datang menonton.


Karena—


dia mirip Han Jue banget.


Xing Hongxuan, Xuan Qingjun, Fairy Xi Xuan, Chang Yue’er—


semua keluar.


Sekilas…


dia seperti anak haram Han Jue.


Tapi mereka tahu—


dia keturunannya.


Han Jue berkata dari dalam,

“Masuk.”


Pintu terbuka.


Han Yu berdiri.


Masuk.


Lalu—


berlutut lagi.


Han Jue tersenyum.

“Maaf membuatmu menunggu.”


“Sebenarnya kamu bisa kultivasi saja.”


“Tidak perlu menunggu.”


“Penjaga di luar tidak bilang aturan seclusion-ku?”


Han Yu menjawab jujur,

“Aku tahu.”


“Tapi… aku merasa ini penting.”


Han Jue tersenyum.

“Oh?”


“Apa itu?”


Akhirnya…


ada yang minta bantuan.


Han Yu menarik napas dalam.


“Aku ingin menjadi Sage.”


Langsung.


To the point.


Han Jue mengangkat alis.

“Kenapa?”


Han Yu berkata tegas:


“Aku ingin menjadi Sage yang benar-benar peduli makhluk hidup.”


“Bukan Sage yang hanya kultivasi…”


“dan menggunakan Heavenly Dao sebagai pelindung dan simbol kekuasaan!”


Han Jue:

“….”


Ini nyindir siapa ya?


Tapi dia bisa merasakan—


tekad itu nyata.


Tanpa banyak drama—


Han Jue langsung kirim voice transmission ke Heavenly Venerate Xuan Du.


Keputusan?


Disetujui.


Xuan Du langsung setuju.


Han Yu masih tegang.


Ini bukan hal kecil.


Ini…


urusan terbesar Heavenly Dao.


Semua orang ingin jadi Sage.


Han Jue berkata santai,

“Baik.”


“Keputusan sudah dibuat.”


“Kultivasi di Hundred Peak Immortal River selama 10.000 tahun.”


“Lalu pergi ke 33rd Heaven.”


“Cari Heavenly Venerate Xuan Du.”


Han Yu:

“…hah?”


Dia bahkan tidak sempat bereaksi.


Han Jue melambaikan tangan.


“Jangan lupa apa yang kamu katakan.”


Detik berikutnya—


Han Yu sudah dipindahkan.


Lokasi:


Cultivate Diligently Become Immortal Mountain.


Seekor ayam hitam langsung terbang ke arahnya.



Di dalam Daoist temple.


Han Jue lanjut baca email.


Han Yu?


Langsung dilupakan.


Sage position?


Buat Han Jue—


itu cuma formalitas.


Berapa banyak Sage sekarang yang punya hubungan dengannya?


Dia tidak takut gosip.


Justru itu bukti kekuasaannya.



Sepuluh ribu tahun kemudian.


Han Yu datang ke 33rd Heaven.


Masuk Universal Hall.


Di dalam—


sudah ada:


• Heavenly Venerate Xuan Du

• Heavenly Venerate Wufa

• Fang Liang

• Ji Xianshen

• Pan Xin

• Tian Zhan (Sage baru)


Semua memandang Han Yu.


Ekspresi berbeda-beda.


Tian Zhan belum pernah melihatnya.


Tapi langsung sadar—


ini bukan orang biasa.


Pseudo-Sage bisa masuk sini?


Jelas spesial.


Heavenly Venerate Xuan Du berkata,

“Han Yu.”


“Duduk di belakang Fellow Daoist Fang.”


Han Yu mengangkat kepala.


Mau bertanya siapa itu—


Tapi melihat Fang Liang melambai santai.


Tanpa wibawa Sage sama sekali.


Han Yu:

“….”

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%