Ch 222 - Benih Kecurigaan

Novel: The Extra's Academy Survival Guide

← Sebelumnya Berikutnya →

Chapter 222 – Benih Kecurigaan


Ruang Tunggu Dyke


Balberon Elphelan menghela napas panjang sambil memandang putranya yang terbaring tak sadarkan diri.


Dyke Elphelan sedang mendapat perawatan sederhana setelah duel.


Balberon tampak sangat berbeda dari Dyke.


Jika Dyke memiliki tubuh besar seperti seorang petarung, Balberon justru kurus, pucat, dan tampak kelelahan.


Ia bukan tipe petarung.


Namun ia memiliki sesuatu yang lebih berguna di dunia bangsawan:


kelicikan politik dan kefasihan berbicara.


Berkat itulah keluarga Elphelan yang sempat terpuruk bisa bangkit kembali.


Tetapi melihat Dyke kalah sedemikian telak…


Balberon mengerutkan wajahnya.


“Putri Selaha pasti sangat kecewa…”


Keluarga Elphelan selama ini mendapatkan banyak keuntungan dari

Princess Selaha.


Berkat Selaha:

  • nama Elphelan sering disebut dalam politik kekaisaran

  • anggota keluarga mendapat jabatan penting

  • beberapa bahkan diterima sebagai calon ksatria kekaisaran


Bagi keluarga Elphelan…


Selaha adalah jalan menuju kejayaan.


Karena itu kekalahan Dyke hari ini terasa sangat memalukan.


Balberon menatap putranya dengan dingin.


“Sial… kupikir akhirnya aku menemukan harta tersembunyi…”


Kedatangan Selaha


Pintu ruang tunggu tiba-tiba terbuka.


Balberon langsung membeku.


Yang masuk adalah…


Princess Selaha.


Ia segera berlutut.


“P-Putri Selaha…!”


“Aku tidak tahu Anda akan datang sendiri…”


Selaha hanya menjawab santai.


“Aku kebetulan lewat.”


Ia melihat Dyke yang terbaring.


Lalu mendecakkan lidah.


Balberon langsung gemetar.


Mengecewakan Selaha berarti mempertaruhkan masa depan keluarga Elphelan.


Namun Selaha berkata dengan nada datar.


“Aku tidak menyangka Ed Rosstaylor akan menjadi sekuat itu.”


“Jadi tidak perlu membuat alasan.”


Balberon menunduk.


“Maafkan saya…”


Selaha melanjutkan dingin.


“Bukan berarti aku tidak menegurmu.”


“Aku hanya… sangat kecewa.”


Tatapannya menusuk.


“Ekspektasiku terhadap keluarga Elphelan benar-benar mengecewakan.”


Balberon hanya bisa menunduk.


Pikiran Selaha


Namun sebenarnya…


Selaha tidak terlalu marah.


Tujuan utamanya di festival sudah tercapai.


Namanya dipuji di depan publik.


Bahkan di depan

Emperor Cloel.


Memang bukan Dyke yang memujinya.


Melainkan

Ed Rosstaylor.


Tetapi hasilnya tetap sama.


Namun Selaha masih memikirkan satu hal.


Ucapan Ed di arena duel.


“Siapa yang pantas menjadi Kaisar?
Saya menilai bahwa orang itu adalah Princess Selaha.”


Selaha tersenyum tipis.


Ia tahu itu mungkin hanya kata-kata kosong.


Namun…


kata-kata itu terasa berbeda.


Pujian dari orang yang panik dan menjilat terasa ringan seperti bulu.


Namun pujian dari seseorang yang tetap tenang dan percaya diri seperti Ed…


memiliki berat yang berbeda.


Selaha menutup matanya sejenak.


Lalu bergumam pelan.


“Aku ingin memilikinya.”


Bukan cinta.


Lebih seperti keinginan untuk memiliki sesuatu yang berharga.


Ia ingin melihat Ed berlutut di bawah kekuasaannya.


Selaha tertawa kecil.


“Sepertinya… aku jatuh cinta.”


Namun itu bukan cinta biasa.


Lebih seperti obsesi seorang penguasa terhadap sesuatu yang ingin ia miliki.


Cawan Beracun


Selaha berpikir:


Jika Ed bisa dijadikan sekutu…


dia akan menjadi bawahan yang sempurna.


