Chapter 831 - Pangu Melindungi Heavenly Dao
Di atas—
Holy Mother of Order berdiri tinggi.
Aura dewa.
Sombong.
Dingin.
Seperti makhluk yang melihat seluruh makhluk hidup sebagai semut.
—
Di bawah—
Pangu?
Nggak peduli.
Bahkan nggak ngangkat kepala.
Masih terus…
nebas cloud wall.
Tanpa henti.
—
“Pangu!”
“Kalau kau tidak berhenti…”
“Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu!”
Nada suara Holy Mother of Order mulai marah.
—
Di sekelilingnya—
Muncul banyak sosok kuat.
Semua menatap Pangu.
Tatapan dingin.
Siap eksekusi.
—
Pangu akhirnya berbicara.
Suaranya menggelegar.
“Aku sudah membayar karma-ku pada Great Dao Divine Spirits!”
“Tapi sekarang…”
“Divine Authority Generals membantai Chaotic Fiendcelestials!”
“Aku akan melawan!”
—
Aura-nya meledak.
“Mulai hari ini—”
“Aku, Pangu…”
“Akan memotong Supreme Rule!”
—
Han Jue: “???”
Ini orang lagi mode rebel total.
—
“Chaos bukan papan catur kalian!”
“Chaos milik semua makhluk!”
—
Pangu mengangkat kapaknya.
Otot-ototnya menegang.
Angin dahsyat berputar di sekelilingnya.
Power-up gila.
—
Para Great Dao Divine Spirits langsung menyerang.
Menekan dari atas.
Dalam perbandingan ukuran—
Pangu terlihat kecil.
Tapi…
—
Pangu menebas ke langit.
BOOM!!!
—
Dharmic power meledak seperti tsunami.
Langit penuh Divine Spirits—
terpental.
—
Langit terbelah.
Cloud sea—
robek jadi dua.
—
Pangu?
Masih lanjut.
Masih nebas cloud wall.
Dan setiap tebasan—
Tubuhnya makin besar.
—
Han Jue menatap.
Ekspresi aneh.
“Ini…”
“Apa sebenarnya tujuan dia?”
—
Bukannya dulu Divine Spirits bantu dia?
Sekarang malah perang?
Karena…
Fiendcelestial dibantai?
—
Han Jue mulai bingung.
“Pangu ini… di pihak mana sih?”
—
Ilusi pun hancur.
—
Han Jue membuka mata.
Masih mikir.
Tapi belum sempat lanjut—
—
Sebuah suara menggema di Chaos:
“Aku, Pangu—”
“Akan menghidupkan kembali semua Chaotic Fiendcelestials yang pernah kubunuh!”
—
Han Jue langsung kaget.
“…Hah?”
—
“Bersatulah!”
“Lawan Divine Authority Generals!”
“Jangan jadi bidak Divine Spirits lagi!”
—
“Runtuhkan dominasi mereka!”
“Bangun ulang tatanan Chaos!”
“Chaos harus dikuasai oleh Chaotic Fiendcelestials!”
—
Han Jue:
🔥🔥🔥
Darahnya langsung panas.
—
“Bisa… revive?!”
Ini level cheat.
—
Tapi—
Dia langsung sadar.
“Eh…”
“Gue bukan Chaotic Fiendcelestial 😑”
—
Han Jue malah ketawa.
“Pangu malah jadi rebel di timing ini.”
Masuk akal sih.
Target utama harusnya Primordial Fiendcelestial.
Tapi Divine Authority Generals malah sekalian bersihin Fiendcelestial.
Ya jelas Pangu ngamuk.
—
“Berarti selama ini…”
“Dia cuma acting.”
Di satu sisi—
Mau jadi Primordial Fiendcelestial.
Di sisi lain—
Punya kartu revive.
—
Han Jue mulai penasaran.
“Metode revive-nya apa ya…”
—
Tiba-tiba—
[Pangu ingin mengunjungimu dalam mimpi. Apakah kamu menerima?]
Han Jue: “…”
“Sekarang giliran lu?”
—
Dia langsung tanya system:
“Aman nggak?”
[900 miliar tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
Lanjut.
[Tidak berbahaya.]
“Gas.”
—
Han Jue masuk mimpi.
—
Masih di tempat tadi.
Cloud sea.
—
Pangu berdiri.
Menghadapnya.
—
Han Jue…
Seperti semut.
Pangu…
Seperti gunung.
Gunung tertinggi.
—
Pangu berkata:
“Hari ini…”
“Aku tidak hanya membuka jalan untuk Chaotic Fiendcelestials…”
“Tapi juga untukmu.”
