― Quaaaaaang!
Ledakan yang membelah langit menerangi seluruh Duchy Rosstaylor.
Cahaya dari explosion magic milik Lucy menyapu wilayah itu seperti siang hari dadakan. Bayangan tentakel raksasa membentang panjang di atas tanah.
Para penduduk di estate Rosstaylor yang luas… menyaksikan semuanya.
Begitu juga dengan Princess Fenia, yang sedang berlari menuju mansion bersama detasemen kecil berisi lima belas orang.
“Oh my…”
Fenia menarik kendali kudanya dan mendongak.
Ia sudah menempuh perjalanan tanpa henti sejak matahari terbenam, berhasil memasuki wilayah Rosstaylor. Tapi jaraknya masih jauh.
Meski territory Rosstaylor bersebelahan dengan ecliptic Cloeron, luasnya wilayah membuat perjalanan setengah hari pun terasa mustahil.
Ia berniat tiba sebelum fajar.
Namun yang menyambutnya adalah “matahari” yang meledak di langit malam.
“Itu… highest-tier magic.”
Magic elemental level tertinggi.
Dalam seluruh Empire, hanya segelintir orang yang bisa menggunakannya. Biasanya identitasnya jelas.
Tapi manifestasi sebesar itu… bukan di Magic Tower timur laut, bukan di Cloeron…
Melainkan di mansion Rosstaylor.
“Princess Fenia.”
Claire, escort knight setianya, berbicara pelan.
“Kita harus mempertimbangkan ulang. Ini bukan situasi normal.”
“….”
“Membiarkan Anda masuk zona bahaya seperti ini sudah melampaui batas. Jika terjadi sesuatu… itu bukan sekadar disiplin. Itu hukuman.”
Claire mengikuti Fenia malam ini murni karena loyalitas. Bahkan jika harus dihukum.
Tapi ini sudah berbeda.
“Aku mengerti posisimu, Claire.”
Fenia tidak memutar arah kudanya.
Ia teringat pria yang duduk serius di ruang tamunya sebelum ia meninggalkan academy.
Jika pria itu mati malam ini…
Ia tahu ia akan menyesal seumur hidup.
“Aku harus pergi. Walau tak bisa berbuat apa-apa… aku harus melihatnya sendiri.”
Annex Rosstaylor
Bangunan annex sudah setengah runtuh.
Separuh pegawai kabur. Separuh lagi sudah berada di bawah kendali Crepin—tubuh mereka berubah oleh Mebula.
Potongan daging menjijikkan tumbuh dari tubuh mereka.
Crepin berjalan melewati mereka dan menaiki tangga.
Central mansion sudah penuh VIP yang membuat Mebula mengiler.
Setelah mereka dikorbankan… kekuatan Mebula akan jadi miliknya selamanya.
Harga yang dibayar?
Seluruh dunia menjadi musuh.
Annex yang dulunya elegan kini tertutup daging Mebula. Tentakel menggeliat di setiap sudut. Rasanya seperti masuk ke dalam tubuh makhluk hidup.
Naik ke lantai tiga.
Ross Taylor Hall.
Dindingnya setengah hancur. Angin malam menerpa masuk.
Dari sana, Crepin naik ke rooftop.
Magic formula yang bereaksi dengan heavenly law telah digambar memenuhi lantai.
Langit terasa begitu dekat.
Crepin mengangkat tangan kirinya—engraving menyala.
Mana raksasa mengalir. Heavenly law mulai beroperasi.
Ia duduk di sisa railing.
Angin meniup rambut pirang tebalnya.
Di bawah sana, estate telah berubah menjadi neraka.
Korban mungkin sudah banyak.
Tapi bagi Mebula—hidup atau mati tidak ada bedanya.
Suara lama terngiang di benaknya.
― Jika kau memilih menjadi villain…
― Jangan pernah menoleh.
― Berhenti berarti tamat.
Punggungnya terasa dingin sesaat.
Keyakinannya bangkit lagi.
― Jangan hidup demi ekspektasi.
― Jangan terikat masa lalu.
― Jangan tenggelam dalam kesia-siaan.
― Hanya yang berdiri tegak sampai akhir yang bisa memerintah dunia.
Bisikan itu mengalir dalam pikirannya.
Banquet Hall
― Kwaang!
Clarice mendorong tentakel dengan holy magic.
Senir menahan para soldier yang sudah berubah.
Namun arus musuh tak kunjung habis.
“Kita tamat!”
“Kenapa datang ke banquet ini?!”
“Crepin mau korbankan kita!”
Di tengah kekacauan, Senir tetap berteriak.