Ia memiliki:

  • kemampuan politik

  • kekuatan tempur

  • jaringan luas

  • masa depan cerah


Namun ada satu hal yang tidak disadari Selaha.


Ed Rosstaylor adalah…


cawan beracun.


Kekacauan di Ruang Tunggu Ed


Sementara itu…


di ruang tunggu Ed.


Situasinya berubah menjadi kekacauan.


Orte Palover berteriak penuh semangat.


“Kami ingin memasak sendiri daging ini!”


“Ini kebanggaan peternakan kami!”


Di hadapannya berdiri

Belle Maia yang terlihat sangat tertekan.


“Tidak bisa!”


“Anda tidak boleh masuk ke rumah Master Ed!”


Itu sangat tidak biasa.


Belle biasanya sangat halus saat menolak sesuatu.


Namun kali ini ia bersikap sangat tegas.


Di saat yang sama—


pintu terbuka lagi.


Yenika Palover masuk dengan panik.


“Ayah! Ibu!”


“Kalian tidak boleh masuk ke sini!”


Ia langsung menarik orang tuanya.


Yenika hampir menangis.


Masalahnya bukan sekadar kunjungan orang tua.


Masalah sebenarnya adalah…


kesalahpahaman besar.


Kesalahpahaman Besar


Di kampung halaman Yenika…


orang tuanya mengira hubungan Yenika dan Ed sangat dekat.


Namun Yenika tidak pernah menjelaskan detailnya.


Dari sudut pandang Ed sendiri…


orang tua Yenika terlihat seperti orang yang sangat memahami kehidupan Yenika.


Padahal tidak.


Jika rumor yang salah sampai ke desa…


hidup Yenika akan berubah menjadi neraka.


Gosip para ibu desa jauh lebih menakutkan daripada monster.


Yenika hampir menangis.


“Ed…! Maksudku… Master Ed…!”


“Ada sesuatu yang belum saya jelaskan…”


“Jadi mungkin sebaiknya kita tidak terlalu lama…”


Ia mulai bicara kacau.


Namun ibunya tiba-tiba menyadari sesuatu.


Sayla Palover menatap Yenika.


Lalu menatap Ed.


Wajah Yenika merah padam.


Ia berdiri menghalangi Ed dengan panik.


Sayla tiba-tiba membeku.


Seolah meteor baru saja menghantam bumi.


Mulutnya terbuka.


Namun tidak ada suara keluar.


Sementara Itu – Lortel


Di tempat lain…


Lortel Kecheln sedang bekerja.


Festival meningkatkan penjualan secara drastis.


Namun bagi seorang pedagang sejati…


festival bukan hanya hiburan.


Ini adalah kesempatan menghasilkan uang.


Ia membaca laporan.


Sekretarisnya,

Rienna, berdiri di sampingnya.


Lortel berkata sambil berpikir.


“Wakil Kepala Sekolah Rachel akhir-akhir ini menangani hampir semua urusan akademi.”


“Kepala Sekolah Obel jarang terlihat.”


Ia menyipitkan mata.


“Apakah ada sesuatu yang terjadi di dalam universitas?”


Namun ia akhirnya menggeleng.


“Mungkin aku terlalu memikirkan hal kecil.”


Setelah menyelesaikan dokumen, Lortel meregangkan tubuh.


Ia berjalan ke jendela.


Melihat menara akademi di kejauhan.


Lalu tersenyum licik seperti rubah.


“Kira-kira apa yang sedang dilakukan Senior Ed sekarang?”


“Duelnya pasti sudah selesai.”


Ia mengumpulkan dokumen yang tersisa.


“Aku akan menyelesaikan sisanya di vila.”


Sekretarisnya terkejut.


“Anda akan membawanya sendiri?”


“Membuang tenaga orang lain itu dosa bagi pedagang.”


Namun sebenarnya…


langkah Lortel terlihat sangat ringan.


Seolah ia sedang menuju tempat yang sangat ia nantikan.


Sekretaris Rienna hanya bisa menghela napas.


Ia sudah terbiasa dengan perubahan sikap itu.


Setelah Lortel pergi—


Rienna juga bersiap pulang.


Bagaimanapun…


festival masih berlangsung.


Dan bahkan sekretaris pun ingin menikmati sedikit kesenangan.

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .