Ch 830 - Divine Authority Mengguncang Chaos

Novel: Top Tier Providence, Secretly Cultivate For A Thousand Years

Chapter 830 - Divine Authority Mengguncang Chaos


Red Fate memang sudah tunduk… tapi tetap saja—


Dia itu Great Dao Sage.


Bukan NPC level rendah.


Han Jue jelas nggak bisa langsung “nge-bind” dia sepenuhnya dalam waktu singkat.


Makanya—


Dia tetap disegel.


Full security mode.



Sementara itu—


Han Jue santai.


Buka “email”.


Nonton drama Chaos sambil ngemil spiritual 😏



Setelah cukup lama—


Red Fate akhirnya nggak tahan.


Dia bertanya:


“Menurutmu… Grand Primordium Fiendcelestial itu sembunyi di mana?”


“Aku sudah menyelidiki Divine Authority Generals…”


“Mereka sudah lama muncul.”


“Dan benar-benar menyapu Chaos.”


“Nggak ada tempat aman.”



Han Jue jawab santai:


“Nggak tahu.”


“Mungkin… dia cuma sombong?”



Red Fate menghela napas.


“Dulu dia semangat ngajak Fiendcelestial bersatu…”


“Sekarang malah kabur.”


“Bahkan nggak kasih warning ke yang lain.”



Han Jue dalam hati:


“Yup. Rating turun drastis.”


Dia cuma bilang:


“Memang.”



Harusnya…


Sebagai “veteran perang Pangu”—


Minimal kasih info.


Biar bisa prepare bareng.


Tapi ini?


Kabur sendirian.



Red Fate lanjut:


“Ngomong-ngomong…”


“Dao Field-mu… bisa tahan Divine Authority Generals?”



Han Jue jawab:


“Bisa.”


“Karena kita sudah… keluarga, aku jujur.”


“Tapi…”


“Kalau mereka nge-camp di luar…”


“Kita cuma bisa ngumpet selamanya.”



Red Fate malah senyum.


“Fine.”


“Yang penting bisa hidup.”


Dia lanjut ragu-ragu:


“Aku punya dunia di bawahku…”


Han Jue langsung potong:


“Nanti saja.”



Dalam hati:


“Belum gue jadiin bawahan full.”


“Belum bisa nego.”



Sebenarnya…


Han Jue sudah mikir:


Menyimpan “dunia kecil” dalam Dao Field itu mudah.


Tapi—


Kalau Heavenly Dao?


Risky.


Bisa jadi jalan masuk musuh.



Red Fate akhirnya diam.


Cuma menatap Han Jue.


Tenang.


Tapi jelas—


Dia sekarang bergantung padanya.



Han Jue lanjut cek dunia.


Immortal World.


Myriad Worlds.



Beberapa hari kemudian—


Dia kembali kultivasi.



Aura kultivasinya…


Langsung bikin Red Fate shock.


“Ini…”


“Level apa ini?!”


“Supreme Realm…?”



Dia mulai sadar:


“Gue ini… lagi duduk di sebelah monster.”


Tapi—


Aneh.


Dia justru lebih tenang.


Daripada di luar.



Sementara itu—


Chaos mulai heboh.


Berita tentang Divine Authority Generals menyebar.


Lebih cepat dari mereka bergerak.



Di sebuah dunia hujan gelap…


Di pinggir danau…


Ada paviliun kecil.


Empat orang memancing:

  • Lao Dan

  • Dao Sovereign

  • Zhao Xuanyuan

  • Jiang Yi



Zhao Xuanyuan ngomong:


“Ini Divine Authority Generals dari mana sih?”


“Ada yang bilang setara 10.000 Great Dao Sage?”


“Ngaco banget.”



Dao Sovereign langsung lihat Lao Dan:


“Senior, jelasin.”



Lao Dan mendengus.


“Bukan ngaco.”


“Bahkan… lebih kuat.”



Semua langsung diam.



Lao Dan lanjut:


“Dalam duel satu lawan satu…”


“Mereka termasuk top-tier di Great Dao Sage.”


“Dan…”


“Mereka bukan makhluk hidup.”


“Mereka adalah…”


aturan tertinggi Chaos.



Semua langsung merinding.



“Setiap kali ‘source of Chaos’ muncul…”


“Mereka akan muncul.”


“Makanya Chaos bisa tetap stabil.”



Jiang Yi mengernyit:


“Kalau begitu…”


“Primordial Fiendcelestial seharusnya bukan ancaman?”


“Kenapa selalu dibilang bakal memicu Great Dao Immeasurable Calamity?”



Lao Dan diam.


Lalu berkata:


“Jujur saja…”


“Aku juga nggak tahu.”


“Siapa yang pertama bilang itu?”


“Tidak jelas.”



Dao Sovereign langsung nyimpulin:


“Berarti…”


“Primordial Fiendcelestial cuma target.”



Lao Dan terdiam.


Memikirkan sesuatu.



Zhao Xuanyuan tiba-tiba ngomong:


“Balik ke Heavenly Dao kapan?”


“Gue mau flex dikit ke junior.”



Lao Dan langsung meledak:


“FLEX TERUS LU!”


“Gue ini sial banget ikut kalian bertiga!”


“Ke mana-mana bahaya!”


“Musuh makin banyak!”



Zhao Xuanyuan santai:


“Yaelah… lu kan clone Laozi.”



“GUE BUKAN CLONE!”


“Ya ya ya, kita yang clone.”



Mereka mulai ribut.


Kayak bapak-bapak warung kopi 🤣



Tiba-tiba—


BOOM!


Tekanan besar turun!



Keempatnya langsung angkat kepala.



Di Daoist temple—


Han Jue juga buka mata.


Serius.



Di luar 33rd Heaven—


Awan emas muncul.


Berputar liar.


Tekanan Heavenly Dao turun.


Seluruh langit berubah.



Han Jue menyipitkan mata.


“Ini…”


“Pertama kalinya gue lihat Heavenly Dao begini.”


Providence-nya…


mendidih.



Dia coba deduksi.


Gagal.



Cek simulation trial.


Nggak ada musuh.



“Serangan Great Dao Supreme?”


Dia langsung scan.


Nggak ketemu.



Han Jue akhirnya tanya system:


“Ini kenapa?”


[900 miliar tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]


“Buset…”


“Harga Laozi.”


“Gas.”



Han Jue masuk ilusi.



Dia membuka mata.


Di langit penuh kabut.


Di bawah?


Kosong.


Di atas?


Kosong.



Di depan—


Ada sosok besar.



Telanjang dada.


Memegang senjata besar seperti kapak.



Dia terus menebas—


dinding awan.



Setiap tebasan—


Kabut terserap ke tubuhnya.


Tubuhnya…


Makin besar.



Han Jue langsung kaget.


“PANGU?!”



Dia sedang…


“Ngapain ini orang?!”



Han Jue menatap.


Fokus.



Otot punggung Pangu…


Seperti pegunungan.


Aura dominan.


Brutal.



Tiba-tiba—


Di dinding awan—


Muncul cahaya.



Dan di atasnya—


Sosok raksasa muncul.


Lebih besar dari Pangu.



Holy Mother of Order.



Suaranya dingin.


Menusuk.


“Pangu.”


“Berani-beraninya kau…”


“mengganggu Divine Authority.”

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .
Tekan ▶ untuk mulai membaca
0% 100%