Ch 223 - Kesalahpahaman yang Membesar

Novel: The Extra's Academy Survival Guide

← Sebelumnya Berikutnya →

Chapter 223 – Kesalahpahaman yang Membesar


Makan Malam Kerajaan


“Aku senang melihatmu sehat, Fenia.”


“Terima kasih sudah datang jauh-jauh, Ayah.”


Di kediaman kerajaan tempat

Princess Fenia tinggal, sebuah jamuan makan malam telah disiapkan.


Karena

Emperor Cloel sendiri datang berkunjung, seluruh ruangan dibersihkan dengan sangat teliti.


Meja makan dipenuhi hidangan mewah.


Yang duduk di sana hanya tiga orang:

  • Kaisar Cloel

  • Princess Selaha

  • Fenia


Suasana makan malam terasa santai.


Berbeda dengan sikapnya di ruang tahta, Kaisar Cloel tampak seperti ayah biasa yang sedang berbincang dengan putrinya.


“Persica tidak datang?” tanya Kaisar.


Fenia tersenyum.


“Kakak kedua memang selalu begitu. Kalau sudah tenggelam dalam sesuatu, dia tidak peduli hal lain.”


Kaisar tertawa kecil.


Ia tampak benar-benar lega melihat Fenia menyesuaikan diri dengan kehidupan di akademi.


“Awalnya aku sangat khawatir… tapi melihatmu baik-baik saja sekarang membuatku tenang.”


Selaha lalu ikut berbicara.


Di antara ketiga putri, ada aturan tidak tertulis:


di depan ayah mereka, mereka harus bersikap seperti saudari yang rukun.


Padahal sebenarnya mereka bersaing memperebutkan tahta.


Topik Ed Rosstaylor


Selaha tiba-tiba berkata,


“Aku cukup terkejut ketika mendengar putra keluarga Rosstaylor diusir dari keluarga tidak lama setelah masuk akademi.”


Ia sedang membicarakan

Ed Rosstaylor.


Itu adalah keputusan Fenia dulu.


Fenia menjawab tenang.


“Pengusiran dari keluarga tidak berarti dia harus keluar dari akademi.”


“Jika aku mau, aku bisa memaksa akademi mengusirnya.”


“Tapi aku tidak melakukannya.”


Selaha tersenyum tipis.


“Benar. Biasanya orang seperti itu akan keluar sendiri karena tidak mampu membayar biaya kuliah.”


“Tapi dia bertahan.”


Menurut informasi yang dikumpulkan Selaha hari ini, Ed hidup di hutan utara.


Ia membuat kamp kabin dan hidup seperti orang liar.


Namun pada akhirnya…


dia bangkit kembali.


Bahkan kini statusnya hampir kembali seperti semula setelah insiden di rumah Rosstaylor.


Selaha melanjutkan.


“Fenia… apakah kamu hanya diam melihat itu semua?”


Fenia menjawab tanpa ragu.


“Aku tahu keputusanku dulu salah.”


Ia menundukkan pandangan.


“Ed Rosstaylor tidak sekejam yang kupikirkan.”


“Aku membuatnya menderita karena kesalahanku.”


Selaha tersenyum.


Ini adalah skenario yang sangat sempurna baginya.

  • Fenia membuat kesalahan

  • Ed menderita karena keputusan itu

  • Ed bangkit sendiri

  • lalu memuji Selaha di depan publik


Bagi Kaisar Cloel, itu terlihat seperti:


kakak yang bijak memperbaiki kesalahan adiknya.


Keberadaan Ed justru memperkuat posisi politik Selaha.


Kecurigaan Selaha


Namun ada satu hal yang membuat Selaha bingung.


Mengapa Ed berada di pihak Fenia?


Selaha berpikir:


Ed bukan orang bodoh.


Ia memiliki kualitas seorang pemimpin.


Orang seperti itu seharusnya tidak tunduk begitu saja pada Fenia.


Ia bertanya kepada Fenia.


“Aku dengar dia cukup dekat denganmu.”


Fenia menggeleng.


“Sebenarnya tidak.”


“Dia jarang datang ke kediaman kerajaan.”


“Dia hanya tinggal di kabinnya dan mengurus urusannya sendiri.”


Selaha terdiam.


Kemungkinan lain muncul di kepalanya.


Mungkin justru Ed yang mengendalikan hubungan ini.


Jika begitu…


maka Fenia hanya memegang senjata kuat tanpa tahu cara menggunakannya.


Selaha tersenyum kecil.


“Fenia benar-benar sudah jatuh jauh.”


Baginya, seorang penguasa tidak boleh ragu karena memikirkan perasaan bawahan.


