Chapter 835 - Great Dao Supreme Primordial Fiendcelestial!
50.000 tahun berlalu.
—
Han Jue membuka mata.
—
Di dalam matanya…
Seolah ada dua dunia raksasa yang berputar.
—
Di dalam Primordial World—
10,8 decillion bintang sudah berubah total.
—
Warnanya:
ungu kebiruan.
—
Cahaya mereka…
Aneh.
Hipnotis.
Kayak dunia mimpi.
—
Dan semuanya sudah mengalami:
9 kali transformasi.
—
Batasnya?
Sudah mentok.
—
Setiap bintang sekarang—
Mengandung:
Dharmic power tanpa batas.
—
Han Jue menarik napas.
—
“Langkah berikutnya…”
—
Bukan lagi soal bintang.
—
Tapi:
Tubuh + Jiwa.
—
Harus ikut berubah.
—
Kalau tidak—
Dia tidak akan bisa:
Menembus Great Dao Supreme Realm.
—
Han Jue mengernyit.
—
Rencana baru muncul:
—
“Gabungkan Great Dao of Extreme Origin… ke semua bintang.”
—
Karena—
Great Dao Supreme…
Masih bagian dari Great Dao.
—
Kalau mau naik lebih tinggi lagi—
Ke level:
Dao Creator
—
Baru bisa benar-benar:
Lepas dari Great Dao.
—
Gila.
Skala pikirannya sudah bukan manusia lagi 😅
—
Seperti biasa—
Dia buka email dulu.
—
[Temanmu Daoist Destiny terkena curse misterius.]
[Temanmu Heavenly Lord of Primordial Beginning diserang.]
[Temanmu Pangu telah bangkit kembali.]
[Temanmu Huang Zuntian mendapatkan warisan Great Dao Providence Divine Authority.]
[Anakmu Han Tuo menguasai Divine Authority Mystical Power.]
[Yi Tian juga menguasai Divine Authority Mystical Power.]
[Divine Robe Daoist diserang dalam mimpi.]
—
Han Jue santai lihat.
—
Pangu revive?
Expected.
—
Huang Zuntian?
“Ini orang… seriusan OP juga.”
—
Han Tuo & Yi Tian?
Sudah disegel lama…
Tapi malah:
dapat skill baru.
—
“Hmm…”
“Leader Divine Spirits kayaknya punya rencana lain.”
—
Han Jue lanjut scroll.
—
Dao Sovereign dkk…
Aman.
—
Han Jue:
“…”
—
“Agak kecewa.”
🤣
—
Dia lalu melihat ke Heavenly Dao.
—
Murid-muridnya?
Sudah sampai.
—
Tapi…
Nggak bisa masuk.
—
Karena:
Immortal World tidak mengizinkan Sage masuk.
—
Jadi mereka nunggu di luar 33rd Heaven.
—
Lao Dan juga ikut.
—
Dan sekarang—
Duduk santai di Universal Hall.
—
Sementara itu—
—
Immeasurable Calamity sudah pecah.
—
Qin Ling + Xia Zhizun:
War mode ON.
—
Target:
Buddhist Sect.
—
Dan efeknya?
—
Perang melebar:
Sekte ikut campur
Ras ikut terlibat
Dunia ikut terseret
—
Chaos kecil di dalam Heavenly Dao.
—
Han Jue lihat sebentar.
—
Lalu:
“Ah… basi.”
—
Karena?
—
Dia sendiri yang setting skenarionya.
😏
—
Lanjut—
Han Jue masuk ke:
dream.
—
Target:
Divine Robe Daoist.
—
Begitu ketemu—
Dia langsung:
sujud.
—
Respect maksimal.
—
Han Jue langsung tanya:
“Apa yang terjadi belakangan ini?”
—
Divine Robe Daoist cerita semuanya.
—
Intinya:
Leader Divine Spirits kumpulin semua
Target: bunuh Pangu
Dia nggak datang
Kena hukuman
—
Tapi…
Hukumannya cuma:
peringatan.
—
“Jangan lawan otoritas kami.”
—
Han Jue langsung nanya:
“Leader Divine Spirits… sekuat apa?”
“Banding Holy Mother of Order?”
—
Jawaban:
—
“Lebih kuat.”
—
“Bahkan…”
“Mungkin yang terkuat di Chaos.”
—
Han Jue: 👀
—
“Dulu…”
“Semua Divine Spirits digasak Pangu.”