“Dan Heavenly Dao.”
—
Han Jue mengernyit.
—
Pangu lanjut:
“Divine Authority Generals…”
“Tidak hanya membunuh Fiendcelestial.”
“Mereka juga akan menghancurkan Heavenly Dao.”
—
Han Jue: “…”
Oke.
Ini serius.
—
“Aku butuh kamu.”
“Lindungi Heavenly Dao.”
“Tidak peduli siapa yang memimpin.”
“Selama Heavenly Dao ada…”
“Makhluk di dalamnya bisa hidup.”
—
Tatapan Pangu tajam.
Membara.
—
Han Jue akhirnya paham.
“Jadi…”
“Ini soal anak-anak lu.”
—
Heavenly Dao = bloodline Pangu.
Dia lagi berjuang…
Sebagai “bapak”.
—
Han Jue jawab:
“Aku akan berusaha.”
“Tapi hanya sebatas kemampuanku.”
—
Pangu tersenyum.
“Aku sudah mengamatimu.”
“Kau selalu bilang demi dirimu sendiri…”
“Tapi setiap Heavenly Dao dalam bahaya…”
“Kau selalu maju.”
—
Han Jue: “…”
Dalam hati:
“Eh… gue emang selfish kok 😅”
—
Pangu lanjut:
“Divine Authority Generals…”
“Adalah kekuatan tertinggi Chaos.”
“Bahkan Supreme pun tidak bisa melawan.”
“Mereka bisa menghapus eksistensi sejati.”
—
Han Jue langsung serius.
—
“Chaotic Fiendcelestials pun…”
“Tidak cukup untuk menghentikan mereka.”
“Aku akan menahan mereka…”
“Sebelum mereka sampai ke Heavenly Dao.”
—
“Tapi…”
“Aku mungkin gagal.”
—
Kalimat ini…
Berat.
—
“Bersiaplah.”
“Selama berada di Chaos…”
“Makhluk Heavenly Dao tidak bisa lolos.”
—
“Bersatulah.”
“Dan bertarung!”
“Walaupun harus mati!”
—
Mimpi langsung hancur.
—
Han Jue membuka mata.
Langsung tanya system:
“Yang dia bilang… benar?”
[900 miliar tahun lifespan akan dikurangi. Apakah kamu ingin melanjutkan?]
Lanjut.
[Benar.]
“…”
Han Jue menarik napas panjang.
—
Untuk pertama kalinya—
Dia merasa…
respect ke Pangu.
—
“Orang ini…”
“Gila… tapi solid.”
Tanpa Dao Field.
Berani lawan Divine Authority Generals.
—
“Ini baru monster.”
—
Han Jue mulai optimis.
“Setidaknya… gue nggak sendirian.”
—
Kalau Pangu bisa tahan mereka—
Han Jue bisa cari timing.
Dan…
panen. 😏
—
Dia langsung kirim info ke Heavenly Venerate Xuan Du.
Biar Heavenly Dao siap-siap.
Walaupun…
Mereka nggak akan banyak membantu.
—
Han Jue lalu melirik Red Fate.
Masih di penjara.
Baru 20.000 tahun.
“Masih lama.”
—
Dia nggak lanjut kultivasi.
Dia memilih…
menunggu.
—
Langit masih bergejolak.
Pangu masih menebas.
—
Han Jue berpikir:
“Apakah memotong Supreme Rule…”
“Bisa mempengaruhi Divine Authority Generals?”
Mungkin.
—
Lalu dia sadar sesuatu.
“Gue belum benar-benar paham mereka.”
—
“Kalau mereka… immortal?”
“Kalau mereka… nggak bisa mati?”
—
“10.000 Great Dao Sage… yang abadi?”
“…”
Jantung Han Jue langsung berdegup.
—
“Gue… mungkin meremehkan mereka.”
—
Sekarang—
Harapannya cuma satu:
Pangu.
—
Han Jue tersenyum tipis.
Bergumam pelan:
“Kerja bagus ya, bro…”
“Hajar mereka.”
“Biar nanti gue tinggal ambil hasilnya.” 😏
—
Di sisi lain—
Chaos mulai bergejolak.
Semua Great Dao Divine Spirits—
Menuju satu titik.
—
Divine Robe Daoist juga ikut.
Melintasi turbulensi ruang.
—
Tapi…
Dia melambat.
Mengernyit.
“Pangu…”
“Mau ngapain sebenarnya?”
—
Dalam hatinya—
Ada firasat buruk.
“Ini… bahaya.”