Chapter 221 – Rencana di Balik Senyuman
Tidak banyak yang diketahui tentang
Princess Selaha.
Dalam cerita asli 〈Sylvania’s Failed Swordsman〉, ia pada dasarnya hanyalah karakter antagonis klasik.
Seorang wanita yang:
memuja kekuasaan
terobsesi pada garis keturunan bangsawan
memandang manusia hanya sebagai alat
Karakter seperti itu biasanya diciptakan hanya untuk satu tujuan:
berakhir secara tragis.
Dalam cerita asli, nasibnya bahkan cukup jelas.
Ia akhirnya terseret oleh kekuatan Dewa Jahat Mebula dan menghilang sambil menjerit.
Kehancuran itu dimaksudkan untuk memberi rasa puas kepada pemain setelah melihat semua kebusukannya.
Namun sekarang—
Selaha tidak mati.
Ia masih berada di panggung politik kekaisaran.
Dan selama ia tetap berada di sini…
ia menjadi variabel besar yang bisa mengganggu semua rencanaku.
Pertemuan di Lorong
Selaha berdiri di hadapanku.
Rambut biru pucatnya jatuh seperti es di sepanjang rahangnya yang tajam.
Suaranya dingin.
“Aku sampai harus datang sendiri menemuimu. Anggap itu suatu kehormatan.”
Aku menundukkan kepala.
“Merupakan kehormatan bagi saya untuk bertemu kembali dengan Anda, Yang Mulia.”
Selaha menyipitkan mata.
“Kau melakukan sesuatu yang menarik.”
Di belakangku:
Lucy Mayril berdiri santai tanpa rasa hormat
Tanya Rosstaylor menundukkan kepala dengan canggung
Lucy bahkan tidak mencoba bersikap sopan.
Ia pernah menghadapi roh jahat tanpa takut.
Jadi seorang putri kerajaan yang pernah mencoba membunuh Ed tidak membuatnya gentar.
Selaha tersenyum tipis melihat Lucy.
“Lucy Mayril. Aku ingat bagaimana kau bersikap di istana kekaisaran dulu.”
“Namun sekarang kau terlihat sangat hati-hati.”
“Apakah karena pria ini?”
Lucy hanya memalingkan wajah.
Kecurigaan Selaha
Selaha kemudian menatapku.
“Lucy Mayril, Tanya Rosstaylor, dan bahkan Fenia di belakangmu.”
Ia menyilangkan tangan.
“Untuk pria seusiamu, kekuatan yang kau kumpulkan cukup besar.”
Memang, dari sudut pandang Selaha, situasinya mencurigakan.
Di sekitarku ada:
Lucy – penyihir jenius tingkat tinggi
Tanya – pemimpin dewan siswa sekaligus pewaris keluarga Rosstaylor
Princess Fenia – putri kekaisaran yang mendukungku
Namun hari ini—
aku justru memuji Selaha di depan semua orang.
Itu jelas aneh.
Selaha berkata dengan dingin.
“Berkat ucapanmu tadi, reputasiku di mata ayah meningkat.”
“Namun kau tidak benar-benar berharap aku langsung berterima kasih dan memberimu hadiah, bukan?”
Tatapannya tajam.
Tidak ada sedikit pun kehangatan.
Selaha adalah tipe penguasa yang sangat sederhana dalam satu hal:
manusia hanyalah alat.
Ia menghargai orang yang berguna.
Ia membuang orang yang tidak berguna.
Cara Menghadapi Orang Seperti Ini
Aku pernah bertemu banyak orang seperti itu.
Orang yang hidup di puncak kekuasaan biasanya menghadapi dua jenis manusia:
orang yang menjilat
orang yang menentang mereka dengan moralitas
Selaha tahu cara menangani keduanya.
Ia memberi hadiah kepada yang pertama.
Ia menghancurkan yang kedua.
Namun yang paling sulit baginya adalah tipe ketiga:
orang yang tidak bisa dipastikan apakah kawan atau lawan.
Dan itulah peranku sekarang.
Jawaban Ed
Aku menjawab dengan tenang.
“Saya hanya menyatakan rasa hormat saya kepada Yang Mulia.”
Selaha menatapku dengan curiga.
“Kenapa kau mendukungku?”
“Aku tidak membuat keputusan berdasarkan emosi atau posisi politik.”
“Lalu berdasarkan apa?”
Aku tersenyum tipis.
“Siapa yang paling pantas menjadi Kaisar.”
“Menurutku, orang itu adalah Princess Selaha.”
Selaha tertawa kecil.
“Ucapan yang sangat manis.”
“Tapi jika kau benar-benar berpikir begitu, kau tidak akan berdiri di pihak Fenia sejak awal.”
Aku mengangkat bahu.
“Jika Yang Mulia menilai kata-kataku seperti itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Aku hanya bertindak sesuai penilaianku.”
Selaha akhirnya berkata dengan dingin.
“Berkatmu, reputasiku memang meningkat sedikit.”
“Terima kasih.”
“Namun jika kau berpikir dengan ini kau bisa mendapatkan kepercayaanku…”
“kau salah besar.”
“Aku tidak menerima bantuan yang motifnya tidak jelas.”
Aku hanya menjawab pendek.
“Kalau begitu, sayang sekali.”
Selaha menatapku sejenak.
Lalu percakapan itu berakhir.
Para Pengejar Datang
Beberapa saat kemudian—
dua orang datang.
Ziggs Eiffelstein
dan
Belle Maia.
Ziggs datang mencari Tanya.
Belle datang mencari Lucy.
Keduanya saling menatap dengan ekspresi lelah.
Seolah memiliki nasib yang sama sebagai pengejar para pelarian.
Aku menyerahkan dua buronan itu.
Diskusi dengan Ziggs
Ziggs kemudian bertanya.
“Kenapa kau memberikan semua pujian kepada Princess Selaha?”
“Bukankah dia orang yang sangat sombong?”
“Bukankah itu hanya akan membuatmu terlihat lemah?”
Aku mengangkat bahu.
“Itu ide Princess Fenia.”
Ziggs terdiam.
Aku melanjutkan.
“Dia bilang cara itu yang paling efektif.”
Ziggs akhirnya mengangguk.
“Kalau begitu aku percaya pada penilaianmu.”
Ia lalu menarik Tanya yang mencoba kabur lagi.
Festival masih berlangsung.
Namun pekerjaannya di dewan siswa masih menumpuk seperti gunung.
Istirahat Singkat
Setelah semua orang pergi, aku kembali duduk sendirian di lorong ruang tunggu.
Masih ada waktu sebelum aku harus menemui Kaisar.
Aku mencoba beristirahat sejenak.
Namun saat itu—
Belle tiba-tiba kembali.
“Master Ed, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.”
“Apa itu?”
Belle terlihat sedikit gugup.
Namun sebelum ia sempat berbicara—
BANG!
Pintu ruang tunggu terbuka.
Kekacauan Yenika
Di tempat lain—
Yenika Palover mulai panik.
Ia hanya berpaling sebentar dari orang tuanya.
Namun ketika ia kembali—
mereka sudah hilang.
Ayahnya
Orte Palover
dan ibunya
Sayla Palover
tidak terlihat lagi.
Yenika langsung merasa firasat buruk.
Orang tuanya datang jauh-jauh membawa hadiah untuk Ed.
Dan sekarang—
Ed baru saja selesai duel besar.
Jika mereka bertemu sekarang…
itu bisa menjadi bencana besar.
Beberapa saat kemudian Yenika menyadari sesuatu.
Amplop berisi hadiah dari rumahnya…
sudah tidak ada.
Wajahnya langsung pucat.
Kedatangan Tamu Desa
Sementara itu di ruang tunggu—
dua orang tiba-tiba muncul.
Seorang pria besar dan seorang wanita desa.
Mereka langsung berbicara dengan penuh semangat.
“Master Ed! Senang sekali akhirnya bisa bertemu!”
“Saya ayah Yenika! Kami datang membawa hadiah!”
“Anak kami banyak merepotkan Anda!”
Mereka adalah:
Orte Palover
Sayla Palover
Aku hanya bisa berdiri diam.
Mereka bahkan membawa daging sapi terbaik dari peternakan mereka sebagai hadiah.
Sayla berkata dengan bangga.
“Daging dari Peternakan Palover sangat terkenal!”
“Silakan suruh pelayan memasaknya!”
Ia bahkan salah paham dan mengira Belle adalah pelayan pribadiku.
Belle yang berdiri di sampingku langsung membeku.
Situasi Canggung
Orte kemudian berkata penuh semangat.
“Kalau tidak keberatan, kami ingin memasak sendiri di rumah Master Ed!”
“Daging ini paling enak kalau dimasak oleh kami!”
Aku mencoba menjawab dengan hati-hati.
“Rumah saya mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan…”
Namun tiba-tiba—
Belle melangkah maju.
“Tidak bisa!”
Semua orang terdiam.
Belle berkeringat.
Namun ia berkata dengan tegas.
“Memasak adalah kebanggaan pelayan profesional.”
“Master Ed hanya makan masakan terbaik dari koki terbaik.”
“Membawa koki lain ke rumah beliau… adalah penghinaan bagi saya.”
Aku menatap Belle.
Belle Maia…
tidak pernah bangga dengan kemampuan memasaknya.
Namun sekarang ia tampak putus asa.
Karena ia tahu satu hal.
Jika kedua orang ini datang ke tempat tinggalku—
mereka akan menemukan sesuatu yang tidak boleh mereka lihat.
Dan Belle tidak akan membiarkan itu terjadi.