Whoosh~
Empat sosok mendarat di depan sebuah kota yang ramai: Zhuo Fan, Chu Qingcheng, Shui Ruohua, dan Dan’er.
Dalam waktu sebulan, keempatnya sudah menempuh sebagian besar perjalanan menuju Double Dragon Manor.
“Selama ini yang kita lihat cuma alam liar terus. Kota seramai ini lumayan juga. Kita akhirnya bisa istirahat. Gimana kalau kita menginap sehari?” usul Zhuo Fan.
Para gadis mengangguk sambil tersenyum. Dan’er melempar senyum menggoda ke Zhuo Fan.
“Brother Zhuo, pasti capek ya terus-terusan di alam bebas. Sekarang kamu bisa punya waktu buat ngobrol intim sama sister Qingcheng malam ini.”
“Dasar bocah nakal, coba ulang lagi kalau berani…” Chu Qingcheng memerah dan memelototinya. Zhuo Fan hanya menyentuh lengannya dan tertawa.
“Ha-ha-ha, Dan’er, kamu benar-benar mengerti kami. Kalau sudah tahu rencana-ku, ya masing-masing urus urusannya sendiri!”
“K-kamu sama parahnya dengan dia…” Chu Qingcheng, pipi merah, kembali melotot ke arahnya.
Zhuo Fan nyengir dan melangkah ke depan.
“Ayo, cari penginapan dulu.”
Melihat langkahnya yang ringan, para gadis hanya tertawa kecil.
“Setelah menikah, Zhuo Fan seperti orang yang berbeda. Setidaknya dia tidak sedingin dulu,” kata Shui Ruohua.
Chu Qingcheng mengangguk.
“Melihat dia hidup dan sebebas itu… itu saja sebenarnya sudah cukup buatku. Hanya saja… apa ini benar-benar yang dia inginkan?”
“Terlepas dulu dia ingin apa, sekarang yang dia mau cuma kamu. Jangan terlalu dipikirkan,” Shui Ruohua menepuk lembut bahunya.
Dan’er ikut datang sambil terkikik.
“Iya, sekarang dia jauh lebih baik, nggak sebrutal dan segalak dulu. Katanya sih, wanita bisa mengubah pria. Sister Qingcheng hebat sekali.”
Chu Qingcheng menggeleng dan menghela napas. Tapi melihat Zhuo Fan begitu bahagia, beban di hatinya perlahan menghilang.
Dia sempat khawatir kehadirannya akan mengikis ambisi pria itu, tapi melihat Zhuo Fan setenang dan seceria ini, apa itu masih penting?
“Qingcheng, kita istirahat di sini.” Zhuo Fan berhenti di depan sebuah kedai dan menoleh dengan senyum cerah.
Chu Qingcheng menghela napas lega bercampur bahagia, lalu mengangguk. Para gadis pun mengikutinya masuk.
Mereka memilih sebuah meja, dan pelayan langsung datang mencatat pesanan. Tak lama, teh pun tersaji, sementara meja-meja lain penuh canda dan keramaian.
Di tengah hiruk-pikuk itu, Zhuo Fan hanya menatap lembut wajah halus Chu Qingcheng, lalu memejamkan mata dengan damai.
[Inilah hidup orang biasa. Jauh lebih ringan daripada hari-hari penuh darah dan pertempuran demi bertahan hidup.]
“Oh, sister Qingcheng, karena kita akan masuk Double Dragon Manor, kita ini dihitung berasal dari Mystical Heaven Sect atau Demon Scheming Sect?”
“Seharusnya Demon Scheming Sect. Kita sudah mengkhianati Mystical Heaven Sect, dan pasti sudah lama dihapus dari nama murid.”
Dan’er terperanjat, sementara Shui Ruohua menjawab dengan senyum getir.
“Tapi kita ini kan kultivator jalur benar. Apa dengan begini kita jadi ikut masuk jalur iblis? Kita tidak pernah berlatih teknik kultivasi demonic.”
“Dasar bodoh, kita sudah berhenti menjadi ‘righteous’ sejak saat kita mengkhianati sekte sendiri. Mau jadi jalur iblis atau tidak, di mata orang kita sudah dianggap kultivator jalur iblis.”
“Rasanya ngaco banget…”
“Kamu kira? Begitulah jalur ‘righteous’. Sedikit saja melanggar aturan, kamu langsung dihakimi.”
Dan’er dan Shui Ruohua terus berdebat soal mereka sekarang termasuk kubu apa.
Zhuo Fan memejamkan mata dan menyeruput teh sambil tersenyum.
[Righteous dan demonic… siapa di dunia ini yang bisa benar-benar memisahkan dengan jelas? Apa itu benar? Apa itu iblis? Hanya label yang diputuskan oleh pikiran yang sudah bias. Elder Yuan benar, jalur righteous ataupun demonic, semuanya cuma jalan menuju Dao.]
[Yang bodoh adalah mereka yang sibuk memperdebatkan batas itu, terperosok dalam lubang dan justru menjauh dari Dao. Bodoh, benar-benar bodoh…]
[Nine Serenities…]
Tiba-tiba, Zhuo Fan mengerutkan kening, mendengar suara yang memanggil Nine Serenities. Ia merasa tak bisa membuka mata dan tubuhnya lemas tak berdaya. Ia hanya bisa berteriak,
“Kau tahu tentang Nine Serenities Sovereign?”
[Nine Serenities… kami telah menunggumu. Kau harus kembali, kau harus mencapai Dao dan kembali…]
“Siapa di sana?!”
Zhuo Fan tersentak membuka mata, keningnya sudah basah. Ia menatap sekeliling dengan panik. Para gadis menatapnya cemas.
“Zhuo Fan, ada apa?”
“A-ada apa?” Zhuo Fan mengerutkan kening, pikirannya penuh tanya. Yang ia rasakan hanya detak jantungnya yang berdegup sangat keras.
Memegang dadanya, Zhuo Fan merasa seolah ada beban berat menindih.
Chu Qingcheng menghapus keringat di dahinya pelan.
“Zhuo Fan, kamu tadi tertidur. Kami berusaha membangunkanmu, tapi kamu tidak sadar-sadar selama satu jam!”
“Selama satu jam?” Zhuo Fan terkejut.
Dengan sifatnya yang selalu waspada, tidak mungkin dia sampai tertidur sedalam itu.
[Itu sama saja menyerahkan nyawaku di atas nampan perak.]
Ia lalu mengingat suara tadi, seolah suara itu menariknya ke tempat lain.
Itulah satu-satunya alasan dia tidak bisa bangun.
Dan’er menatapnya tajam lalu tersenyum nakal.
“Brother Zhuo, akhir-akhir ini kamu tegang terus. Apa kamu lagi… frustasi?”
Zhuo Fan mendelik, rasanya ingin menempelkan plester di mulut bocah satu ini.
[Selama aku masih hidup, tidak ada yang bisa mengusik pikiranku seperti itu.]
[Dan bocah ini cuma bisa belajar ucapan-ucapan jelek saja.]
Chu Qingcheng terpaku, pipinya merah saat kembali memelototi Dan’er. Shui Ruohua mencengkeram bahu Dan’er dan berseru kesal,
“Dasar anak… siapa yang mengajarkan kata-kata itu…”
“Tunggu dulu!”
Namun Zhuo Fan memotong omelan itu dan berseru.
Dan’er langsung berbinar dan kembali menggoda,
“Jadi kamu beneran frust—”
“Diam!”
Zhuo Fan memelototinya dan bergumam,
“Kalian tidak sadar, ya? Kota ini mendadak sepi.”
Para gadis menoleh ke sekeliling—dan barulah mereka lihat bahwa tempat itu sudah kosong. Pemilik kedai dan pelayan pun tak ada.
Riuh rendah di luar tadi lenyap. Tak ada lagi orang yang berlalu-lalang di jalan. Hanya ada angin dingin yang berhembus, mengangkat debu di jalan yang mendadak sunyi.
Chu Qingcheng mengerutkan kening dan merapatkan tubuhnya.
“Kota ini tiba-tiba kosong, persis seperti waktu itu dengan Yan Mo.”
“Apa, Yan Mo lagi?” para gadis lain teriak kaget.
Zhuo Fan menggeleng, hati terasa tenggelam.
“Aku takut ini lebih parah. Yan Mo menyerang di malam hari dan kita kebetulan berpapasan. Tapi ini siang bolong, dan semua orang menghilang sekaligus. Ini jelas-jelas perangkap yang sudah disiapkan!”
Begitu ia selesai bicara, angin tajam langsung berhembus dan tekanan berat menghantam mereka.
Crack~
Bangunan penginapan mulai retak dan runtuh, serbuk kayu berjatuhan satu per satu.
Zhuo Fan panik. Ia segera menyeret para gadis keluar.
“Hati-hati!”
Rumble!
Suara ledakan menggelegar, seluruh penginapan hancur rata dengan tanah, menyemburkan debu tebal yang berputar seperti tornado.
Saat debu perlahan menghilang, mereka bisa melihat bekas telapak tangan raksasa selebar hampir seratus meter tercetak di tanah, tepat di tempat penginapan tadi berdiri.
Di atasnya, melayang seorang lelaki tua berambut perak, menatap ke bawah dengan dingin.
“Hmph, ternyata kau memang bukan pemenang Double Dragon Gathering sembarangan. Kultivator muda aliran iblis paling menonjol di generasimu. Kau masih sempat merasakan telapakku dan menghindar.”
“Siapa kau? Kenapa mengincarku?”
Zhuo Fan menarik para gadis bangkit berdiri, jantungnya berdegup kencang. Dari satu serangan barusan, ia bisa langsung menilai: lelaki tua ini jauh di atas Ethereal Stage.
Ini adalah ahli Soul Harmony Stage!
Kekuatan seperti ini bukan sesuatu yang bisa dikirim sembarang sekte lower-three.
Hatinya makin tenggelam.
[Kalau perangkapnya sebesar ini, tidak mungkin dia datang sendirian. Apa ini artinya… kita benar-benar tidak punya jalan keluar?]
Zhuo Fan mengepal, pikirannya berpacu mencari celah kabur.
“Ha-ha-ha, Zhuo Fan, kita bertemu lagi. Tapi kali ini, bajingan sepertimu tidak akan bisa lolos lagi!”
Sebuah suara tawa melengking yang sangat familiar terdengar.
Zhuo Fan hanya bisa menghela napas dalam hati.
Ia tidak menyangka kekhawatiran terbesarnya justru benar-benar datang mencarinya…