Chapter 828 - Fiendcelestial Calamity
Han Jue langsung mengirim Sage Sense ke dalam janin.
Tujuannya jelas—
menyegel bloodline Primordial Fiendcelestial.
—
BOOM!
Tubuh Han Jue langsung bergetar.
Matanya menyipit tajam.
“Backlash?!”
Dari dalam janin—
Muncul kekuatan yang sangat kuat!
Langsung menolak Sage Sense miliknya!
—
Han Jue: “…”
“Anak ini…”
“Berani juga ya.”
Padahal dia mau bantu.
Malah dilawan.
—
Han Jue menyipitkan mata.
“Kalau begitu… kita lihat siapa yang lebih keras.”
Dia lanjut mencoba.
—
Di sisi lain—
Xing Hongxuan mengerutkan kening.
Perutnya sakit.
Tapi dia Sage.
Rasa sakit?
Bukan masalah besar.
—
Di dalam—
Janin masih melawan.
Nggak mau disegel.
Han Jue akhirnya…
Naik level.
Pakai Dharmic power.
—
Beberapa waktu berlalu…
Akhirnya—
Han Jue berhenti.
Dia menghela napas pelan.
“Bloodline-nya… tidak sederhana.”
Kalau mau dilahirkan sekarang—
“Harus disegel.”
“Tapi…”
“Dia nggak akan jadi jenius.”
—
Xing Hongxuan langsung ragu.
“Harus disegel?”
Han Jue jawab tegas:
“Harus.”
“Kalau tidak…”
“Akan menarik calamity.”
Dan dia menambahkan:
“Ini rahasia.”
“Jangan bilang siapa pun.”
“Termasuk anak ini nanti.”
—
Xing Hongxuan terdiam.
Dia sudah lama merasa—
Anak ini luar biasa.
Sekarang terbukti.
—
Akhirnya dia berkata pelan:
“Kalau begitu… kita tunggu saja.”
“Mungkin memang belum waktunya.”
—
Han Jue mengangguk.
Diam-diam—
Dia menyegel kecerdasan janin.
Kalau nggak—
Bisa jadi “old monster” sebelum lahir 🤣
—
Xing Hongxuan pun pergi.
—
Han Jue lalu merenung.
“Kalau gue tetap Primordial Fiendcelestial…”
“Apakah anak ini nggak akan pernah lahir normal?”
Dia langsung tanya system.
[10 miliar tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
Lanjut.
[Ya]
“…”
Han Jue langsung lega.
“Masih bisa lahir normal.”
“Good.”
—
“Kalau begitu…”
“Tambahin waktu.”
“8 juta tahun lagi.”
Dia ingin menunggu sampai mencapai:
Primordial Chaos Great Creation.
—
Seratus ribu tahun berlalu.
—
Dharmic power Han Jue meningkat berkali-kali lipat.
10.8 desilion bintang—
Transformasi lagi.
Han Jue puas.
“Walaupun belum tahu kapan breakthrough…”
“Setidaknya jalannya sudah jelas.”
—
Great Dao Supreme Realm?
Jumlahnya di Chaos—
super langka.
Bahkan banyak Great Dao Sage…
Nggak tahu realm ini ada.
—
Tiba-tiba—
Han Jue merasakan sesuatu.
Ada aura…
Di luar Heavenly Dao.
—
Chaotic Fiendcelestial — Red Fate.
Dia sudah menunggu…
Lebih dari 2.000 tahun.
“Wah… niat banget.”
—
Han Jue buat clone.
Kirim keluar.
—
Di Dark Forbidden Zone—
Red Fate sedang meditasi.
Begitu lihat Han Jue—
Dia langsung senyum.
“Finally.”
—
Han Jue langsung to the point:
“Ada apa lagi?”
Dia sengaja bikin dia nunggu lama.
Tapi—
Cewek ini tetap nggak pergi.
Gigih juga.
—
Red Fate langsung jawab:
“Kenapa kamu selalu waspada sama aku?”
“Aku nggak pernah nyerang Heavenly Dao.”
“Juga nggak pernah menjebak kamu.”
Han Jue: “…”
Diam.
Classic Han Jue.
—
Red Fate langsung lanjut:
“Baiklah, langsung ke inti.”
“Ada kelompok mengerikan di Chaos.”
“Namanya—Divine Authority Generals.”
—
Han Jue langsung fokus.
—
Red Fate menjelaskan:
“Mereka sedang mencari sesuatu.”
“Ada Chaotic Fiendcelestial melawan…”
“Langsung dibunuh.”
“Tubuh dan jiwa hancur total.”
—
Han Jue mengangkat alis.
