Ch 827 - Mystical Power Sang Master

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 827 - Mystical Power Sang Master


Zhou Fan akhirnya menyerah debat sama Mo Fuchou.


“Ya sudah… nanti kalau kamu sudah attain Dao, aku sendiri yang bawa kamu balik ke Heavenly Dao.”


“Deal!”


Mo Fuchou langsung senyum cerah.


Dalam hati?


Sudah nggak sabar ketemu Han Jue.



Tiba-tiba dia teringat…


Mo Zhu.


Keluarga Mo.


“…”


Sudah lebih dari dua juta tahun.


Kemungkinan besar…


Mereka sudah lama masuk siklus reinkarnasi.


Mo Fuchou menghela napas pelan.



Zhou Fan langsung panik lihat vibe ini.


“Waduh… jangan bahas Han Jue lagi.”


Dia buru-buru ganti topik.


Mulai cerita soal Chaos.


Mulai dari yang seru, yang aneh, sampai yang bisa dipamerin.


Mo Fuchou langsung tertarik.


Mata berbinar.


Zhou Fan diam-diam lega.


Dan…


Mulai flex lagi 🤣



Myriad Worlds Projection


Dao Sovereign, Zhao Xuanyuan, dan Jiang Yi muncul bersamaan.


Begitu muncul—


Black Hell Chicken langsung nyeletuk:


“Kalian bertiga habis dihajar lagi ya?”


Zhao Xuanyuan langsung ngamuk:


“Hah?! Ngaco lu!”


“Kita itu lagi fight!”


“Dan sekarang… kita makin kuat!”


Jiang Yi langsung nyengir lebar.


“Maaf ya…”


“Aku sudah jadi Freedom Sage 😎”



Semua langsung heboh.


“Serius?!”


“Dao Sovereign sama Zhao Xuanyuan juga?”


“Bentar lagi! Next login kita santai!”


“Gila… bahkan lebih cepat dari Li Daokong!”


“Ya iyalah! Kita ini tulang punggung sekte!”


“Tenang, gue nyusul kok!”


Suasana langsung rame.


Chaos? Nggak.


Ini lebih kayak tongkrongan gamer 😂



Tiba-tiba—


Zhou Fan muncul.


Denger obrolan itu.


Lalu…


langsung cabut.


Guan Bubai ketawa:


“Wah, ada yang kepanasan tuh.”


Dao Sovereign santai:


“Tenang, bentar lagi dia balik.”


“Biasanya dia yang paling suka pamer.”



Semua cuma senyum.


Nggak lanjut nge-roast.


Karena ya—


Walaupun suka saling ejek…


Kalau ada masalah beneran?


Mereka pasti all-in bantu.



Zhao Xuanyuan nanya:


“Eh, Chu Shiren mana?”


Xun Chang’an jawab:


“Lagi misterius banget. Sudah lama nggak muncul.”


Dao Sovereign cs langsung mengernyit.


“Hmm…”



Guan Bubai maju ke Jiang Yi.


“Gas spar.”


“Aku pengen ngerasain power Freedom Sage.”


Jiang Yi langsung semangat.


“Datang!”


Dua orang itu langsung hilang.


Yang lain?


Nonton.


Kayak lagi nunggu live match 😆



Waktu berlalu.



Han Jue sekarang sudah bisa mengontrol ritme kultivasinya.


Nggak lagi “tenggelam total” kayak sebelumnya.


Dia sengaja bangun setelah 50.000 tahun.



Sekarang…


Bintang-bintang di Primordial World-nya?


Sudah jauh lebih kuat dibanding dulu.


Bahkan dibanding Heavenly Dao—


Energinya beda level.


Dan yang menarik—


Dharmic power miliknya sekarang otomatis mengalir ke bintang-bintang itu.


Auto-refining.


“Nice…”



Han Jue cek email.


Dan satu langsung menarik perhatian.


[Teman baikmu Foolish Sword Sage diserang oleh musuhmu Pangu.]


Han Jue mengangkat alis.


“Oh?”


Kali ini nggak luka parah.


Artinya…


Situasi sudah berubah.



Han Jue mulai mikir soal Pangu.


“Harusnya dia sudah pulih…”


“Kenapa belum gerak?”


Jawabannya?


“Mungkin lagi nunggu perintah.”


Dan itu…


Bagus.


Semakin Chaos tenang—


Semakin nyaman dia push ke Great Dao Supreme Realm.


Nanti kalau breakthrough—


Baru deh chaos mode ON 😏



Setelah itu—


Nggak ada email menarik lagi.


