Kematian pemimpin Demonic Cult bukanlah perkara yang bisa dianggap sepele. Sekte secara resmi menyatakan Blade God sebagai musuh dan memerintahkan pencarian besar-besaran. Masalahnya, tak seorang pun benar-benar tahu siapa sosok Blade God itu.
“Satu-satunya petunjuk yang kami miliki berasal dari anggota sekte yang selamat. Katanya, si pembunuh memperkenalkan dirinya sebagai Blade God.”
Setelah membunuh Cheon Muhey, Right Guardian, dan seluruh pasukan Guardian, Blade God menghilang begitu saja. Banyak anggota sekte dikerahkan untuk mencarinya, tetapi tak satu pun menemukan jejaknya.
“Dua tahun kemudian, dia muncul kembali.”
Kali ini, dia muncul di wilayah pusat Orthodox, tepatnya di gunung tempat Biara Sorim berdiri. Tempat itu merupakan salah satu pusat lahir dan berkembangnya ilmu bela diri. Kekuatan jahat maupun sekte seperti Demonic Cult tidak bisa sembarangan memasuki wilayah tersebut.
“Dan yang mengejutkan, Biksu Kong Wun, salah satu dari lima pendekar terkuat dunia persilatan, terbunuh di sana.”
Kematian Kong Wun, sosok yang sangat dihormati oleh seluruh dunia persilatan, mengguncang banyak pihak. Seluruh Orthodox langsung bergerak mencari pembunuh misterius itu. Lebih dari dua ribu pendekar dikerahkan untuk memburu Blade God. Namun, pencarian tersebut justru berakhir dengan ratusan korban jiwa.
“Bagaimana dia bisa melakukan itu?”
“Dua tahun setelah kejadian itu, Blade God kembali muncul.”
Kali ini, Blade God memburu pendekar lain yang termasuk lima terkuat dunia persilatan, yaitu Yuk Jingkem, pendekar terkuat dari kalangan kekuatan jahat. Karena kejadian sebelumnya membuat banyak pihak waspada, jasad Yuk Jingkem baru ditemukan sepuluh hari setelah kematiannya.
“Apa...?”
“Sejak saat itu, jelas bahwa Blade God memang mengincar para pendekar yang termasuk lima terkuat dunia persilatan.”
Setelah tiga dari lima pendekar terkuat tewas, nama Blade God menyebar ke seluruh penjuru negeri. Orang-orang dunia persilatan mulai menganggapnya sebagai pendekar terkuat di antara semuanya. Dari lima pendekar itu, hanya Chung Ming dari Martial Clan dan Sword Demon yang masih hidup.
“Sword Demon yakin bahwa Blade God pada akhirnya akan datang mencarinya.”
Ketika Cheon Muhey terbunuh, Sword Demon memeriksa luka tebasan pada tubuh para korban. Dia sendiri merupakan pendekar yang sangat kuat. Namun, jejak tebasan yang tertinggal menunjukkan kekuatan Blade God yang tak masuk akal. Sword Demon yakin dirinya tak akan mampu mengalahkan orang itu.
Karena itu, Sword Demon merasa harus berlatih menghadapi sesuatu yang setara atau bahkan lebih kuat darinya. Dia pun memilih jejak Sword Force of the Sky Demon sebagai lawan latihannya.
“Dewan Elder, yang tak sanggup kehilangan Sword Demon juga, akhirnya mengizinkannya berlatih pedang dengan menghadapi jejak gerakan yang tertinggal pada pedestal.”
‘Oh, jadi itu alasan adanya teknik-teknik pedang penangkal!’
Rupanya, Sword Demon meninggalkan jejak gerakan tersebut agar bisa melatih dirinya sendiri untuk menghadapi Blade God. Namun, masih ada hal yang menjadi misteri bagi Yeo-woon. Semua gerakan pedang yang membentuk teknik penangkal itu justru terdiri dari gerakan pedang biasa. Hal tersebut tidak bisa dipahami hanya dengan mendengarkan cerita Lee Hameng.
“Dugaan Sword Demon ternyata benar.”
Tepat empat tahun kemudian, Blade God muncul di Demonic Cult.
“Jadi, dia juga membunuh Chung Ming?”
“Benar. Sword Demon adalah orang terakhir yang tersisa.”
Blade God, yang kini menyandang gelar pendekar terkuat dunia persilatan, datang langsung ke kastel Demonic Cult dan menantang Sword Demon. Hasil pertarungan itu, seperti yang sudah diketahui banyak orang, berakhir seri.
“Hasilnya memang imbang, tetapi Sword Demon harus membayar mahal. Dia kehilangan lengan kanannya.”
“Lalu, apa yang terjadi pada Blade God setelah itu?”
“Setelah bertarung melawan Sword Demon selama tiga hari tiga malam, dia menghilang dan tak pernah kembali.”
Sejak saat itu, Blade God tak pernah terlihat lagi. Berbagai rumor beredar mengenai keberadaan dan nasibnya, tetapi hanya satu hal yang pasti: Blade God adalah satu-satunya pendekar yang berhasil menduduki posisi puncak dunia persilatan dengan menggunakan pedang.
“Setelah kejadian itu, Demonic Cult mengalami perubahan besar.”
Sword Demon kehilangan lengan kanannya dan mengundurkan diri dari jabatan Vice Chief. Setelah itu, Cheon Muha, putri mendiang Lord yang saat itu telah berusia enam belas tahun, naik takhta menjadi Lord yang baru. Dia menjadi Lord perempuan pertama dalam sejarah sekte.
Para pemimpin sekte memanfaatkan keadaan tersebut untuk mengusulkan perubahan tradisi lama. Mereka sadar bahwa sistem Demon Lady yang selama ini digunakan tidak akan bisa menghasilkan penerus takhta dalam kondisi seperti itu.
Cheon Muha masih sangat muda dan belum memiliki kekuatan untuk menentang para Elder. Karena itu, dia tak bisa menolak keputusan mereka. Tradisi yang telah berlangsung selama tiga ratus tahun akhirnya dihapus dan digantikan dengan sistem Clan yang baru.
Cheon Muha kemudian memiliki lima orang suami. Dua di antaranya merupakan murid Sword Demon yang kelak mendirikan Wise Clan dan Sword Clan. Tiga lainnya adalah murid dari First hingga Third Elder, yang masing-masing mendirikan Blade Clan, Poison Clan, dan Lust Clan.
“Setelah pensiun dari jabatan Vice Chief, Sword Demon mendirikan Demonic Academy untuk melatih para pendekar generasi berikutnya.”
Tempat yang dipilih Sword Demon untuk mendirikan akademi itu adalah lokasi Demon Seal Cavern dan Demon Seal Cave, tempat kebenaran peninggalan Cheon Ma tersembunyi. Mengapa dia memilih tempat ini, padahal masih banyak lokasi lain yang bisa digunakan?
Setelah menyelesaikan ceritanya, Lee Hameng menatap Yeo-woon tepat ke arah mata.
“Kau tahu kenapa aku menceritakan semua ini kepadamu?”
Yeo-woon berpikir sejenak sebelum menjawab.
“...Apa maksud Anda, tujuan Sword Demon mendirikan Demonic Academy di tempat ini bukan sekadar untuk melatih para pendekar generasi baru?”