“Seganas itu?”
—
Red Fate lanjut:
“Aku cari Grand Primordium Fiendcelestial…”
“Dia hilang.”
“Seluruh pasukannya juga hilang.”
Han Jue mulai serius.
—
Red Fate menarik napas.
“Dia pasti tahu sesuatu.”
“Dan kabur duluan.”
“Makanya aku datang ke kamu.”
“Untuk bahas… cara menghadapi mereka.”
—
Han Jue tanya:
“Jumlah dan kekuatan?”
Red Fate jawab:
“Hampir 10.000 orang.”
“Semua level Great Dao Sage.”
“Dan… top-tier.”
“Kalau lawan sendiri…”
“Mati.”
—
Han Jue langsung tanya inti:
“Kalau menyerah?”
Red Fate menjawab:
“Makhluk Chaos mungkin selamat.”
“Tapi…”
“Belum ada Fiendcelestial yang selamat.”
—
Dia menatap Han Jue.
“Dan…”
“Pangu juga menghilang.”
“Aneh, kan?”
—
Han Jue langsung “klik”.
“…”
Masuk akal.
—
Kalau Chaotic Consciousness takut—
Primordial Fiendcelestial lahir—
Solusi paling simpel?
Bantai semua Chaotic Fiendcelestial.
Reset kemungkinan.
—
Karena kalau Great Dao Sage berubah jadi Primordial Fiendcelestial?
Game over.
—
Han Jue lalu tanya:
“Kalau Foolish Sword Sage…”
“Lawan satu Divine Authority General…”
“Menang?”
Red Fate bingung.
“Great Dao Supreme itu apa?”
Han Jue sedikit ragu…
Lalu jawab:
“Realm di atas Great Dao Sage.”
—
Red Fate mikir.
Han Jue langsung batuk kecil.
“Jawab dulu.”
—
Red Fate berkata:
“Foolish Sword Sage termasuk top-tier.”
“Tapi…”
“Fiendcelestial yang mati itu…”
“Sempat lawan dua.”
“Lalu dikeroyok.”
“Mati brutal.”
—
Han Jue langsung santai lagi.
“Kalau begitu…”
“Kenapa kamu cari aku?”
“Lebih baik kita nggak usah lawan.”
“Pasrah saja.”
(Dalam hati: semakin banyak Fiendcelestial mati, makin bagus 😏)
—
Red Fate langsung pasang muka kasihan:
“Kamu mau hidupmu ditentukan orang lain?”
“Aku nggak mau ngajak kamu lawan mereka.”
“Itu bunuh diri.”
“Aku cuma mau…”
“Sembunyi di Dao Field-mu.”
—
Nah.
Kelihatan tujuan aslinya.
—
Han Jue dalam hati:
“Hmm… jadi ini maunya.”
—
Dia pura-pura santai:
“Dao Field-ku memang susah dideteksi.”
“Tapi tetap ada di Heavenly Dao.”
“Kalau mereka masuk…”
“Ya ketahuan juga.”
—
Red Fate mengernyit.
—
Han Jue lanjut:
“Dan…”
“Kalau kamu mau masuk…”
“Kamu harus tunduk padaku.”
“Aku akan pasang beberapa metode.”
“Biar aku tenang.”
—
Intinya:
“Gue mau lu jadi bawahan.”
😏
—
Red Fate makin ragu.
—
Han Jue langsung tutup:
“Pikirkan dulu.”
“Nanti kalau sudah siap, baru datang lagi.”
—
Dia pergi.
Red Fate diam sebentar.
Lalu…
Pergi juga.
—
Kembali ke Daoist temple.
Han Jue langsung penasaran.
“Aku ingin melihat…”
“Proses Divine Authority Generals membunuh Fiendcelestial tadi.”
[1 kuadriliun tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
“MAHAL LAGI.”
“Gas.”
—
Han Jue masuk ilusi.
—
Dia membuka mata.
Di ruang kosong.
Gelap.
Di depannya—
Ada kerangka raksasa.
Dipenuhi bintang.
Aura kematian pekat.
—
Tiba-tiba—
Dia merasakan sesuatu.
Berbalik.
—
Di kejauhan—
Cahaya terang muncul.
Menyapu kegelapan.
—
Dan di dalam cahaya itu—
Muncul sosok-sosok raksasa.
Lebih besar dari Buzhou Divine Mountain.
Berjalan berdampingan.
Tubuh mereka seperti armor hidup.
Aura mereka—
Dominan.
Mutlak.
Menekan segalanya.
—
Han Jue menyipitkan mata.
“Ini…”
“Divine Authority Generals…”