Namun Selaha yakin satu hal:


Jika dia benar-benar mencoba—


mengambil Ed Rosstaylor ke pihaknya tidak akan sulit.


Selaha mulai memikirkan rencana selama festival.


Kekacauan di Kamp Ed


Sementara itu di hutan utara.


Orte Palover dan

Sayla Palover akhirnya melihat tempat tinggal Ed.


Dan mereka benar-benar terkejut.


Yang mereka bayangkan adalah sebuah mansion bangsawan.


Namun yang mereka lihat hanyalah kamp kabin di tengah hutan.


Ed menjelaskan santai.


“Lantai dua adalah bengkel sihirku.”


“Lantai satu tempatku tinggal.”


Sebagian besar aktivitas dilakukan di sekitar api unggun.


Peralatan, alat masak, semuanya berkumpul di sana.


Orte menggaruk kepala.


“Ini… sangat berbeda dari yang kami bayangkan.”


Ed tertawa kecil.


“Kalau mengharapkan kehidupan mewah, tentu saja berbeda.”


Lalu Ed menunjuk sebuah kabin kecil.


“Itu kabin putri kalian.”


Orte dan Sayla langsung terdiam.


“Sejak kapan…?”


“Sekitar satu tahun.”


Keduanya hampir pingsan.


Dalam pikiran pasangan desa seperti mereka…


jika seorang pria dan wanita tinggal berdekatan di hutan selama satu tahun—


artinya hampir sama dengan hidup bersama.


Sayla menatap Yenika.


Yenika Palover sudah berkeringat dingin.


“Kenapa tidak bilang dari dulu…!”


Namun berbeda dari yang Yenika takutkan…


Orte malah tertawa keras.


“Hahaha!”


“Yenika sudah sebesar itu rupanya!”


“Romantis sekali hidup di hutan seperti ini!”


Yenika hampir pingsan karena malu.


Kesalahpahaman Baru


Orte berkata dengan penuh semangat.


“Aku bahkan membayangkan menembak panah bersama menantuku suatu hari nanti!”


Ed berkedip bingung.


“Menantu?”


Namun sebelum situasi menjadi lebih kacau—


pintu vila terbuka.


Seseorang masuk.


Lortel Kecheln.


Ia datang lebih awal dari biasanya.


Begitu masuk, ia melihat:

  • orang tua Yenika

  • Yenika yang hampir pingsan

  • Ed di dekat api unggun

  • Lucy Mayril rebahan

  • Belle Maia yang tampak stres


Lortel berhenti di pintu beberapa detik.


“Oh my…”


Namun sebagai pedagang ulung, ia langsung menyesuaikan diri.


Ia memperkenalkan diri dengan sangat sopan.


Orte dan Sayla yang tadi berisik langsung duduk kaku.


Mereka baru sadar.


Lortel adalah tokoh penting Elte Trading Company.


Perusahaan yang membeli sebagian besar produk ternak dari desa mereka.


Atmosfer langsung berubah.


Yenika hampir menangis.


Apakah orang dewasa memang selemah ini di hadapan uang…?


Serangan Lortel


Lortel kemudian duduk di samping Ed.


Dengan elegan.


Lalu berkata dengan senyum manis.


“Seperti yang kalian lihat… aku juga tinggal di kamp ini bersama Senior Ed.”


Orte dan Sayla membeku.


Mereka mulai berkeringat.


Lortel tampak sangat akrab dengan Ed.


Namun itu belum cukup.


Orte akhirnya bertanya dengan hati-hati.


“Berapa… orang sebenarnya…?”


Sebelum Ed menjawab—


Lortel menjawab duluan.


“Sekitar tujuh orang?”


“Ah… mungkin sebelas sekarang.”


Ia tersenyum puas sambil merapat ke sisi Ed.


Sayla hampir pingsan.


Apakah ini kehidupan bangsawan?


Namun kekacauan belum selesai.


Serangan Terakhir


Lucy tiba-tiba bangun dari batang kayu.


Ia menguap.


“Aku mengantuk.”


“Aku mau tidur.”


Lalu ia berjalan santai.


Dan membuka pintu…


kabin Ed.


Lucy masuk.


Kemudian menutup pintu.


BAM.


Sunyi.


Orte.


Sayla.


Yenika.


Belle.


Semua membeku.


Belle menutup wajahnya dengan tangan.


Bahkan seorang kepala pelayan elit pun…


tidak bisa mengendalikan kekacauan sebesar ini.


Di tengah keheningan itu—


hanya suara kayu terbakar dari api unggun yang terdengar. 🔥

Komentar

Untuk berkomentar, silakan login dengan Google .