Tapi—


Han Jue tiba-tiba kepikiran satu orang:


Jiang Jueshi.


Favorability-nya…


Masih stabil.


Selama ini.


“Hmm…”


“Coba cek.”



Han Jue kirim dream.


Kali ini—


Dia menyamar jadi orang tua.


Illusion mode.



Jiang Jueshi membuka mata.


Langsung kaget.


“Master…”


Emosinya naik.


Tapi dia tahan.


Kontrol diri level tinggi.



Han Jue berkata lembut:


“Bagaimana kabarmu, muridku?”


Jiang Jueshi langsung sadar.


“Ini bukan dunia nyata…”


“Tubuhku juga nggak terasa…”


“Oh… mimpi.”


Dan dia langsung santai.


“Ya sudah, sekalian nostalgia.”



Dia mulai cerita panjang.


Tentang hidupnya.


Tentang pengalamannya.


Tentang penderitaannya.


Han Jue mendengarkan dengan sabar.



Setelah selesai—


Han Jue berkata:


“Kamu sudah bekerja keras.”


“Tapi ingat…”


“Di luar Heavenly Dao…”


“Selalu ada yang lebih kuat.”


“Sage itu cuma puncak di Heavenly Dao.”


Jiang Jueshi tersenyum pahit.


“Aku tahu… aku memang terlalu ceroboh dulu.”



Han Jue mengangguk.


“Master akan selalu memperhatikanmu.”


“Aku percaya padamu.”


“Aku akan mengajarkan satu Mystical Power.”


“Kalau kamu terdesak… dan hampir mati…”


“Gunakan ini.”


Jiang Jueshi terdiam.



Dan…


Han Jue mengajarkan:


Invocation Technique.



Setelah itu dia menegaskan:


“Jangan digunakan sembarangan.”


“Hanya saat benar-benar terdesak.”


Jiang Jueshi mengangguk.



Mimpi pun berakhir.



Jiang Jueshi membuka mata.


Masih di puncak gunung.


Dia menghela napas.


“Menarik…”


“Hanya karena memahami teknik…”


“Aku bisa bermimpi tentang beliau?”


Dia menggeleng.


“Sudah mengalami ratusan ribu reinkarnasi…”


“Tapi masih bisa merindukan seseorang seperti ini…”


“Kenapa ya…”


Matanya sedikit berkabut.



Soal teknik tadi?


Dia pikir…


Itu hasil pemahamannya sendiri.


Soalnya—


Selama ini dia sudah menciptakan banyak Mystical Power.


Dia tidak sadar—


Itu dari Han Jue 😏



Dia kembali kultivasi.


Karena—


Tempat ini tetap bikin dia nggak nyaman.


Dia ingin kendali penuh atas hidupnya.



Di sisi lain…


Xing Hongxuan membuka mata.


Tangannya menyentuh perutnya.


Dia mengernyit.


“Anaknya… makin aktif.”


Artinya?


Janin sudah punya kesadaran.



Dia mulai ragu.


Selama ini—


Dia pakai anaknya sebagai “alat kultivasi”.


Belum pernah benar-benar melahirkannya.


“Apakah… aku sudah terlalu kejam?”



Sebuah pikiran muncul.


“Bagaimana kalau… lahirkan sekarang?”


Premature.


Tapi…


Dia teringat mimpinya.


Dan perkataan “dirinya di masa depan”.


Dia langsung bangkit.


Pergi menemui Han Jue.



Han Jue sedang santai.


Dia langsung mengizinkan.


Begitu dengar—


Dia langsung tegas:


“Tidak.”


“Anak ini harus lahir secara normal.”


“Kalau dipaksa sekarang…”


“Dia akan mati.”



Xing Hongxuan kaget.


“Kenapa?”


“Ada batasan?”


Han Jue: “…”


Dia awkward.


Nggak tahu harus jelasin gimana.



Xing Hongxuan lanjut, sedikit khawatir:


“Belakangan ini… dia makin aktif.”


“Seperti memohon untuk dilahirkan.”



Han Jue mengernyit.


Melihat perutnya.


Dia bisa melihat—


Janin itu memang sudah punya kesadaran.


Tapi…


Masih sangat lemah.


Belum bisa berpikir mandiri.



Kalau dipaksa lahir sekarang—


Dia harus menyegel bloodline-nya.


Dan itu…


Risikonya besar.



Han Jue akhirnya berkata pelan:


“Duduk di sampingku.”


Nada suaranya tenang.


Tapi serius.


Karena kali ini—


Ini bukan soal kultivasi.


Ini soal…


anaknya.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%