—
“Tapi…”
“Leader turun tangan langsung.”
—
“Dan…”
Pangu mati di tangannya.
—
Sunyi.
—
Lebih gila lagi—
—
“Tidak ada yang pernah lihat wujud aslinya.”
—
“Misterius.”
—
“Dia bilang ada Chaotic Deity di atasnya…”
—
“Tapi…”
“Aku curiga…”
Dia sendiri adalah penguasa tertinggi.”
—
Han Jue dalam hati:
“Wah…”
“Licik juga nih orang.”
—
Divine Robe Daoist lanjut:
—
“Dia juga kasih misi.”
—
“Cari Dark Forbidden Lord…”
“Dan Curse Fiendcelestial.”
—
Han Jue: 😏
—
Lucu.
Dia lagi dicari…
Padahal lagi duduk santai di rumah.
—
Divine Robe Daoist lanjut:
“Curse Fiendcelestial sebenarnya tahu identitas Dark Forbidden Lord…”
—
“Tapi…”
“Gue bunuh duluan.”
—
Han Jue:
“…”
—
Yah.
Sayang.
—
Padahal bisa jadi database berjalan.
—
“Curse Great Dao-nya masih ada di gue.”
“Aku bisa revive dia kalau perlu.”
—
Han Jue mikir sebentar.
—
“Later.”
—
“Sekarang Chaos lagi panas.”
—
“Jangan bikin tambah ribut.”
—
Deal.
—
Dream selesai.
—
Balik ke reality.
—
Han Jue duduk di:
36th-grade Reincarnation World Destruction Black Lotus.
—
Dia langsung tanya system:
—
“Aku mau tahu cultivation leader Divine Spirits.”
—
[Tidak tahu nama asli, tidak ada karma. Tidak bisa deduksi.]
—
Han Jue: 😐
—
Kena karma sendiri.
—
“Sekarang gue ngerti rasanya musuh gue dulu.”
🤣
—
Dia coba tanya cara lain—
—
Gagal semua.
—
Fix.
—
Musuh ini = blind fight.
—
Han Jue geleng.
—
“Ya sudah.”
—
Balik ke:
kultivasi.
—
Dia mulai:
Menggabungkan Great Dao of Extreme Origin ke semua bintang.
—
Pelan…
Dalam…
—
Dia masuk kondisi aneh.
—
Kesadaran tenggelam.
—
—
Di tempat lain…
Langit merah.
Laut tanpa batas.
—
Di ujungnya—
Berdiri:
Holy Mother of Order.
—
Di bahunya—
Ada sosok.
—
Bentuknya berubah-ubah:
Kadang manusia
Kadang naga
Kadang sesuatu yang tidak bisa dijelaskan
—
Aura?
Mutlak.
—
Holy Mother bicara:
“Pangu sudah bangkit.”
—
Sosok itu:
“Aku tahu.”
—
“Tapi dia sudah memutus karma Divine Authority.”
—
“Kita tidak bisa mengawasi Chaos lagi.”
—
“Sekarang…”
“Hanya bisa mengandalkan…”
Divine Authority Generals.
—
Holy Mother:
“Mereka pasti bisa bunuh semua Fiendcelestial?”
—
Jawaban:
“Tentu.”
—
“Divine Authority Generals adalah kekuatan tertinggi Chaos.”
—
“Tidak bisa dihentikan.”
—
“Bahkan kalau Pangu hidup kembali.”
—
Sunyi.
—
Holy Mother tanya lagi:
“Tidak ada kemungkinan gagal?”
—
Jawaban pelan:
—
“Kecuali…”
—
“Primordial Fiendcelestial muncul.”
—
“Tapi…”
—
“Minimal harus di level…”
—
Great Dao Supreme.
—
Dan…
—
“Chaos sekarang tidak punya 3.000 Chaotic Fiendcelestial lagi.”
—
“Pangu tidak bisa jadi Primordial Fiendcelestial.”
—
“Dulu tidak bisa.”
—
“Sekarang…”
Lebih tidak mungkin.
—
Holy Mother berbisik:
“Primordial Fiendcelestial…”
—
Nada suaranya…
berubah.
—
Sementara itu—
—
Han Jue:
Masih tenggelam dalam kultivasi.
—
Dan dia…
Belum sadar.
—
Bahwa…
—
Dia adalah satu-satunya variabel yang mereka anggap mustahil. 😏