“Tenang! Begitu keluar territory, kita aman! Kita harus hidup untuk melaporkan ke Imperial Family!”
Para noble yang tadi memuji kejayaan Rosstaylor kini berubah wajah.
“Keluarga itu sudah gila kekuasaan!”
“Tanya dan Ed juga nggak ada! Mereka pasti komplotan!”
Clarice mengerutkan kening.
Ed dan Tanya memang hilang.
Ia tak percaya mereka terlibat.
Saat ia hendak menyarankan evakuasi—
― Whaaaa!
Magic baru muncul dari langit.
Di atas dinding yang runtuh, Mebula masih bertarung melawan satu manusia kecil.
Lucy Mayril.
Kabar bagus.
Tapi tidak cukup menyelamatkan banquet hall.
Karena sesuatu turun dari langit.
― Kyaaaaa!
Makhluk kecil bersayap kelelawar.
Gremlin.
Dengan longsword besi di tangan.
Seorang noble mencoba lari—
Pedang menembus dadanya.
“…hah?”
Darah mengalir dari mulutnya.
Korban pertama.
Dan kekacauan jadi tak terkendali.
Gremlin bertambah.
Tentakel menekan dari segala arah.
Bahkan Senir, meski kuat, tak bisa melindungi semua orang.
Jumlah terlalu timpang.
Yang dibutuhkan bukan individu kuat.
Yang dibutuhkan adalah korps terstruktur.
Pasukan.
Dan mereka tak punya itu.
Saat Senir mulai putus asa—
― Quaaaaaa!
Dinding lain jebol.
Bukan manusia yang masuk.
Spirit.
Ratusan spirit.
Lower spirit, corporeal spirit, memenuhi langit.
“Ini…?!”
Seekor lizard raksasa terlihat di luar.
Di antara kedua matanya—
Seorang gadis melompat turun.
Clarice membelalakkan mata.
“Senior Yenika?!”
“Saint Clarice!”
Spirit army vs gremlin army.
Langit jadi medan perang.
Senir teringat cerita dari dua putrinya.
Mahasiswa tahun tiga Sylvania.
Jika satu angkatan dengannya, Traceiana tak akan pernah jadi kepala Ministry of Magic.
Itu kata mereka.
“Senior Ed di mana?!” tanya Clarice cepat.
“Kejar Crepin! Ke annex! Aku harus bereskan ini dulu baru bantu dia!”
Tak ada waktu bicara panjang.
“Evakuasi VIP! Lalu ke annex!”
“Baik!”
Yenika memanggil spirit raksasa lagi. Gremlin terbakar.
“Sebentar! Aku harus ambil sesuatu di kamar Ed!”
“Apa lagi di saat begini?!”
“Wand! Wand Ed masih di kamar!”
Estate Rosstaylor – Malam Paling Sibuk
Wilayah Rosstaylor adalah tanah paling damai dan strategis dekat Cloeron.
Biasanya ramai pedagang.
Malam ini?
Lebih ramai dari sebelumnya.
VIP dari seluruh Empire sedang dalam perjalanan.
Dari barat: carriage dari Oldeck.
Dari timur laut: Corps Commander Magnus.
Dari barat laut: alchemy master.
Dari timur: Princess Fenia.
Jantung Empire terkumpul di sini.
Dan neraka sudah turun.
Karena intervensi Ed dan kawan-kawan, jadwal descent Mebula dipercepat.
Di langit: Evil God dengan ratusan mata.
Di depannya: seorang genius wizard melawan sendirian.
Di central mansion: spirit army vs gremlin dan tentakel.
Tanya mengunci diri di spire, gemetar.
Princess Selaha berlari di lorong bersama Dest.
Senir mengevakuasi VIP.
Clarice dan Yenika menuju kamar Ed.
Semua sibuk.
Di taman mansion—
Seorang pria berjalan.
Magic, tentakel, dan blade gremlin menghujani dirinya.
Dagger terbalik di tangannya.
Spirit ritual di bilahnya memicu ledakan. Giant bats berputar, menyembur api. Lion air menggigit leher soldier.
Magic engineering shockwave menjatuhkan musuh. Magical arrow menembus tenggorokan.
Pilar api dan bilah angin menghancurkan tentakel.
Ia menghemat mana.
Ia tahu.
Pertarungan penentu sudah dekat.
Tailcoat-nya robek oleh darah dan daging.
Namun ekspresinya tak berubah saat ia tiba di depan annex.
Di dalamnya—penuh monster.
Tak mudah naik ke rooftop.
Tapi semua kisah keluarga Rosstaylor… harus berakhir malam ini.
Ia melangkah maju.
Akhirnya.
Waktunya membunuh Crepin Rosstaylor.